XA Update Report | PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) – 1Q26 : Laba Kuat Solid di Tengah NIM yang Relatif Stabil

 

 

By Leonardo Lijuwardi (Senior Analyst) & Gwenda Deanita (Associate)

13-May-2026

 

 

BMRI mencatatkan kinerja yang kuat di 1Q26 dengan laba bersih sebesar IDR 15.4T (+16.6% YoY), ditopang oleh pertumbuhan PPOP yang solid menjadi IDR 22.6T (+10.4% YoY), seiring NII yang ekspansif +11.3% YoY menjadi IDR 25.1T — didorong oleh pertumbuhan kredit 16.2% YoY dan penurunan CoF deposito menjadi 1.97% (1Q25: 2.37%) yang berhasil menstabilkan NIM konsolidasi di level 4.70% (1Q25: 4.75%), masih dalam rentang panduan manajemen 4.5–4.7%. Pendapatan non-bunga tumbuh 6.06% YoY menjadi IDR 11.3T, dengan pendapatan recurring yang tumbuh kuat 18.8% YoY. Efisiensi operasional tetap terjaga dengan pertumbuhan opex hanya +6.98% YoY, di bawah pertumbuhan total pendapatan operasional sebesar +9.07% YoY, sehingga CIR membaik menjadi 38.2% dari 39.0% di 1Q25, mencerminkan disiplin biaya yang konsisten. Beban provisi turun signifikan 20.1% YoY menjadi IDR 2.7T seiring kualitas aset yang terjaga, dengan CoC sebesar 0.58% berada di bawah batas bawah panduan manajemen 0.6% – 0.8% — memperkuat kualitas laba BMRI dan kapasitasnya untuk mempertahankan tingkat imbal hasil yang tinggi.

 

 

 

🔹 Estimasi Kinerja FY26: Target NIM Diturunkan Akibat Dekonsolidasi BSI (BRIS) & Pelemahan Kredit

 

FY26 Guidance – Revisi pada NIM. Manajemen merevisi guidance NIM untuk BMRI pada FY26 menjadi 4.5% – 4.7%, dari sebelumnya sebesar 4.6% – 4.8%, sejalan dengan dekonsolidasi BRIS dan potensi tertekannya yield akibat persaingan dan permintaan yang melemah, dimana masih tetap didukung oleh CoF yang terjaga. Sisanya, target pertumbuhan kredit dan CoC dipertahankan tetap sama yakni di 7% – 9% dan 0.6% – 0.8%. Selain itu, manajemen menargetkan NPL coverage di kisaran 240% sebagai buffer yang nyaman ke depannya. Kami masih mempertahankan forecast kami dimana per 1Q26, BMRI mencapai 26.1% dari estimasi kami (NHKSI Est. FY26: IDR 58.9T).

 

 

🔹 Sisi Lending: Penyaluran Kredit di 1Q26 Masih Bertumbuh – Ditopang High Base Effect 4Q25

 

Penyaluran kredit BMRI tetap solid di 1Q26 dengan total kredit tumbuh +16.2% YoY dan +2.16% QoQ menjadi IDR 1.614T (FY25: IDR 1.580T | 1Q25: IDR 1.389T), ditopang oleh pertumbuhan yang berkelanjutan dari segmen business banking terutama korporasi dan komersial secara kuartalan. Secara tahunan, pertumbuhan masih kuat signifikan dikarenakan high base effect per 4Q25.

 

 

 

Kredit Korporasi Tetap Menjadi Penggerak Utama. Pertumbuhan kredit BMRI di 1Q26 masih didominasi oleh segmen business, yakni kredit korporasi yang tumbuh +1.78% QoQ dan +29.2% YoY menjadi IDR 801T (FY25: IDR 772T | 1Q25: IDR 620T), sementara segmen komersial tumbuh +0.84% QoQ dan +13.4% YoY menjadi IDR 325T (FY25: IDR 322T | 1Q25: IDR 287T). Segmen SME juga masih terbatas dengan pertumbuhan +1.36% QoQ dan +13.4% YoY menjadi IDR 83T.

 

 

Pelemahan Kredit Segmen Retail – Sejalan dengan Pelemahan Daya Beli. Di sisi retail, kredit mikro & payroll tumbuh moderat +1.17% QoQ dan +2.85% YoY menjadi IDR 198T (FY25: IDR 195T | 1Q25: IDR 192T), sementara kredit konsumer hanya tumbuh tipis -0.27% QoQ dan +1.78% YoY menjadi IDR 124T (FY25: IDR 122T | 1Q25: IDR 122T), sejalan dengan strategi BMRI yang tetap selektif dan berhati-hati dalam penyaluran kredit retail di tengah tekanan daya beli konsumen dan proses underwriting yang lebih ketat.

 

 

 

🔹 Sisi Funding: Fondasi Pendanaan Masih Kuat di 1Q26 – CoF Melandai Sejalan dengan Siklus Penurunan Suku Bunga

 

CASA Tetap Menjadi Tulang Punggung Pendanaan. CASA tumbuh +13.0% YoY dan +1.28% QoQ menjadi IDR 1.215T (FY25: IDR 1,186T | 1Q25: IDR 1.075T), ditopang oleh pertumbuhan giro yang kuat sebesar +20.5% YoY dan +0.29% QoQ menjadi IDR 642T, sementara tabungan tumbuh lebih moderat +5,65% YoY dan +2,43% QoQ menjadi IDR 573T. Pertumbuhan CASA yang solid ini mencerminkan keberhasilan strategi ekosistem digital BMRI dalam mengakuisisi dan mempertahankan nasabah transaksional.

 

 

Deposito Tumbuh Solid. Deposito berjangka tercatat tumbuh tinggi +45.3% YoY menjadi IDR 515T (FY25: IDR 489T | 1Q25: IDR 355T), sehingga secara struktural menekan rasio CASA menjadi 70.2%, turun dari level 7.2% di 1Q25. Secara keseluruhan, total Dana Pihak Ketiga (DPK) masi tumbuh solid dengan mencatatkan IDR 1.73T (+21% YoY).

 

 

Cost of Fund (CoF) Terus Menurun. Terlepas dari kenaikan porsi deposito berjangka, CoF deposito berhasil ditekan turun menjadi 1.97%, didukung oleh siklus penurunan suku bunga dan bauran pendanaan CASA yang masih dominan — menjadi faktor yang menopang stabilitas NIM di level 4.70% dalam kondisi yield kredit yang masih tertekan per 1Q26.

 

 

 

🔹 Kualitas Aset BMRI: Aset Yang Tetap Resilien – Berkualitas Sehat dan Stabil

 

Kualitas aset BMRI di 1Q26 tetap terjaga dengan baik, tercermin dari rasio NPL konsolidasi yang stabil di 1.02%, sementara LAR membaik menjadi 6.02 dari 7.21% di 1Q25, didorong oleh penurunan kategori 1 restrukturisasi dan SML serta peningkatan kualitas underwriting yang lebih disiplin. Di sisi coverage, NPL coverage terkoreksi menjadi 237% (1Q25: 292%) dan LAR coverage menjadi 39.9% (1Q25: 43%). CoC tercatat 0.58% (1Q25: 0.83%), berada di bawah guidance 0.6%–0.8%, sejalan dengan penurunan beban provisi -20.1% YoY menjadi IDR 2.7T — memperkuat kualitas laba BMRI di tengah potensi normalisasi kredit bermasalah di segmen retail.

 

 

 

 

🔹 Rekomendasi ”Buy” Mempertahankan Target Harga di Level IDR 5,600 (Potensi Upside +32.1%)

 

NHKSI Research memberikan rekomendasi “Buy” untuk BMRI dengan mempertahankan TP di level IDR 5,600, yang mencerminkan Forward 26F P/BV sebesar 1.4x (-1 STD Average Last 3 Years). Katalis positif yang bisa menjustifikasi BMRI adalah pertumbuhan penyaluran loan dan angka profitabilitas seperti NIM dsb. yang lebih ekspansif. Terlepas NIM akan terkontraksi sejalan dengan suku bunga yang mulai melandai, performa operasional terutama didukung dari pertumbuhan bisnis dari non bunga diharapkan lebih mendongkrak performa BMRI. Adapun yang menjadi risiko untuk rekomendasi ini adalah kondisi situasi makro dan politik yang kurang pasti dan stabil, persaingan bisnis di industri bank yang semakin kompetitif, ekspetasi pertumbuhan penyaluran kredit dan NIM yang terkontraksi kurang sesuai harapan.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.

 

 

 

 

NH Korindo Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubuni CS kami via email CSO@nhsec.co.id