SUN Benchmark Sedikit Tertekan
SUN Benchmark sedikit tertekan, jelang rapat sejumlah Bank Sentral pada Kamis Waktu Indonesia Barat, yang diproyeksikan
SUN Benchmark sedikit tertekan, jelang rapat sejumlah Bank Sentral pada Kamis Waktu Indonesia Barat, yang diproyeksikan
FFR Hattrick naik +75Bps, mendorong Lending Rate Big Bank AS ke level tertinggi sejak krisis Subprime Mortgage. Wall
S&P 500 gagal ditutup diatas level Strong Support 3.900, beruntun dalam tiga hari perdagangan. Investor mulai
Pasar SUN awal pekan mixed. Investor mencermati sebanyak tiga Bank Sentral diproyeksikan kembali Hawkish, dengan BI
Yield UST2Y mendekati 4%, investor antisipasi Earnings Results 3Q22. Wait and See jelang hasil FOMC pekan ini, membuat
Risk-Off saham, Risk-On obligasi, fokus investor pada resesi ekonomi. Bursa saham Wall Street konsisten bergerak di Zona
Spekulasi FFR September naik +100Bps, merespon Lagging Indicators yang mencatatkan kenaikan laju inflasi. Pekan lalu,
Spekulasi FFR September naik +100Bps, merespon Lagging Indicators yang mencatatkan kenaikan laju inflasi. Pekan lalu,
Tekanan pasar SUN, ditengah rilis data Trade Balance. Data menunjukkan, Trade Balance Aug. catatkan surplus