Today’s Outlook :
• PASAR AS :Wall Street ditutup bervariasi pada Senin. Indeks S&P 500 turun 0,3% ke 7.475,17, NASDAQ melemah 1,3% ke 26.166,60, sementara Dow Jones naik tipis 0,3% ke 51.712,53. Pelemahan dipicu anjloknya saham Alphabet yang membebani sektor komunikasi, sementara investor juga mencermati perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah.
Sentimen geopolitik sempat membaik setelah AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang menghentikan operasi militer, membuka kembali Selat Hormuz selama 60 hari, serta memulai negosiasi menuju kesepakatan damai final. Namun, optimisme memudar setelah bentrokan kembali terjadi antara Israel dan Hezbollah di Lebanon. Iran dan Israel saling menuduh melanggar gencatan senjata, sehingga Iran kembali menutup Selat Hormuz. Ketegangan meningkat setelah Presiden Donald Trump mengancam akan kembali menyerang Iran jika dukungannya terhadap Hezbollah terus berlanjut.
Meski demikian, ketegangan sedikit mereda setelah perwakilan AS dan Iran menggelar pembicaraan damai di Swiss yang dimediasi Qatar dan Pakistan. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan salah satu hasil utama perundingan adalah mekanisme untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka.
Di sisi korporasi, saham Alphabet anjlok 5% setelah dua eksekutif AI mengundurkan diri dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, SpaceX merosot 16,4%, memperpanjang pelemahan selama tiga hari berturut-turut setelah reli kuat pasca-debut di bursa.
• PASAR EROPA : Bursa saham Eropa mayoritas ditutup menguat pada Senin seiring investor mencermati perkembangan perundingan damai AS-Iran dan ketidakpastian politik di Inggris setelah Perdana Menteri Keir Starmer mengundurkan diri.
Indeks STOXX 600 naik 0,6%, DAX Jerman menguat 0,7%, dan FTSE 100 Inggris naik 0,7%. Sementara itu, CAC 40 Prancis turun 0,3% dan FTSE MIB Italia melemah tipis 0,1%.
Pelaku pasar juga menantikan pidato Presiden ECB Christine Lagarde dan Kepala Ekonom Philip Lane untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter. Investor akan mencermati bagaimana ECB menyeimbangkan tekanan inflasi yang masih bertahan pasca kenaikan suku bunga sebelumnya, di tengah mulai meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
• PASAR ASIA :Mayoritas bursa Asia ditutup menguat pada Senin, dipimpin oleh Jepang dan Korea Selatan, di tengah optimisme atas kemajuan negosiasi AS-Iran, meski dolar AS menguat dan ekspektasi suku bunga AS tetap tinggi lebih lama.
Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,3% ke 72.900, sementara TOPIX naik 1,3%, dengan keduanya mendekati rekor tertinggi. Penguatan didorong saham teknologi dan semikonduktor setelah laporan bahwa Tokyo menargetkan investasi 10 triliun yen untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) hingga 2040. Pelemahan yen juga turut mendukung pasar.
Di Korea Selatan, KOSPI naik 1,4%, tetap mendekati level rekor, didorong minat kuat pada saham teknologi berbasis AI. SK Hynix melonjak hampir 6% dan sempat menggeser Samsung Electronics sebagai perusahaan paling bernilai di Korea Selatan.
Pasar China juga menguat, dengan CSI 300 naik 0,7% dan Shanghai Composite bertambah 0,2%, seiring ekspektasi dukungan kebijakan tambahan dari Beijing serta antisipasi data ekonomi terbaru.
• KOMODITAS:Harga minyak naik tipis pada perdagangan Asia Selasa, memulihkan sebagian pelemahan setelah turun hampir 3% pada sesi sebelumnya, di tengah penilaian investor terhadap kemajuan negosiasi damai AS–Iran dan pelonggaran sementara sanksi ekspor minyak Iran.
Per pukul 20:23 ET, Brent naik 0,3% ke USD 78,10 per barel, sementara WTI naik 0,4% ke USD 74,18 per barel. Penguatan terjadi setelah penjualan tajam sebelumnya akibat ekspektasi berkurangnya risiko pasokan dari Timur Tengah. Sentimen pasar membaik setelah AS menerbitkan lisensi umum 60 hari yang mengizinkan penjualan, pengiriman, dan impor minyak mentah serta produk minyak Iran sebagai bagian dari negosiasi dengan Tehran.
Kebijakan ini juga mencakup layanan perbankan, asuransi, dan pelayaran, sehingga meningkatkan ekspektasi kenaikan ekspor Iran dalam beberapa minggu ke depan dan potensi tambahan pasokan global, di tengah meredanya kekhawatiran gangguan di Selat Hormuz.
• INDONESIA :IHSG per perdagangan Senin kemarin ditutup ke zona merah sebesar -0.98% di level 6116.69, dimana IHSG turun dengan volume yang cukup kecil dimana market masih menunggu clarity terkait dengan status posisi Indonesia di dalam klasifikasi MSCI
Selalu kawal dengan trailing stop untuk saham pilihan anda.Jika IHSG bisa melanjutkan penguatan breakout 6250, potensi penguatan terdekat di 6375-6400 sebelum menguji 6640 dan target jangka menengah adalah kembali menuju 6900-7000. Jika tidak kuat melewati area tersebut, potensi uji angka psikologis 6000.”
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

