Indeks Dow Jones dkk ditutup melemah pada perdagangan hari Rabu (05/07/23), karena risalah Federal Reserve dari rapat bulan Juni lalu menunjukkan keinginan lebih lanjut untuk meneruskan trend naik suku bunga; sementara sektor teknologi berkapitalisasi raksasa membukukan kenaikan secara keseluruhan karena saham Meta melonjak ke level tertinggi 52 minggu menjelang peluncuran aplikasi saingan Twitter. Adapun Dow Jones Industrial Average turun 0.38%, atau 129 poin, Nasdaq turun 0.2%, dan S&P 500 turun 0.2%. Hampir 90% pelaku pasar telah menebak The Fed akan melanjutkan kenaikan suku bunga pada bulan Juli, seperti dilansir dari Fed Rate Monitor Tool milik Investing.com. Ekspektasi kembali naiknya Fed Fund Rate ini datang di saat para investor yang telah mengkhawatirkan perlambatan ekonomi global, diperburuk oleh rilis data sektor jasa China yang melemah. Caixin Services PMI (Juni) keluar di angka 53.9, jelas lebih rendah dari consensus maupun bulan sebelumnya, dengan demikian turut menyeret Chinese Composite PMI ke level 52.5, terkontraksi dari periode sebelumnya di 55.6. Kondisi yang sama juga melanda Services PMI Jepang di mana terdata pada angka 54.0 untuk bulan Juni, sedikit di bawah ekspektasi. Situasi Composite & Services PMI yang lemah juga terlihat di benua Eropa, di mana Perancis, Jerman, Zona Euro sendiri, serta Inggris; di mana tidak ada yang berhasil menunjukkan laporan peningkatan ekspansi bahkan beberapa dari mereka masih terjerumus di zona kontraksi alias di bawah angka 50. Walau demikian, Zona Euro sukses menekan Inflasi di kalangan produsen bulan May ke tingkat deflasi -1.5% YoY lebih rendah lagi dari perkiraan di -1.3%. Secara bulanan PPI ini ternyata juga turun lebih besar dari perkiraan ke tingkat -1.9% MoM, walau laju penurunannya telah melambat dari bulan April di -3.2%. Dunia masih bergelut dengan kondisi perlambatan ekonomi global di mana AS melaporkan Factory Orders (Mei) tetap di tempat yg sama pada level 0.3% MoM, tak mampu penuhi ekspektasi di 0.8%. Giliran siang nanti Jerman akan mengumumkan German Factory Orders (Mei) yang semoga lebih baik dari AS di mana data Jerman diharapkan mampu naik ke 1.5%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mana minus 0.4%. Tak hanya itu saja, pelaku pasar juga akan memantau data Construction PMI (Juni) dari Inggris serta Retail Sales (Mei) seantero Zona Euro. Malam harinya ada segudang data ekonomi penting dari AS yaitu dimulai dari ADP Nonfarm Employment Change (Juni) yang memprediksi penambahan pekerjaan baru di sektor swasta pada bulan Juni susut menjadi 230 ribu; disusul oleh publikasi US Trade Balance (Mei), Initial Jobless Claims (consensus: klaim pengangguran baru meningkat jadi 245 ribu), serta S&P Global Composite PMI di mana US Services PMI pada bulan Juni jadi sorotan. Tak lupa ISM Non-Manufacturing PMI (Juni) serta satu lagi data tenaga kerja JOLTs Job Openings (Mei) yang pegang peranan besar untuk bank sentral AS tentukan langkah kebijakan moneter mereka ke depannya.

Dari dalam negeri, IHSG melanjutkan swing naiknya setelah uji Support pada MA10 & MA20 terbilang sukses, dengan membukukan kenaikan 0.56% ke tingkat 6718.98; dengan demikian posisi ini telah membuatnya break Resistance jangka pendek. NHKSI RESEARCH menyarankan para investor/trader pasar modal Indonesia untuk cicil (atau tambah) beli bertahap apalagi jika IHSG mampu tembus Resistance MA50 di depan mata pada level 6730.

Download full report HERE.