Daily Report | 26 April 2022
Selain kekhawatiran kebijakan moneter ketat the Fed pekan depan, investor kembali mencermati dampak lockdown akibat
Selain kekhawatiran kebijakan moneter ketat the Fed pekan depan, investor kembali mencermati dampak lockdown akibat
Sentimen Negatif Pekan Lalu. Sikap dovish BI dan revisi pertumbuhan ekonomi Indonesia, menjadi sentimen negatif pasar
Investor mulai mencermati survei Bloomberg untuk pertemuan FOMC Mei mendatang, yang memproyeksikan kenaikan suku bunga
Spekulasi kenaikan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 75 Bps, menekan bursa saham Wall Street turun lebih dari 2%. Dow Jones
Aksi Beli Selektif FR0091. Investor mulai minati FR0091, pasca catatkan yield mendekati level psikologis 7%. Kemarin,
Bursa saham Wall Street berakhir melemah, Nasdaq turun lebih dari 2%. Sahamsaham teknologi sensitif terhadap suku bunga,
Sentimen Revisi Pertumbuhan Ekonomi. Investor merespon negatif Bank Indonesia (BI), yang memangkas proyeksi pertumbuhan
Rilis kinerja emiten dorong bursa saham Wall Street ditutup variatif. Dow Jones berakhir naik 0,71%, sedangkan S&P
Surplus Neraca Dagang Topang Pasar SUN. Kinerja perdagangan Indonesia yang catatkan surplus USD 4,53 miliar (Vs. Cons.