Today’s Outlook:
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat pada awal pekan ini, rebound dari kekalahan minggu lalu seiring para investor menunggu data ekonomi penting yaitu US CPI & PPI untuk bulan Juni yang sedianya dirilis hari Rabu & Kamis mendatang; sementara itu para pejabat Federal Reserve mengeluarkan pernyataan bahwa mungkin trend naik suku bunga sudah mendekati akhirnya. CPI dari negara ekonomi terbesar dunia ini diharapkan mampu semakin melandai ke tingkat 3.1% YoY (akan merupakan laju pertumbuhan terlambat sejak Maret 2021). Secara bulanan, juga diperkirakan hanya sedikit terakselerasi sebesar 0.3% MoM. Sementara itu, Inflasi Inti yang sangat dipantau oleh para pembuat kebijakan bank sentral, diprediksi berada di posisi 5% YoY dan 0.3% MoM. Para pelaku pasar akan sangat  fokus melihat apakah tekanan Inflasi bisa semakin menjinak, yang mana bisa menjelaskan prospek trend suku bunga di mana banyak pelaku pasar telah memperhitungkan 92% kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25bps pada FOMC Meeting bulan ini (seperti dilansir dari Fed Rate Monitor Tool milik Investing.com). Di tempat lain, beberapa pejabat Fed mengatakan pada hari Senin bahwa kenaikan suku bunga lanjutan masih diperlukan untuk menurunkan Inflasi yang masih terlalu tinggi, tetapi akhir dari siklus kebijakan moneter ketat bank sentral AS saat ini semakin dekat.

Mengawali pekan sarat data Inflasi ini, tekanan deflasi terungkap semakin memuncak di China secara Producer Price Index (PPI) mereka turun 5,4% YoY pada bulan Juni akibat permintaan domestik dan asing yang sama-sama melemah. Ini merupakan penurunan paling tajam sejak 2015 dan lebih curam dari perkiraan analis 5,0%. Selain itu, indeks harga konsumen juga flat alias 0% YoY dengan penyebab utama adalah turunnya harga daging babi (pork) sebesar 7.2%. CPI yang tak mampu penuhi konsensus 0.2% ini merupakan pertumbuhan yang paling lambat sejak 2021. Rilis data tersebut memperkuat spekulasi bahwa bank sentral China akan terus memangkas suku bunga dan mengungkap langkah-langkah stimulus baru demi menyediakan bahan bakar bagi pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Hari ini giliran benua Eropa yang akan merilis sejumlah data penting terkait ketenagakerjaan dan upah pekerja (Inggris), disusul Jerman yang akan mengumumkan data Inflasi Juni mereka. Jerman juga akan mengungkapkan sentimen & pandangan ekonomi 6 bulan ke depan melalui data ekonomi German ZEW Current Conditions & Economic Sentiment (Juli) yang mana diprediksi masih akan menyiratkan aura pesimisme. Bank Indonesia (BI) mencatat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi sedikit mengalami penurunan, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Juni di angka 127.1, turun sedikit dibandingkan 128.3 pada bulan Mei. Adapun BI meyakini pembacaan itu masih terjaga di zona kuat, didukung oleh optimisme konsumen akan tetap solidnya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

Corporate News
Tower Bersama (TBIG) Kantongi Peringkat AA+ Untuk Penerbitan Obligasi IDR 20 Triliun Fitch Ratings Indonesia telah menetapkan program obligasi senilai IDR 20 triliun dari PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBI, BBB-/AA+ (idn)/Stabil) dan penerbitan tahap pertama sebesar IDR 1,5 triliun Peringkat Nasional Jangka Panjang ‘AA+(idn)’. Penerbitan ini diperingkat pada tingkat yang sama dengan Peringkat Nasional Jangka Panjang TBI karena surat utang tersebut mewakili kewajiban senior tanpa jaminan. Perusahaan menara independen yang berbasis di Indonesia ini akan menggunakan hasil penerbitan untuk membiayai kembali utang yang ada. (Emiten News)

Domestic Issue
Pemerintah Pasang Target Indikatif Rp 21 triliun pada Lelang SUN Hari Ini Pemerintah akan menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah pada Selasa hari ini (11/7). Pada lelang kali ini, pemerintah menetapkan target indikatif sebesar IDR 14 triliun– IDR 21 triliun. Berdasarkan keterangan laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, terdapat tujuh seri SUN yang akan dilelang mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Lelang bertujuan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2023. (Kontan)

Recommendation
Yield US10YT setelah sentuh Kembali area tertinggi tahun ini , walau masih bertahan di atas level psikologis yield di atas 4% namun tanda2 pullback di area Resistance ini mulai terlihat, thanks to RSI negative divergence yang menjadi leading indicator kemarin. Antisipasi konsolidasi sejenak ke Support terdekat yaitu : yield 3.968% – 3.948% (MA10). ADVISE : HOLD , SELL ON STRENGTH or set your Trailing Stop. Yield ID10YT semakin menarik dengan melonjak naik ke tingkat yield 6.335%, ada usaha penembusan Resistance dengan menyeruak ke atas MA10 & MA20 sekaligus upper channel ; menjadikan range : 6.304-6.261% sebagai Support yield saat ini. ADVISE : Average Up accordingly. TARGET : MA50 / yield 6.377% , disusul 6.438% / 6.478%.

Download full report HERE.