Daily Report | 19 Agustus 2022
Wall Street tertekan di awal perdagangan, karena klaim pengangguran mingguan melemah. Initial Jobless Claims mingguan
Wall Street tertekan di awal perdagangan, karena klaim pengangguran mingguan melemah. Initial Jobless Claims mingguan
Wall Street tertekan jelang Fed Meeting Minutes. Bursa saham AS melemah pada awal perdagangan setelah perusahaan ritel
China MLF Rate turun 10Bps, Wall Street perkirakan Soft Landing ekonomi AS. PBOC secara tidak terduga memangkas 1Y
ICE Newcastle kembali tembus USD400/Ton, sektor energi menguat dalam sepekan. Penguatan IHSG sepekan lalu juga merespon
Ekspektasi inflasi 1-Tahun turun menjadi 5%, Dow Jones menguat lebih dari 400 poin. Data menunjukkan U. of Mich. 1Y
Deflasi level Produsen, mengkonfirmasi inflasi level Konsumen telah mencapai puncaknya. PPI Final Demand AS Juli MoM
Inflasi Headline melandai, seiring biaya bahan bakar turun 20%. Baik CPI Headline maupun Core CPI, AS Juli YoY
Negatif FCF Micron membebani saham teknologi, Nasdaq turun lebih dari 1%. Saham Micron Technology turun hampir 4%,
Coal Average Selling Price Increase BBNI mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga 75,1% YoY menjadi senilai IDR8,8