Today’s Outlook :

 

• PASAR AS :Indeks Wall Street mencetak rekor tertinggi baru pada Jumat, didorong reli kuat saham-saham produsen chip di tengah optimisme terhadap lonjakan permintaan industri AI. S&P 500 naik 0,8% ke rekor 7.398,93 poin, NASDAQ Composite melonjak 1,7% ke 26.247,08 poin, sementara Dow Jones Industrial Average bergerak stabil di 49.609,16 poin.

 

 

Intel Corporation menjadi sorotan setelah melesat hampir 14% ke rekor tertinggi usai laporan bahwa perusahaan mencapai kesepakatan awal produksi chip dengan Apple Inc.. Sentimen pasar juga ditopang data nonfarm payrolls April yang lebih kuat dari perkiraan, menunjukkan ekonomi AS masih solid dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga hingga akhir tahun.

 

 

Sementara itu, Iran dilaporkan menolak tuntutan AS untuk membongkar fasilitas nuklirnya dan menghentikan pengayaan uranium selama 20 tahun. Presiden AS Donald Trump menyebut respons Iran sebagai “sepenuhnya tidak dapat diterima.”

 

 

Dalam proposal balasannya, Iran mengusulkan penghentian perang dan pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap bagi kapal komersial, dengan AS juga diminta mencabut blokade terhadap kapal Iran. Negosiasi terkait isu nuklir disebut akan berlangsung selama 30 hari, termasuk pembahasan pengurangan uranium yang diperkaya tinggi. Media pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), mengatakan fokus utama proposal tersebut adalah mengakhiri perang dan menjaga keamanan jalur pelayaran.

 

 

 

• PASAR EROPA :Saham Eropa melemah pada Jumat setelah baku tembak baru antara AS dan Iran mengguncang kepercayaan terhadap gencatan senjata yang telah berlangsung selama sebulan. Kekhawatiran terhadap pasokan energi global membuat investor kembali menghindari aset berisiko.

 

 

Indeks pan-Eropa STOXX Europe 600 turun 0,7%, sementara DAX Jerman melemah 1,4%, FTSE 100 turun 0,4%, dan CAC 40 Prancis terkoreksi 1,1%.

 

 

International Airlines Group (IAG), induk dari British Airways, memperingatkan laba tahunan akan lebih rendah dari perkiraan akibat lonjakan biaya bahan bakar jet yang dipicu perang Iran.

 

 

Menteri Transportasi Prancis mengatakan dirinya belum memperkirakan akan terjadi pembatalan penerbangan besar-besaran pada musim panas ini meski terjadi kelangkaan bahan bakar jet. Namun, Transavia France dilaporkan telah memangkas 2% penerbangan Mei dan Juni, di tengah upaya Eropa mencari alternatif pasokan selain Timur Tengah yang selama ini menyuplai sekitar tiga perempat kebutuhan bahan bakar aviasi kawasan tersebut.

 

 

 

• PASAR ASIA :Saham Asia melemah pada Jumat, dengan pasar Jepang dan Korea Selatan turun dari level rekor tertinggi setelah aksi militer terbaru antara AS dan Iran meredam harapan berakhirnya perang. Sentimen kawasan juga terbebani oleh pelemahan Wall Street semalam, setelah militer AS menyatakan berhasil mencegat serangan terhadap tiga kapal perang di Selat Hormuz.

 

 

KOSPI Korea Selatan menjadi salah satu indeks dengan performa terburuk hari itu, turun 1,6% dan semakin menjauh dari rekor tertinggi yang dicapai awal pekan ini. Meski begitu, indeks tersebut masih menjadi bursa dengan kinerja terbaik di Asia minggu ini dengan potensi kenaikan lebih dari 11%, didorong reli saham chip seperti Samsung Electronics dan SK Hynix di tengah optimisme terhadap industri AI.

 

 

Di Jepang, Nikkei 225 dan TOPIX masing-masing turun lebih dari 1%. Data upah Jepang yang kuat—menunjukkan kenaikan upah riil selama tiga bulan berturut-turut pada Maret—semakin memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan dalam waktu dekat. Meski terkoreksi, Nikkei masih diperkirakan naik sekitar 4% sepanjang minggu ini setelah reli pasca libur Golden Week.

 

 

Sementara itu, indeks CSI 300 dan Shanghai Composite turun masing-masing 0,5% dan 0,2%, namun masih mencatat kenaikan lebih dari 1% minggu ini. Hang Seng Index Hong Kong melemah 1,2%, tetapi masih menguat hampir 2% sepanjang minggu berkat penguatan saham teknologi.

 

 

 

• KOMODITAS:Harga minyak melonjak sekitar USD 3 per barel pada Senin setelah AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan damai yang diajukan Washington, sementara Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup sehingga pasokan energi global tetap ketat.

 

 

Kontrak minyak Brent Crude naik USD 3,18 atau 3,14% menjadi USD 104,47 per barel pada pukul 23:36 GMT, melanjutkan kenaikan 1,23% pada Jumat.

 

 

Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) AS berada di level USD 98,51 per barel, naik USD 3,09 atau 3,24%, setelah sebelumnya ditutup menguat 0,64% pada sesi sebelumnya.

 

 

 

• INDONESIA :IHSG terjun dalam ke zona merah sejauh -2.86% ke level 6969.4, dimana sebagian besar koreksi terjadi pada saham berbasis komoditas akibat usulan dengar pendapat potongan penyesuaian royalti baru yang direspon pasar dengan sangat negatif, menyisakan banyak saham berbasis komoditas menuju zona Auto Reject Bawah (ARB). Emiten berbasis timah, nikel dan emas banyak mengalami koreksi signifikan.

 

 

Adapun saat ini, sentimen geopolitik kembali memanas walaupun pasar sudah kebal, yang menjadi concern investor adalah risiko dari domestik terkait dengan nilai tukar dan kebijakan yang kurang pro dengan investor menjadi concern tersendiri bagi pelaku asal mengingat ketertinggalan IHSG dengan regional lainnya. Lebih baik wait and see terlebih dahulu.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.