Today’s Outlook:

MARKET AS: Data ekonomi yang menunjukkan penambahan lapangan kerja sektor publik di bulan April ternyata di bawah ekspektasi. Hal ini meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve bisa mulai memotong suku bunga lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Imbal hasil US Treasury tenor 10-tahun turun 6 basis poin menjadi 4.511% setelah data NONFARM PAYROLL menunjukkan ekonomi AS menambah lapangan kerja dengan laju yang lebih lambat di bulan April, hanya menambahkan 175.000 lapangan kerja bulan lalu (terendah sejak Oktober 2023), meleset dari perkiraan 243,000 perkiraan ekonom yang di-polling Reuters, pun dibandingkan dengan angka 315,000 dari revisi Maret. Unemployment Rate juga naik menjadi 3.9% pada bulan April, naik dari 3.8% bulan sebelumnya, tetapi masih merupakan bulan ke-27 berturut-turut di bawah 4%. Pertumbuhan Upah rata-rata per jam sebesar 3.9% merupakan yang terkecil sejak Mei 2021 dan terus mengalami penurunan yang stabil menuju kisaran pertengahan 3%, yang menurut para pejabat bank sentral AS sejalan dengan target Inflasi mereka sebesar 2%.

YIELD US TREASURY turun, bersama dengan DOLLAR , setelah laporan Nonfarm Payrolls di atas di mana para investor telah memajukan penurunan suku bunga The Fed tahun ini ke bulan September, dengan pasar memperkirakan adanya peluang 66,8% untuk penurunan setidaknya 25 bps, naik dari 61.6% di sesi sebelumnya, menurut FedWatch Tool CME Group. Imbal hasil obligasi AS tenor 10-tahun yang menjadi acuan turun 6.1 basis poin menjadi 4.51%, dari 4.571% pada akhir Kamis, sementara imbal hasil obligasi 2-tahun, yang biasanya bergerak sesuai ekspektasi suku bunga, turun 6.5 basis poin menjadi 4.8119%, dari 4.877%. Obligasi tenor 10-tahun tsb turun hampir 17 basis poin dalam seminggu, penurunan mingguan terbesar sejak pertengahan Desember ; sedangkan obligasi tenor 2-tahun turun sekitar 19 basis poin, merupakan penurunan mingguan terbesar sejak awal Januari. Indeks saham MSCI di seluruh dunia naik 8.67 poin, atau 1.14%, menjadi 769.19 dan naik 0.91% pada minggu ini, sejalan dengan kenaikan mingguan kedua berturut-turut.

Terhadap Yen Jepang , DOLLAR melemah 0.48% pada 152.89 sementara Poundsterling menguat 0.1% menjadi $ 1.2547. Greenback telah jatuh lebih dari 3% terhadap Yen dalam seminggu, persentase penurunan mingguan terbesar sejak akhir November. YEN JEPANG melanjutkan rebound-nya dari posisi terendah dalam 34 tahun, mengakhiri minggu yang penuh gejolak di mana terdapat dugaan intervensi dari otoritas Jepang pada. Para trader mencurigai pihak berwenang Jepang akan mengambil tindakan setidaknya 2 hari pada minggu ini dan data dari Bank of Japan menunjukkan para pejabat Jepang mungkin telah menghabiskan sekitar USD 60 miliar untuk mempertahankan Yen yang terjerembab.

KOMODITAS : Harga MINYAK turun dan berada di jalur penurunan mingguan tertajam dalam 3 bulan setelah laporan ketenagakerjaan. Minyak mentah US WTI turun 1.06% menjadi USD 78.11 / barel dan BRENT menetap di USD 82.96 / barel, turun 0.85%.

Corporate News
Medco Energi (MEDC) Menyiapkan USD 150 Juta Untuk Buyback Surat Utang PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menyiapkan dana sebanyak-banyaknya USD 150 juta untuk membeli kembali (buyback) dua surat utang yang diterbitkan oleh dua anak usaha yang dimiliki MEDC secara tidak langsung. Dua seri surat utang yang akan dibeli kembali adalah surat utang senior jatuh tempo 2026 dengan bunga 7.375% yang diterbitkan oleh Medco Oak Tree Pte Ltd dan surat utang senior jatuh tempo 2027 dengan bunga 6.375% yang diterbitkan oleh Medco Bell Pte Ltd. “Keseluruhan harga pembelian untuk penawaran tender keduanya adalah sebanyak banyaknya USD 150 juta, tidak termasuk bunga terakumulasi yang berlaku,” ungkap Sekretaris Perusahaan Medco Energi Siendy K Wisandana dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/5). Siendy menyebut, penyelesaian penawaran tender bergantung pada pemenuhan kondisi tertentu, dalam setiap hal, sebagaimana diubah, diganti, dikesampingkan atau ditambah oleh para penerbit dan MEDC. (Kontan)

Domestic Issue
Pemerintah Lelang Sukuk Hari Ini, Target Raup Dana IDR 10 Triliun Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melelang tujuh seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Senin (6/5). Targetnya meraup dana sebesar IDR 10 triliun. Tujuh seri SBSN yang siap dilelang besok adalah dua seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara-Syariah) dan lima seri PBS (Project Based Sukuk) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2024. “Target indikatif adalah IDR 10 triliun,” kata Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu dalam keterangan resminya, Jakarta, Minggu (5/5). Adapun tujuh seri SBSN yang dilelang adalah SPNS 18112024 (reopening), SPNS 02022025 (new issuance), PBS032 (reopening), PBS030 (reopening), PBSG001 (reopening), PBS004 (reopening), dan PBS038 (reopening). Imbal hasil yang ditawarkan SBSN tersebut mulai dari 4.87 persen hingga 6.87 persen. (IDX Channel)

Recommendation

US10YT masih belum akan merusak trend naiknya berpolakan PARALLEL CHANNEL, walaupun mungkin yield harus melandai ke level Support 4.40% yang merupakan area pertahanan lower channel (uptrend) beserta MA50 di situ. ADVISE : BUY ON WEAKNESS.

ID10YT telah retrace ke FIBONACCI 50% mendekati yield 6.975% yang mungkin akan jadi Support terdekatnya, up to 6.95% di mana MA20 juga akan perlahan mendekat naik, turut providing Support untuk ID10YT. ADVISE : BUY ON WEAKNESS although a bit speculative ; atau pantau sejenak apakah ID10YT masih akan melipir ke support yield berikut pada 6.90% yang merupakan FR61.8.

Download full report HERE.