Today’s Outlook :

 

• PASAR AS : Bursa saham AS ditutup menguat pada Jumat, didorong kenaikan saham sektor consumer discretionary berkat lonjakan Amazon dan rebound saham semikonduktor, yang mengimbangi pelemahan Apple pasca laporan keuangan, penurunan sektor material, dan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Meski demikian, bursa AS membukukan kinerja bulanan negatif akibat koreksi sektor AI dan kembali naiknya harga minyak karena memanasnya konflik Timur Tengah.

 

 

Indeks S&P 500 naik 0,7% ke 7.489,67, Nasdaq Composite menguat 1,0% ke 25.373,85, dan Dow Jones naik 0,5% ke 52.485,74.

 

 

Sektor AI yang sempat mendorong reli Wall Street tahun ini mengalami koreksi tajam sepanjang Juli di tengah kekhawatiran valuasi yang tinggi, lambatnya imbal hasil dari belanja AI, serta meningkatnya persaingan dari China. Philadelphia Semiconductor Index anjlok 20,6% sepanjang Juli, menjadi penurunan bulanan terburuk sejak Oktober 2008.

 

 

Sentimen juga tertekan setelah laporan bahwa hedge fund Situational Awareness melepas seluruh portofolio saham AI akibat kerugian besar. Kekhawatiran investor juga dipicu besarnya belanja AI perusahaan teknologi yang belum diimbangi hasil yang memadai.

 

 

Pasca laporan keuangan, saham Apple turun lebih dari 7% setelah memproyeksikan pertumbuhan penjualan kuartal September sebesar 9%–11%, di bawah ekspektasi pasar sekitar 12%. Sebaliknya, saham Amazon melonjak lebih dari 15% berkat kinerja kuat bisnis cloud.

 

 

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS naik setelah komentar sejumlah pejabat The Fed yang mendukung kenaikan suku bunga. Yield obligasi AS tenor 10 tahun naik ke 4,712%, sedangkan tenor 2 tahun naik ke 4,268%, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan prospek suku bunga yang tetap tinggi.

 

 

 

• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada Jumat, setelah reli sektor teknologi mereda, meski indeks regional masih berada di jalur kenaikan bulanan keempat berturut-turut.

 

 

Indeks STOXX 600 turun 0,1%, DAX Jerman naik 0,1%, CAC 40 Prancis menguat 0,3%, FTSE MIB Italia naik 0,1%, sementara FTSE 100 Inggris turun 0,2%.

 

 

Investor juga mencermati data inflasi Zona Euro yang naik menjadi 2,9% YoY pada Juli dari 2,8% pada Juni, seiring kenaikan harga energi. Inflasi inti meningkat menjadi 2,5%, sementara inflasi sektor jasa tetap tinggi di 3,3%, memperkuat ekspektasi bahwa ECB akan tetap mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.

 

 

 

• PASAR ASIA : Bursa saham Asia mayoritas menguat pada Jumat, dipimpin lonjakan KOSPI dan Nikkei, seiring investor mencerna keputusan BOJ yang mempertahankan suku bunga di 1,0% serta data ekonomi regional.

 

 

BOJ mempertahankan suku bunga dengan voting 8-1, namun memperingatkan risiko inflasi masih condong ke atas akibat kenaikan harga minyak, konflik Timur Tengah, pergerakan yen, dan permintaan AI global.

 

 

Nikkei 225 naik hampir 4%, didorong saham semikonduktor setelah data menunjukkan produksi industri Jepang naik 1,3% MoM, sementara penjualan ritel hanya tumbuh 0,5% YoY, di bawah ekspektasi.

 

 

KOSPI melonjak 18% setelah tiga hari berturut-turut anjlok, didorong rebound Samsung Electronics dan SK Hynix menyusul laporan keuangan kuat Microsoft dan Amazon yang kembali mengangkat optimisme terhadap belanja AI. Meski demikian, indeks masih mencatat penurunan sekitar 22% sepanjang bulan.

 

 

Di China, Shanghai Composite naik 1%, CSI 300 menguat 1,3%, sementara Hang Seng turun tipis 0,2%. Data menunjukkan aktivitas manufaktur China kembali berkontraksi pada Juli dan PMI nonmanufaktur juga melemah, menandakan tekanan ekonomi masih berlanjut.

 

 

 

• KOMODITAS :Harga minyak naik pada Jumat setelah Iran menyerang dua kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz dan menyatakan jalur tersebut ditutup, sehingga meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan global.

 

 

Brent naik 1,2% menjadi USD87,88 per barel, sementara WTI menguat 1,2% menjadi USD84,59 per barel. Kedua acuan juga berada di jalur kenaikan lebih dari 20% sepanjang Juli setelah sempat turun hampir 20% pada Juni.

 

 

Kenaikan harga dipicu runtuhnya kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran, yang memicu aksi saling serang serta meningkatkan ancaman terhadap jalur pelayaran strategis Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb, sehingga memperbesar risiko gangguan pasokan minyak global.

 

 

 

• INDONESIA :IHSG pada perdagangan Jumat kemarin ditutup menguat +0.80% ke level 6,236.13.

 

 

Sentimen pasar masih cenderung membaik seiring tekanan jual yang mulai mereda. Koreksi harga minyak juga menjadi katalis positif bagi market, terutama karena dapat membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan biaya energi. Di sisi fundamental, musim laporan keuangan masih terus bergulir, dengan beberapa emiten mulai menunjukkan perbaikan kinerja, termasuk TLKM yang mencatat pemulihan net profit.

 

 

Secara umum, investor mulai melihat ruang yang lebih konstruktif setelah berbagai sentimen negatif sebelumnya mulai ter-priced in. Namun, pasar masih membutuhkan katalis lanjutan untuk memastikan keberlanjutan momentum penguatan, termasuk perkembangan terkait calon Gubernur Bank Indonesia yang baru.

 

 

Untuk hari ini, secara teknikal IHSG telah kembali berada di atas level 6,200, sehingga membuka peluang untuk melanjutkan penguatan menuju 6,400. Area 6,000–6,200–6,400 tetap menjadi angka kunci yang perlu diperhatikan, dengan pergerakan di atas 6,200 menjadi sinyal positif bagi kelanjutan momentum IHSG.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.