Today’s Outlook :

 

• PASAR AS : Wall Street ditutup mayoritas menguat pada Kamis, didorong penguatan sektor kesehatan dan membaiknya sentimen terkait Timur Tengah, yang mengimbangi pelemahan saham teknologi. S&P 500 naik 0,4% ke 7.584,82, sementara Dow Jones melonjak 1,7% ke rekor tertinggi 51.562,30. Nasdaq turun tipis ke 26.830,96. Reli saham AI sempat terhenti setelah saham Broadcom anjlok 12,6% pasca laporan keuangan. Meski pendapatan bisnis semikonduktor AI tumbuh kuat, proyeksi perusahaan dinilai belum memenuhi ekspektasi pasar yang sangat tinggi. Pelemahan Broadcom turut menekan saham semikonduktor lain seperti Micron, Arm, AMD, dan Qualcomm.

 

 

Di sisi makro, pasar tenaga kerja AS menunjukkan pemulihan yang solid setelah sempat melambat pada akhir tahun lalu. Kondisi ini memberi ruang bagi The Fed untuk lebih fokus mengendalikan inflasi di tengah kenaikan harga minyak. Pelaku pasar kini menantikan data nonfarm payrolls Mei yang akan dirilis Jumat sebagai indikator utama kekuatan pasar tenaga kerja AS.

 

 

 

• PASAR EROPA:Saham Eropa ditutup menguat pada Kamis seiring investor mencermati dampak kesepakatan gencatan senjata terbaru antara Israel dan Lebanon terhadap upaya mengakhiri perang Iran yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan. Indeks Stoxx 600 naik 0,5%, DAX Jerman menguat 0,5%, CAC 40 Prancis melonjak 1,2%, dan FTSE 100 Inggris naik 0,3%.

 

 

Di sektor teknologi, saham semikonduktor Eropa seperti STMicroelectronics dan ASML sempat melemah mengikuti penurunan saham Broadcom di AS. Meski Broadcom membukukan lonjakan pendapatan berkat tingginya permintaan chip AI, prospek bisnis yang diberikan perusahaan dinilai belum memenuhi ekspektasi sebagian investor.

 

 

 

• PASAR ASIA :Saham Asia melemah pada Kamis seiring aksi ambil untung di saham teknologi dan semikonduktor, sementara ketidakpastian terkait kesepakatan damai AS-Iran membuat sentimen pasar cenderung hati-hati.

 

 

Nikkei 225 Jepang turun 1,9% dan TOPIX melemah 1,4% setelah Gubernur BOJ Kazuo Ueda menyatakan bank sentral perlu mempertimbangkan kenaikan suku bunga di tengah meningkatnya risiko inflasi.

 

 

KOSPI Korea Selatan juga terkoreksi hingga 2%, dipimpin pelemahan saham chip seperti Samsung Electronics dan SK Hynix yang turun 2%-4% akibat aksi profit taking setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi.

 

 

Di China, indeks CSI 300 dan Shanghai Composite turun 0,2%-0,4%, meski pelemahan tertahan oleh reli berlanjut pada saham semikonduktor yang didukung optimisme perkembangan AI dan ekspektasi reshuffle indeks. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 1,2% akibat tekanan pada saham teknologi.

 

 

Di Indonesia, DPR RI mengesahkan undang-undang yang memperkuat peran Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta memberi kewenangan lebih besar kepada DPR untuk mengevaluasi regulator keuangan dan bank sentral. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran investor terkait potensi meningkatnya intervensi politik terhadap independensi Bank Indonesia, terutama di tengah ambisi Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8%. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan aturan baru akan memperluas mandat BI agar turut menciptakan lingkungan ekonomi yang mendukung pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja.

 

 

 

• KOMODITAS :Harga minyak turun pada Kamis, mengakhiri kenaikan tiga hari berturut-turut, setelah ketegangan di Timur Tengah sedikit mereda usai Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata sementara.

 

 

Brent crude turun 3,2% ke USD 94,74 per barel, sementara WTI melemah 3,8% ke USD 92,41 per barel. Koreksi ini terjadi setelah sebelumnya kedua kontrak naik masing-masing 6,3% dan 9,9% dalam tiga sesi terakhir.

 

 

Gangguan pasokan dari penutupan Selat Hormuz masih menjadi perhatian utama pasar, yang sebelumnya mendorong lonjakan harga minyak dan tekanan inflasi global. Meski begitu, harga masih bertahan di bawah USD 100 per barel sejak akhir Mei.

 

 

Di sisi pasokan, data Energy Information Administration menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 8 juta barel pada pekan yang berakhir 29 Mei, jauh lebih besar dari ekspektasi penurunan 4 juta barel. Selain itu, cadangan strategis AS (SPR) juga turun 8 juta barel, penurunan terbesar keenam sejak 1982.

 

 

 

• INDONESIA :IHSG per perdagangan Kamis kemarin ditutup terkoreksi dalam ke level 5,839.78 dimana melemah sejauh -1.7%*didukung oleh oleh pelemahan saham konglomerasi dan big caps.

 

 

Pada sesi pertama, IHSG sempat menuju lownya ke 5644.23 dimana low tersebut membreakdown 5800. Namun ketika sesi kedua terdapat perlawanan seiring rumor pelaku pasar dan pasar mencerna terkait peluang mundurnya Purbaya Yudhi Sadewa yang walaupun rumor itu dibantah, IHSG terus bergerak kembali memantul hingga ditutup di atas angka 5800 dan membentuk candle hammer. Untuk hari ini tetap berjaga – jaga terkait dengan perdagangan di akhir minggu ini terkait volatilitas market yang sangat ekstrim, mengingat pasar sangat mudah sekali fragile terkait dengan rumor fiskal yang mengarah pada tendensi negatif.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.