Daily Report | 14 June 2022
Pola inversi yield UST2Y (3,35%) dan UST10Y (3,36%) terbentuk, salah satu indikator resesi. Walaupun belum terjadi
Pola inversi yield UST2Y (3,35%) dan UST10Y (3,36%) terbentuk, salah satu indikator resesi. Walaupun belum terjadi
Tidak efektif di Mei, spekulasi kenaikan FFR 75 Bps pada Juli. Inflasi tinggi Mei (1,0% MoM; 8,6% YoY), mematahkan
Sinyal kenaikan suku bunga ECB meningkatkan kekhawatiran investor jelang data CPI AS. ECB akan mengakhiri quantitative
UST10Y kembali diperdagangkan dengan yield 3%, seiring harga Brent crude oil di level USD 120/barrel kembali tertembus,
Inflasi inti terjaga, dan kenaikan FFR Juni price in, dorong Wall Street kembali menguat. Survei menunjukkan inflasi
Yield UST10Y Kembali 3%, jelang data CPI MoM AS Mei yang diproyeksikan kembali tinggi (Cons. 0,7%; Vs. Apr. 0,3%), Jumat
Pasar tenaga kerja kuat, ekonomi AS siap untuk kenaikan FFR lebih agresif. Bursa Wall Street ditutup melemah, dengan
Growth stock megacap pimpin penguatan Wall Street, dengan indeks Nasdaq menguat hingga 2,7%. Investor merespon positif
Data Ekonomi Gagal Meredakan Kekhawatiran Pasar. Mengawali bulan Juni, bursa Wall Street ditutup melemah. ISM