Daily Report | 19 May 2022
Kinerja buruk dan tekanan margin sejumlah perusahaan ritel, menekan bursa saham Wall Street. Indeks Nasdaq dan S&P
Kinerja buruk dan tekanan margin sejumlah perusahaan ritel, menekan bursa saham Wall Street. Indeks Nasdaq dan S&P
Investor Minati Lelang SBSN. Berdasarkan data DJPPR, total penawaran masuk lelang SBSN senilai IDR 17 triliun, atau
Pertumbuhan penjualan ritel dan output manufaktur AS April, masing-masing naik +0,9% MoM dan +1,1% MoM, meningkatkan
Afirmasi kenaikan FFR Mei 50 Bps, dan inflasi AS April yang tetap tinggi di level 8,1% YoY, menjadi sentimen negatif
BI 7DRRR tetap 3,50%. Investor mulai mencermati survei Bloomberg yang memproyeksikan BI akan menahan BI 7DRRR Mei pada
Bursa saham Wall Street mixed, jelang data penjualan ritel. Indeks Nasdaq turun 1,2%; kemudian diikuti oleh S&P 500
Indeks Harga Produsen AS April 11% YoY (Vs. Prev. 11,5%), melampaui konsensus 10,7%, dan dapat mematahkan pendapat
Inflasi April AS 8,3% YoY (Vs. Cons. 8,1% YoY) masih tinggi, namun lebih rendah dari bulan Maret yang mencapai 8,5% YoY.
Bursa saham Wall Street rebound, pasca koreksi tiga hari berturut-turut. Indeks Nasdaq dan S&P 500 menguat 0,98% dan