Today’s Outlook:
Dari Pasar US, adapaun highlight data ekonomi Hari Jumat didominasi oleh pembacaan awal sentimen konsumen dari University of Michigan. Angka keluar di 67.7 untuk bulan September, lebih rendah dari ekspektasi 69.1. Sentimen yang lebih bersemangat muncul Jumat paginya dari publikasi China Industrial Production yang meningkat di atas perkiraan untuk bulan Agustus (actual : 4.5% yoy , vs forecast : 4.0%) , serta Retail Sales yang juga dirilis lebih baik dari perkiraan (actual : 4.6% yoy, vs forecast : 3.0%). Di pasar obligasi, yield US Treasury tenor 10 Tahun mendekati level tertinggi baru dalam 16 tahun di 4,338%.

Anggota asosiasi buruh di AS, United Auto Workers mogok kerja di pabrik-pabrik utama dari tiga merek mobil ternama General Motors, Ford, dan Stellantis sang pembuat Jeep. Para pekerja walkout dari pabrik-pabrik mereka di wilayah Michigan, Ohio, dan Missouri di tengah ketidaksepakatan atas kontrak buruh yang baru.

Komoditas: Harga Minyak membukukan keuntungan 3 minggu berturut-turut, di mana sekarang WTI sudah diperdagangkan di atas USD 90 / barrel untuk pertama kalinya dalam 10bulan, berkat data terbaru dari China (pengimpor terbanyak).

Berbicara mengenai Pasar Domestik, harga Surat Utang Negara (SUN) pekan ini diperkirakan meningkat akibat ditopang dengan kurs nilai tukar,. Suku bunga The Fed dan Bank Indonesia yang diproyeksikan stabil juga tekan apresiasi lelang pekan ini. Penguatan nilai tukar sejalan dengan penguatan neraca dagang Indonesia. Neraca perdagangan Agustus 2023 surplus USD 3.12 miliar, melonjak dibandingkan Juli 2023 di posisi USD 1.29 miliar.

Dengan demikian, imbal hasil untuk obligasi negara Indonesia tenor 10 tahun diperkirakan ada pada kisaran 6.4- 6.5% atau lebih rendah dari pekan lalu. Sementara itu, pada Selasa esok (19/9/2023), pemerintah akan melakukan lelang SUN dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2023.

Sebanyak tujuh seri yang akan masuk dalam lelang tersebut dengan target indikatif IDR 14 triliun dan maksimal IDR 21 triliun. Imbas dari rendahnya imbal hasil adalah lemahnya penawaran yang akan masuk pada lelang kali ini, lebih rendah ketimbang lelang sebelumnya. Lelang yang masuk berkisar di IDR 30 triliun, jauh lebih rendah dari lelang pekan lalu dengan incoming bids mencapai IDR 50 triliun. Tenor 10 tahun yakni FR96 masih jadi favorit, namun demikian seri terbaru yakni FR0100 juga akan diburu oleh para investor.

Corporate News
Refinancing, Pyridam Farma Rilis Obligasi IDR 400 Miliar PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), emiten farmasi akan merilis obligasi dengan emisi senilai IDR 400 miliar dengan bunga 9.5% per tahun untuk pelunasan surat utang atau refinancing. Berdasarkan prospektus dikutip Investor Daily, Minggu (17/9/2023), obligasi PYFA merupakan bagian obligasi berkelanjutan I Pyridam Farma dengan target dana sebesar Rp 1,2 triliun. Dana obligasi, sebesar 77.52% untuk pelunasan obligasi PYFA I 2020, sekitar 13.24% untuk pembayaran sebagian pinjaman kepada Bank OCBC NISP Tbk, dan sisanya untuk modal kerja perseroan. Obligasi PYFA ini mendapatkan rating BBB dari PT Kredit Rating Indonesia. (Berita Satu)

Domestic Issue
Pemerintah Siapkan Private Placement SUN Dalam Rangka PPS Pekan Depan Pemerintah akan kembali melakukan transaksi private placement Surat Utang Negara (SUN) dalam rangka penempatan dana atas Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Transaksi akan digelar pada 25 September 2023 pekan depan. Transaksi private placement akan dilaksanakan Senin 25 September 2023, sedangkan setelmennya ditetapkan Jumat, 29 September 2023. Ada dua seri SUN yang akan ditawarkan dalam rangka pelaksanaan transaksi private placement untuk periode September 2023. Yang pertama adalah seri FR0099 (reopening) dalam mata uang rupiah, dan USDFR 0003 (reopening) dalam mata uang dolar AS. (Emiten News)

Recommendation
US10YT membentuk candle SHOOITNG STAR di area ressisantce dalam rangka menembus level previous High yield 4.366%. Jika penembusan tak kunjung berhasil  karena survei keputusan The Fed adalah rate pause di range 5.25%-5.50%, maka US10YT kemungkinan bisa mundur teratur, apalagi sudah terdeteksi RSI negative divergence. ADVISE : anticipate trend reversal (pullback menuju support : 4.294% / 4.240%).

ID10YT menyentuh Resistance upper channel tepat pada High yield 6.789% sementara RSI negative divergence. ADVISE : antisipasi trend reversal (pullback ). Support : 6.692% / 6.612% / 6.544%.

Download full report HERE.