Daily Report | 13 Juli 2022
The Fed bersiap menghadapi inflasi 8,8%, investor hindari aset berisiko dan minati safe haven. Bursa saham Wall Street
The Fed bersiap menghadapi inflasi 8,8%, investor hindari aset berisiko dan minati safe haven. Bursa saham Wall Street
Kenaikan Loan Loss Provision menekan laba perbankan. Investor mencermati kemampuan perbankan AS mengelola Loan Loss
Porsi ekspor besar, Energy dan Basic Materials pimpin penguatan sektoral sepekan lalu. Depresiasi Rupiah yang stabil di
Kenaikan harga minyak dan tenaga kerja solid, Wall Street mixed akhir pekan. Baik harga Brent (Sept. 2022), maupun WTI
The Fed Less Hawkish, dorong kenaikan saham teknologi, Nasdaq pimpin penguatan Wall Street, naik lebih dari 2%. Klaim
Pasar telah bersiap untuk resesi, investor minati saham defensif, membuat Wall Street menguat 0,3%. Investor merespon
Pesanan pabrik lampaui ekspektasi dan UST inverted yield, membuat Wall Street ditutup mixed. Factory Orders AS Mei
Potensi resesi membuat ekspektasi analis menjadi tinggi. Walaupun Wall Street libur memperingati Independence Day, namun
Inflasi Lampaui Target dan Rupiah 15.000. PCE Core Deflator AS Mei naik +0,3% MoM (+4,7% YoY); tetap tinggi dari bulan