Daily Report | 17 June 2022
Proyeksi Laba Konsensus 2H22 Terlalu Tinggi. Inflasi dan suku bunga tinggi, serta apresiasi USD, membuat sejumlah analis
Proyeksi Laba Konsensus 2H22 Terlalu Tinggi. Inflasi dan suku bunga tinggi, serta apresiasi USD, membuat sejumlah analis
Pada 1Q22, AMRT membukukan penjualan bersih senilai IDR 22,9 triliun atau tumbuh 19,1% YoY. Penjualan di wilayah Jawa
Kenaikan FFR Juni +75 Bps (Vs. Cons. +50 Bps), aksi agresif the Fed meredam inflasi tinggi Mei level konsumen CPI (1,0%
Inflasi level produsen kembali naik, melengkapi inflasi tinggi konsumen CPI Mei (1,0% MoM; 8,6% YoY). Data menunjukkan
Sepanjang 1Q22, GGRM membukukan penurunan pendapatan 1,5% YoY menjadi Rp29,3 triliun yang tertekan oleh penurunan SKM
Pada 1Q22, CTRA berhasil membukukan laba bersih senilai IDR 420,7 miliar atau tumbuh 72,9% YoY, didorong kenaikan
Hawkish the Fed tidak efektif, dan inflasi akan tetap tinggi. CPI MoM Mei AS naik sebesar 1,0% (Vs. Apr. 0,3% MoM),
Pola inversi yield UST2Y (3,35%) dan UST10Y (3,36%) terbentuk, salah satu indikator resesi. Walaupun belum terjadi
Tidak efektif di Mei, spekulasi kenaikan FFR 75 Bps pada Juli. Inflasi tinggi Mei (1,0% MoM; 8,6% YoY), mematahkan