Weekly Report | 25 April 2022
Investor mulai mencermati survei Bloomberg untuk pertemuan FOMC Mei mendatang, yang memproyeksikan kenaikan suku bunga
Investor mulai mencermati survei Bloomberg untuk pertemuan FOMC Mei mendatang, yang memproyeksikan kenaikan suku bunga
Spekulasi kenaikan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 75 Bps, menekan bursa saham Wall Street turun lebih dari 2%. Dow Jones
Bursa saham Wall Street berakhir melemah, Nasdaq turun lebih dari 2%. Sahamsaham teknologi sensitif terhadap suku bunga,
Rilis kinerja emiten dorong bursa saham Wall Street ditutup variatif. Dow Jones berakhir naik 0,71%, sedangkan S&P
Optimisme kinerja emiten dorong penguatan bursa Wall Street, dengan Nasdaq naik hingga 2,1%. Investor optimis margin
Investor antisipasi dampak inflasi tinggi pada kinerja sejumlah emiten AS. Awal pekan, bursa Wall Street ditutup lebih
Investor menantikan rilis data BI 7-DRRR periode April, yang diproyeksikan tetap bertahan dilevel terendahnya, atau di
Bursa Wall Street Kamis ditutup lebih rendah, seiring kenaikan yield US Treasury acuan 10-tahun ke level 2,83% (+13bps)
Indeks S&P 500 dan Dow Jones ditutup menguat diatas 1%, ditopang pemulihan saham-saham bertumbuh, yang sensitif