Today’s Outlook:
Indeks saham AS bergerak tipis di teritori positif; indeks Dow Jones bahkan membukukan kenaikan selama 8 hari berturut-turut di tengah-tengah sentimen laporan keuangan kuartalan. AS melaporkan pertumbuhan Retail Sales (Juni) yang dirilis di bawah ekspektasi, tumbuh hanya 0.2% secara bulanan dan 1.49% secara tahunan;  tak mampu penuhi ekspektasi dan jelas di bawah bulan sebelumnya. Demikian pula Industrial Production (Juni) mereka yang terdata malah catatkan pertumbuhan negatif -0.43% yoy dan -0.5% mom, sangat jauh di luar dugaan yang memperkirakan pertumbuhan positif atau setidaknya flat. Data kesehatan sektor properti pun= telah dipublikasikan di mana data US Building Permits dan Housing Starts di bulan Juni seluruhnya menunjukkan penurunan.

Kabar baik datang dari benua Eropa di mana Inggris yang berhasil melaporkan pertumbuhan Inflasi yang semakin terkendali, tercatat 7.9% yoy dan 0.1% mom di bulan Juni, jelas mengalahkan konsensus & posisi bulan May. Demikian pula mereka berhasil menekan PPI Input & Output mereka di bulan Juni semakin mendingin dari periode sebelumnya. Zona Eropa pun melaporkan pertumbuhan Inflasi yang semakin menjinak di mana CPI (Juni) terpantau 5.5% yoy, melandai cukup signifikan dibanding 6.1% di bulan Mei; walau secara bulanan CPI ini malah terdata naik 0.3% mom (vs 0% di bulan sebelumnya). Sebaliknya secara Core CPI, Zona Eropa malah mencatatkan pertumbuhan 5.5% yoy dan 0.4% yang ternyata masih di atas performa bulan sebelumnya.

Pagi ini Jepang telah merilis Trade Balance (Juni) di mana secara tak terduga mereka malah melaporkan surplus JPY43 miliar, didukung oleh peningkatan Ekspor & turunnya Impor; di tengah prediksi defisit dan performa bulan lalu yang sangat defisit. Berikutnya akan dipantau beberapa highlight penting dari seantero dunia, dimulai dari keputusan bank sentral China mengenai suku bunga di mana konsensus memperkirakan akan dijaga tetap flat di level 3.55%. Setelah itu menyusul Indonesia yang akan laporkan Retail Sales, kemudian disusul siangnya data German PPI (Juni) yang juga diharapkan mampu semakin mendingin mengikuti negara-negara Eropa sebelumnya. Dan akhirnya pada malam hari ini, para pelaku pasar global akan memonitor rilis data US Initial Jobless Claims yang diharapkan bisa semakin bertambah; serta Index Manufacture Philadelphia Fed yang tampaknya cukup penting sebagai benchmark pertumbuhan ekonomi AS. Satu lagi pelengkap data sektor perumahan AS yang ditunggu-tunggu adalah Existing Home Sales (Juni) yang sebenarnya juga diprediksi akan alami penurunan.

Corporate News
Bayar Utang, Steel Pipe Industry (ISSP) Jajakan Obligasi IDR 110,35 Miliar Steel Pipe Industry alias Spindo (ISSP) akan menawarkan surat utang IDR 110,35 miliar. Obligasi berkelanjutan II Spindo tahap II tahun 2023 itu, bagian dari obligasi berkelanjutan II Spindo dengan target IDR 500 miliar. Obligasi sebesar IDR 110,35 miliar ditawarkan dengan tingkat bunga 7 persen per tahun, dan jangka waktu 367 hari kalender sejak tanggal emisi. (Emiten News)

Domestic Issue
Nilai Penerbitan Obligasi Secara Nasional Turun pada Semester I, Apa Penyebabnya? Penerbitan surat utang secara nasional pada semester 1 2023 tercatat sebesar IDR 45,99 triliun. Jumlah tersebut lebih rendah 37% dibanding periode sama tahun 2022 yang total nilai penerbitannya mencapai IDR 72,73 triliun. Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Niken Indriasih mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat penerbitan surat utang secara nasional pada paruh pertama tahun ini lebih rendah. Dari eksternal, risiko ketidakpastian global masih tinggi karena ketegangan politik antara Rusia-Ukraina dan Amerika Serikat-China. Selain itu, inflasi yang masih tinggi di sejumlah negara maupun kawasan membuat para bank sentral lanjut menaikkan suku bunganya pada tahun 2023 ini. Dari domestik, keperluan refinancing surat utang pada 2023 tidak sebesar tahun 2022. Turunnya harga komoditas juga membuat kebutuhan modal kerja pada tahun ini tidak setinggi tahun lalu. Lebih lanjut, Niken melihat bahwa tahun 2023 merupakan fase penurunan penerbitan surat utang dalam siklus lima tahunan. Fase tertingginya sudah terjadi pada tahun 2022. (Kontan)

Recommendation
US10YT ternyata jebol Support lower channel plus MA50, menjadikan level 3.768-3.794% sebagai Resistance yield terdekat saat ini. Konsolidasi bisa berlanjut serendah-rendahnya sampai TARGET 3.437%. Sepertinya ini dipengaruhi oleh rilis data2 ekonomi AS yang semakin mengarah ke kondisi soft landing. ADVISE: SELL, kurangi posisi.

Sebaliknya ID10YT malah terbukti mampu break resistance upper channel (downtrend) , di mana hal ini membuka potensi penguatan menuju TARGET yield : 6.339% (MA50) atau 6.407% sesuai pattern. ADVISE : lakukan AVERAGE UP atau BUY. Dengan demikian ID10YT akan semakin menarik seiring semakin lebarnya jurang perbedaan dengan yield US10YT.

Download full report HERE.