XA Update Report | PT Avia Avian Tbk. (AVIA) — Here Comes The Growth – Pertumbuhan Dua Digit di Situasi Menantang

 

 

By Leonardo Lijuwardi (Senior Analyst) & Gwenda Deanita (associate)

5-May-2026

 

 

AVIA mengawali tahun dengan kinerja yang kuat, mencatatkan penjualan 1Q26 sebesar IDR 2.3T (+16.8% YoY) dan telah memenuhi 28.1% dari estimasi FY26 kami. Segmen arsitektural tumbuh 15.7% YoY, didukung oleh pertumbuhan volume yang solid (+12.6% YoY & +5.7% QoQ), sementara segmen trading mencatatkan penjualan sebesar IDR 463B (+21.6% YoY), sehingga laba bersih mencapai IDR 503B pada 1Q26 (+12.6% YoY). ASP meningkat sebesar 2.7% YoY sepanjang 1Q26 dan akan berlanjut dengan dua kali kenaikan harga sebesar 7–10% pada April dan Mei. Dari sisi margin, gross margin sedikit terkompresi menjadi 44.9%. Net margin turun ke level 21.3% (1Q25: 22.1% & 4Q25: 21.3%), sejalan dengan pergerakan gross margin, sementara efisiensi biaya operasional tetap terjaga dengan rasio biaya terhadap penjualan membaik menjadi 74.8% (1Q26) dari 76.3% pada FY2025. Risiko penurunan utama meliputi depresiasi IDR, kenaikan harga bahan baku, dan lemahnya daya beli. Kami mempertahankan rekomendasi “Buy” dengan target harga IDR 560 / saham.

 

 

 

🔹 1Q26 Performance: Pertumbuhan Volume Kuat pada Segmen Arsitektural

 

Pertumbuhan kuat segmen arsitektural meskipun hari kerja lebih sedikit. Segmen arsitektural mencatatkan pertumbuhan penjualan double digit menjadi IDR 1.89T (+15.7% YoY) dengan volume penjualan yang kuat sebesar 53.296 MT (+12.6% YoY & +5.7% QoQ), didorong oleh eksekusi yang solid di seluruh distribution centers (DC) milik penuh AVIA serta peningkatan pangsa pasar yang berkelanjutan. Selain itu, segmen ini juga mendapat manfaat dari demand pull-forward pada akhir Maret, di mana pelanggan melakukan stocking up menjelang kenaikan harga akibat meningkatnya harga minyak dan tensi geopolitik. Meskipun jumlah hari kerja lebih sedikit akibat libur Lebaran, segmen arsitektural tetap mencatatkan kinerja yang mengungguli pasar ritel secara umum.

 

 

Segmen trading tetap solid dengan margin stabil. Segmen trading mencatatkan penjualan sebesar IDR 463B pada 1Q26 (1Q25: IDR 381B | +21.5% YoY; -10.1% QoQ, 4Q25: IDR 515B), dengan kontribusi sekitar 20% terhadap total penjualan. GPM relatif stabil di level 18.9%.

 

 

ASP mulai meningkat pada 1Q26 untuk mengimbangi kenaikan biaya bahan baku. AVIA menaikkan ASP sebesar 2.7% YoY selama kuartal berjalan. Manajemen menyampaikan bahwa terdapat dua kali kenaikan harga pada April dan Mei masing-masing sebesar 7–10%, terutama didorong oleh kenaikan biaya input berbasis minyak (solvent, kemasan plastik, dan resin) serta pelemahan IDR. Namun demikian, permintaan tetap resilien pada April, didukung oleh low base effect akibat lebih sedikitnya hari kerja pada April-25 karena Lebaran. Meskipun terjadi kenaikan harga, volume segmen arsitektural tetap tumbuh double digit, mencerminkan kepercayaan terhadap produk AVIA.

 

 

 

🔹 Manajemen Persediaan & Biaya yang Solid Menopang Margin ke Depan

 

Persediaan memadai dan pasokan terjaga. AVIA memiliki persediaan yang cukup untuk menutupi kebutuhan hingga dua bulan ke depan serta telah mengamankan pasokan bahan baku. Meskipun harga pasar bahan baku berbasis minyak meningkat tajam, dampak biaya aktual relatif tertahan oleh efek contract lag dan ketersediaan persediaan saat ini. Dikombinasikan dengan penyesuaian harga pada April dan Mei, hal ini diharapkan menjaga selisih antara biaya dan ASP tetap terkendali sehingga margin dapat bertahan relatif stabil. AVIA juga menunjukkan pengelolaan biaya yang prudent, menghasilkan struktur biaya yang stabil.

 

 

 

🔹 Posisi Kuat untuk Menangkap Perubahan Preferensi Konsumen

 

Menangkap pergeseran preferensi konsumen (Wallet shift). AVIA berada pada posisi yang baik untuk menangkap pergeseran konsumen menuju produk yang lebih terjangkau. Portofolio produk memungkinkan downtrading secara mulus dalam satu merek yang sama, sehingga menjaga loyalitas pelanggan sekaligus mempertahankan volume. Hal ini diperkuat oleh kepercayaan merek yang kuat serta jaringan distribusi yang luas, memungkinkan AVIA merebut pangsa pasar dari pemain kecil yang lebih rentan terhadap pelemahan permintaan. Dengan tekanan harga yang masih berlanjut, tren downtrading diperkirakan akan terus terjadi, menjadikan AVIA sebagai salah satu pihak yang diuntungkan dalam kondisi pasar yang menantang.

 

 

 

🔹 Recommendation “Buy” dengan Target di Level IDR 560 / Lembar (Potential Upside +42.9%)

 

NHKSI Research mempertahankan rekomendasi “Buy” untuk AVIA dengan target harga tidak berubah di IDR 560/Lembar, yang mencerminkan valuasi 18.1x Forward P/E 2026 (rata-rata 3 tahun terakhir). Di tengah ketidakpastian ekonomi, khususnya pelemahan daya beli serta sektor bahan bangunan yang masih lesu, kinerja AVIA tetap resilien, tercermin dari peningkatan pangsa pasar dan volume penjualan, struktur biaya yang efisien dan terkendali, neraca yang kuat, serta ekspansi jaringan distribusi yang berkelanjutan—memberikan fondasi yang solid untuk peningkatan profitabilitas ke depan. Valuasi AVIA masih tergolong menarik mengingat posisinya sebagai pemimpin pasar industri cat di Indonesia serta masih didiskon dibandingkan pemain global sejenis.

 

 

Risiko penurunan meliputi depresiasi IDR dan ketegangan geopolitik yang berpotensi meningkatkan harga bahan baku, daya beli yang masih lemah, tingkat kompetisi di segmen cat tembok, serta kenaikan ASP yang berpotensi mempengaruhi permintaan.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.

 

 

 

 

NH Korindo Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubuni CS kami via email CSO@nhsec.co.id