Daily Report | 25 May 2022
Memudarnya momentum ekonomi, seiring melambatnya aktivitas manufaktur, dan penjualan rumah baru yang turun lebih dalam,
Memudarnya momentum ekonomi, seiring melambatnya aktivitas manufaktur, dan penjualan rumah baru yang turun lebih dalam,
Penguatan bursa Wall Street awal pekan, didukung kenaikan sejumlah saham perbankan dan teknologi berkapitalisasi besar.
Volatilitas rupiah jelang RDG BI dan FOMC Meeting Minutes, akan mewarnai pergerakan IHSG empat hari bursa ini.
Bursa Wall Street akhir pekan ditutup mixed, pasca mengalami tekanan terkait kekhawatiran mengenai inflasi. Indeks
Bursa Wall Street kembali terkoreksi, seiring tekanan inflasi mulai membebani kinerja perusahaan. Indeks Dow Jones
Kinerja buruk dan tekanan margin sejumlah perusahaan ritel, menekan bursa saham Wall Street. Indeks Nasdaq dan S&P
Pertumbuhan penjualan ritel dan output manufaktur AS April, masing-masing naik +0,9% MoM dan +1,1% MoM, meningkatkan
BI 7DRRR tetap 3,50%. Investor mulai mencermati survei Bloomberg yang memproyeksikan BI akan menahan BI 7DRRR Mei pada
Bursa saham Wall Street mixed, jelang data penjualan ritel. Indeks Nasdaq turun 1,2%; kemudian diikuti oleh S&P 500