Weekly Report | 19 Desember 2022
Anomali penguatan IHSG, kontras dengan meredupnya prospek Window Dressing global, pasca BoE dan ECB melanjutkan tren
Anomali penguatan IHSG, kontras dengan meredupnya prospek Window Dressing global, pasca BoE dan ECB melanjutkan tren
Aktivitas bisnis AS kembali terkontraksi, seiring tren suku bunga tinggi membebani ekonomi, Dow sempat terdepresiasi 500
The Fed harapkan kenaikan FFR lanjutan di atas 5% pada 2023, meningkatkan kekhawatiran resesi berlangsung lebih dalam,
Periode Hawkish lebih lama di tahun 2023. Hasil FOMC Rate Decision memproyeksikan FFR tahun depan berakhir di level
Coal Average Selling Price Increase Penjualan MAPI tercatat Rp6,6 triliun di 3Q22 (-0,6% QoQ; +123,1% YoY) dan secara
Harga bensin turun 2% MoM, menekan inflasi AS, Wall Street kompak menguat dengan Nasdaq terapresiasi 1%. Inflasi
Wall Street awal pekan menguat, di tengah penantian rilis data inflasi dan FFR. Dow terapresiasi hingga 500 poin, atau
Volatilitas komoditas energi, di tengah pelonggaran Zero-Covid Policy China. Harga minyak mendekati level terendah tahun
Cost of Service mendorong inflasi level produsen, PPI Final Demand AS Nov. naik moderat ke level 0,3% (Vs. Surv. 0,2%).