Daily Report | 23 May 2022
Bursa Wall Street akhir pekan ditutup mixed, pasca mengalami tekanan terkait kekhawatiran mengenai inflasi. Indeks
Bursa Wall Street akhir pekan ditutup mixed, pasca mengalami tekanan terkait kekhawatiran mengenai inflasi. Indeks
Depresiasi Rupiah Masih Mewarnai Pasar SUN. Pada awal perdagangan kemarin, rupiah sempat terdepresiasi ke level IDR
Bursa Wall Street kembali terkoreksi, seiring tekanan inflasi mulai membebani kinerja perusahaan. Indeks Dow Jones
Surplus neraca dagang seiring pertumbuhan ekspor, dengan impor yang terjaga, menjadi katalis positif perdagangan
Kinerja buruk dan tekanan margin sejumlah perusahaan ritel, menekan bursa saham Wall Street. Indeks Nasdaq dan S&P
Investor Minati Lelang SBSN. Berdasarkan data DJPPR, total penawaran masuk lelang SBSN senilai IDR 17 triliun, atau
Pertumbuhan penjualan ritel dan output manufaktur AS April, masing-masing naik +0,9% MoM dan +1,1% MoM, meningkatkan
Afirmasi kenaikan FFR Mei 50 Bps, dan inflasi AS April yang tetap tinggi di level 8,1% YoY, menjadi sentimen negatif
BI 7DRRR tetap 3,50%. Investor mulai mencermati survei Bloomberg yang memproyeksikan BI akan menahan BI 7DRRR Mei pada