-GOVERNMENT BONDS-
Hasil penawaran masuk sejumlah lelang Surat Berharga Negara (SBN) terakhir, mengindikasikan pemulihan kondisi pasar obligasi domestik. Lelang Surat Utang Negara (SUN) kemarin, pemerintah berhasil catatkan penawaran masuk hingga IDR 52,7 triliun. Angka ini lebih tinggi dari lelang sebelumnya senilai IDR 33,9 triliun. Meredanya volatilitas yield UST ke level 1,5%, meningkatkan kepercayaan investor untuk kembali masuk ke lelang. Sementara itu, tingkat likuditas domestik yang tinggi, menopang penawaran masuk lelang kali ini. Lebih detail, FR087 mampu menghimpun penawaran tertinggi hampir IDR 20 triliun. Kemudian diikuti FR086 lebih dari IDR 12 triliun. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih wait and see, karena belum maksimal masuk pada tenor panjang. Adapun dalam lelang SUN akhir April 2021 ini, pemerintah berhasil menyerap dana senilai IDR 28 triliun.

-CORPORATE BONDS-
Mandiri Tunas Finance Rilis Obligasi IDR 1,4 Triliun. Mandiri Tunas Finance (MTF) kembali akan menambah permodalan melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2021 sebesar IDR 1,4 triliun. Obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) V dengan nilai total IDR 5 triliun. Penerbitan obligasi oleh anak perusahaan dari Bank Mandiri (Persero) Tbk ini terdiri atas dua seri, yaitu Obligasi Seri A dan Seri B. Obligasi Seri A memiliki jumlah pokok sebesar IDR 915,15 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,00% per tahun dan berjangka waktu tiga tahun. Obligasi seri B memiliki jumlah pokok sebesar IDR 485,70 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,65% per tahun dan berjangka waktu lima tahun. Obligasi ini mendapat peringkat idAA+ dengan outlook stabil dari Lembaga Pemeringkat Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). (Investor Daily)

-MACROECONOMY-
Tiga Sektor Manufaktur Cetak Kinerja Ekspor Terbaik. Neraca perdagangan industri pengolahan nonmigas sepanjang Januari-Maret 2021 mengalami surplus sebesar USD 3,69 miliar. Capaian positif ini merupakan hasil dari kinerja ekspor sektor manufaktur yang meningkat pada periode tersebut. Adapun tiga sektor yang membuat kinerja ekspor manufaktur tersebut menjadi gemilang. Terbesar adalah industri makanan dan minuman dengan sumbangsihnya sebesar USD 9,69 miliar, kemudian disusul industri logam dasar mencapai USD 5,87 miliar, serta industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar USD 4,18 miliar. (Kontan)

-RECOMMENDATION-
Melandainya Yield UST, Seiring Berkurangnya Kekhawatiran Inflasi AS. Sentimen ini berpeluang membuat pergerakan pasar SUN kembali mixed hari ini. Investor dapat kembali mencermati tenor pendek dan menengah, seperti FR0086 dan FR0087. Di sisi lain, kenaikan kasus aktif virus Covid-19 di global, berpeluang membuat pelaku pasar cenderung menghindari tenor panjang. Investor dapat melakukan selektif buy pada FR0088 dan FR0083, di tengah penantian hasil rapat the Fed. Di sisi lain, rilis data Consumer Confidence AS berada di angka 121,7 yang merupakan posisi tertinggi dalam 14 bulan terakhir.