Today’s Outlook :

 

• PASAR AS : Wall Street ditutup menguat pada Rabu menjelang laporan keuangan NVIDIA, yang menjadi ujian penting bagi reli saham berbasis AI. S&P 500 naik 1,1% ke 7.432,24 poin, NASDAQ menguat 1,6% ke 26.270,36 poin, dan Dow Jones naik 1,3% ke 50.009,35 poin.

 

 

Sentimen pasar turut terbantu meredanya aksi jual obligasi yang mendorong yield Treasury AS turun, sehingga tekanan terhadap saham berkurang. Optimisme pasar juga meningkat setelah Presiden Donald Trump menyebut AS berada di “tahap akhir” negosiasi damai dengan Iran. Yield obligasi AS tenor 10 tahun turun di bawah 4,6%, sementara harga minyak ikut melemah seiring harapan tercapainya kesepakatan AS-Iran.

 

 

Meski NVIDIA membukukan kinerja di atas ekspektasi, memberikan proyeksi pendapatan kuartal II yang positif, dan mengumumkan buyback saham senilai USD80 miliar, sahamnya justru turun 1,3% di perdagangan after-hours. Investor sebelumnya telah memasang ekspektasi sangat tinggi terhadap NVIDIA di tengah lonjakan permintaan infrastruktur AI.

 

 

Fokus pasar kini beralih ke laporan keuangan Walmart yang akan dirilis Kamis sebelum pasar dibuka, untuk melihat kondisi belanja konsumen AS dan dampak tarif terhadap biaya perusahaan.

 

 

 

• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa ditutup menguat pada Rabu menjelang laporan keuangan NVIDIA yang dinilai dapat memberi gambaran terbaru terkait tren booming AI. Indeks Stoxx 600 naik 1,5%, DAX Jerman menguat 1,4%, CAC 40 Prancis naik 1,7%, dan FTSE 100 Inggris bertambah 1%.

 

 

Investor juga menantikan rilis final data inflasi Zona Euro April, sementara inflasi Inggris dilaporkan mulai mereda. Meski begitu, pasar masih khawatir kenaikan harga dapat mendorong European Central Bank (ECB) dan bank sentral lainnya kembali menaikkan suku bunga.

 

 

Kenaikan yield obligasi pemerintah dalam beberapa hari terakhir juga sempat membayangi sentimen pasar saham.

 

 

 

• PASAR ASIA :Bursa saham Asia mayoritas melemah pada Rabu, dipimpin tekanan pada saham teknologi yang mengikuti pelemahan Wall Street menjelang laporan keuangan NVIDIA. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,5%, sementara TOPIX melemah 1,7%. Di Korea Selatan, KOSPI anjlok lebih dari 2,5%. Saham Samsung berbalik turun lebih dari 4% setelah negosiasi dengan serikat pekerja kembali gagal mencapai kesepakatan. Media lokal melaporkan serikat pekerja Samsung tetap akan melakukan aksi mogok mulai Kamis, 21 Mei.

 

 

Kenaikan yield obligasi global turut membebani saham teknologi dan growth, khususnya sektor semikonduktor yang selama ini menjadi motor reli AI.

 

 

Di China, bank sentral mempertahankan suku bunga pinjaman acuan (LPR) untuk bulan ke-12 berturut-turut, dengan LPR 1 tahun tetap di 3,00% dan LPR 5 tahun di 3,50%, sesuai ekspektasi pasar. Kebijakan ini dinilai belum cukup mendorong sentimen pasar karena investor masih khawatir terhadap lemahnya permintaan kredit dan krisis sektor property. Shanghai Composite turun 0,5%, CSI 300 melemah 0,4%, sementara Hang Seng Hong Kong turun 1,1%.

 

 

 

• KOMODITAS :Harga minyak naik pada perdagangan awal Asia Kamis setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington siap menyerang Iran jika negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan damai.

 

 

Meski begitu, Trump juga menyatakan masih bersedia menunda aksi militer lebih lanjut karena sebelumnya melihat adanya perkembangan dalam negosiasi dengan Teheran.

 

 

Brent kontrak Juli naik 0,5% ke USD105,53 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,9% ke USD94,83 per barel pada pukul 20:05 ET (00:05 GMT).

 

 

 

• INDONESIA :IHSG ditutup kembali melemah pasca pidato Presiden RI terkait rancangan kebijakan makro 2027 dimana turun -0.82% ke level 6,318.5. IHSG masih tertekan oleh aksi jual saham konglomerasi dan outflow asing seiring antisipasi pasar terkait rebalancing MSCI Mei 2026 khususnya pada saham DSSA, BREN, TPIA dan AMMN yang masih mengalami tekanan jual.

 

 

Di tengah tekanan pasar, beberapa saham blue chip seperti TLKM sebagai saham defensif masih turut menguat di tengah kekhawatiran pelemahan Rupiah terhadap USD.

 

 

Sentimen USD/IDR juga masih menjadi perhatian utama pasar. Bank Indonesia akhirnya melakukan langkah hawkish yang cukup mengejutkan per kemarin, dimana menaikkan suku bunga acuan sebesar +50 Bps untuk melakukan langkah intervensi stabilisasi USDIDR.

 

 

Jika tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji area 6,000 sebagai benteng psikologis terakhir hingga gap sekitar area 6100. Untuk jangka pendek, pelaku pasar dapat mencermati saham-saham yang masih mampu bertahan di area support dengan fundamental solid dan valuasi menarik.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.