Top Line Positif vs Bottom Line Negatif
MAIN mencatatkan kerugian bersih Rp24 miliar pada 3Q17 dibandingkan dengan laba bersih Rp65 miliar pada 3Q16. Penyebab utama penurunan kinerja MAIN adalah peningkatan beban bahan baku penjualan sehingga margin kotor turun dari 19% pada 3Q16 menjadi 9% pada 3Q17.

Divisi Pakan Ternak yang Tertekan Kenaikan Bahan Baku
Divisi pakan ternak yang berkontribusi 66% terhadap total penjualan mengalami penurunan margin EBIT dari 13% pada 3Q16 menjadi 7% pada 3Q17. Hal ini disebabkan oleh tingginya harga jagung lokal dibandingkan dengan harga jagung impor.

Namun kami mengamati bahwa harga jagung lokal turun 9% pada Desember 2017 dibandingkan November 2017. Harga jagung lokal yang telah stabil sebesar Rp3.700/kg akan mengakhiri tekanan margin EBIT pada 2018.

 

Download laporan lengkapnya di SINI.