Today’s Outlook:
MARKET AS: Initial Jobless Claims dirilis 231ribu, lebih tinggi dari perkiraan 220ribu klaim pengangguran pada minggu lalu. Sedangkan Philadelphia Manufacturing Index yang mengukur kondisi usaha pada umumnya di Philadelphia masih berkutat di wilayah kontraksi walaupun agak membaik di atas forecast. Kedua data di atas  menimbulkan kekhawatiran akan situasi perlambatan ekonomi, tepat pada saat The Fed diharapkan untuk menjaga suku bunga tinggi untuk beberapa waktu lamanya. Seolah mengamini pemikiran tersebut, Industrial Production (Oct) juga memperbesar kontraksi dan merupakan pertumbuhan negatif terendah dalam 4bulan terakhir. Malam ini sekitar pukul 20.30 WIB akan dinanti data Building Permits dan Housing Starts (Oct) yang akan menilai kesehatan sektor properti AS.

KOMODITAS: Saham-saham Energi jatuh lebih dari 2% disebabkan anjloknya harga Minyak mentah ke bawah USD 73/barrel dipicu oleh kekhawatiran akan permintaan. Pabrik penyulingan China memproses jumlah Minyak lebih sedikit di bulan Oktober dibanding bulan sebelumnya, menimbulkan pertanyaan apakah outlook permintaan dari negara importer Minyak terbesar di dunia ini mulai melemah, di saat perlambatan ekonomi global juga turut membebani potensi naik harga Crude Oil. Harga Minyak kompak merosot hampir 5% ke titik terendah mereka dalam 4bulan, menyeret Brent turun ke level USD 77.42 / barrel, sementara WTI drop ke harga USD 72.90/barrel. Bicara mengenai supply-demand, OPEC dan International Energy Agency (IEA) keduanya telah memprediksikan persediaan akan semakin ketat di kuartal 4 tahun ini, namun pada saat yang sama data dari AS menunjukkan bahwa cadangan persediaan Minyak mereka melimpah; membuat harga Crude Oil kehilangan daya saing.

MARKET EROPA: Beberapa data ekonomi akan dinantikan dari benua Eropa; dimulai dari Inggris yang siang ini akan merilis pertumbuhan Retail Sales (Okt.), disusul data makroekonomi penting dari Eurozone yang akan disorot para pelaku pasar yaitu CPI (Okt.) di mana tingkat Inflasi di sana diharapkan mampu melunak ke level 2.9% yoy, dari 4.3% di bulan sebelumnya.

Corporate News
Refinancing, Tower Bersama (TBIG) Jajakan Obligasi IDR 1.51 Triliun Tower Bersama Infrastructure (TBIG) akan menawarkan obligasi senilai IDR 1.51 triliun. Surat utang itu babian obligasi berkelanjutan tahap VI sejumlah IDR 20 triliun. Obligasi sebesar itu, ditawarkan dengan tingkat bunga tetap sebesar 6.75% per tahun, dan jangka waktu 370 hari Kalender sejak tanggal emisi. Seluruh dana hasil obligasi, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dipinjamkan USD 62.16 juta atau setara IDX 975,8 miliar kepada Tower Bersama (TB) untuk pelunasan seluruh pokok pinjaman. Lalu, sisa maksimal USD 34 juta setara IDR 533,8 miliar kepada Solu Sindo Kreasi Pratama (SKP) untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman. (Emiten News)

Domestic Issue
Didorong Sentimen Pemilu, Penerbitan Obligasi Korporasi Diramal Semarak Tahun Depan Aktivitas penerbitan obligasi korporasi diramal lebih semarak di tahun 2024. Musim pemilihan umum (pemilu) dinilai akan mendorong perusahaan untuk menerbitkan surat utang. Kepala Divisi Riset Ekonomi PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Suhindarto mengatakan, penerbitan obligasi korporasi tahun depan bakal lebih ramai dibandingkan tahun 2023. Hal itu sejalan dengan jumlah surat utang korporasi yang akan jatuh tempo di tahun 2024. Berdasarkan data Pefindo per akhir Oktober, nilai jatuh tempo surat utang tahun 2024 adalah sebesar IDR 146.12 triliun. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2023 ini yang hanya sebesar IDR 126.89 triliun dan tertinggi kedua setelah kedua setelah tahun 2022 lalu yang mencapai IDR 155.19 triliun. Darto memperkirakan adanya kebutuhan pembiayaan kembali (refinancing) yang lebih tinggi di tahun 2024. Hal tersebut seiring dengan nilai surat utang yang jatuh tempo tahun depan lebih besar dibandingkan tahun ini. Korporasi juga lebih berani mengeluarkan surat utang karena roda ekonomi tergerak oleh berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Pemilu serentak. Tidak hanya pemilihan Presiden, tahun depan juga terdapat pemilu kepala daerah di banyak provinsi, “Sehingga hal ini akan mendorong aktivitas perekonomian untuk tetap solid. Perusahaan membutuhkan pendanaan tambahan untuk menjawab permintaan yang meningkat,” imbuh Darto. (Kontan)

Recommendation
US10YT uji Support previous Low sekitar yield 4.44% dalam rangka menggenapi target bottom sekitar yield 4.31%. ADVISE : kurangi posisi. Resistance terdekat adalah MA10 pada yield 4.55%

ID10YT diperkirakan akan uji Support dari level previous Low sekitar yield 6.70%, dalam rangka turun ke arah yield 6.465%. ADVISE : kurangi posisi. Resistance 3 lapis Moving Averaage menghalangi yield naik di jajaran 6.80% – 6.97%.

Download full report HERE.