Daily Report | 28 November 2022
Wall Street Vs. Main Street. Investor fokus pada saham ritel, menjadi acuan kepercayaan konsumen, karena inflasi tinggi
Wall Street Vs. Main Street. Investor fokus pada saham ritel, menjadi acuan kepercayaan konsumen, karena inflasi tinggi
Dolar AS mendekati level terendah 3-bulan, setelah sinyal the Fed dari kenaikan FFR yang lebih rendah di Desember.
Klaim pengangguran naik 8% WoW, di tengah sejumlah Layoff sektor teknologi. Upaya efisiensi sejumlah emiten teknologi,
Selain saham energi, saham ritel menopang S&P 500 naik 50 poin. Apresiasi sejumlah saham ritel, meredam kekhawatiran
Spekulasi penerapan kembali Zero-Covid Policy China, menekan saham energi. Konsumer Non-Primer dan Energi melemah 1%,
Wait and See jelang rilis BI 7DRR, dan pudarnya efek inflasi AS, membuat IHSG flat sepekan. Hal ini terlihat dari
Saham defensif menopang S&P 500, mengabaikan spekulasi kenaikan FFR +75Bps kelima kalinya untuk bulan Desember. Di
Klaim pengangguran turun 2% sepekan, kembali memberikan ruang Hawkish the Fed. Data menunjukkan, Initial Jobless Claims
Resilient Consumer menjaga inflasi tetap tinggi. Akumulasi penghematan selama pandemi Covid-19, dan kenaikan upah di