Today’s Outlook :
• PASAR AS :Pergerakan Wall Street terdorong oleh reli saham produsen chip, setelah raksasa industri Advanced Micro Devices (AMD) membukukan laba kuartal pertama yang kuat dan memberikan prospek positif untuk industri. Permintaan server dan infrastruktur pusat data yang didorong oleh tren AI menjadi pendorong utama kinerjanya.
Hal ini membuat indeks berbasis teknologi, NASDAQ Composite, memimpin penguatan pada Rabu dengan naik 2% ke rekor tertinggi baru di 25.838,94 poin. Sementara itu, S&P 500 melonjak 1,5% ke level tertinggi sepanjang masa di 7.365,03 poin, dan Dow Jones Industrial Average naik 1,2% menjadi 49.910,59 poin.
Saham AMD sendiri melesat hampir 19% pada Rabu, sedangkan Philadelphia Semiconductor Index melonjak 4,5% ke rekor tertinggi baru.
Indeks-indeks Wall Street mencetak serangkaian rekor baru sepanjang pekan ini, terutama didorong oleh tanda-tanda meredanya ketegangan antara AS dan Iran. Laporan media menyebut Gedung Putih meyakini pihaknya semakin dekat mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang, dengan kedua pihak diperkirakan akan melanjutkan negosiasi lebih rinci terkait aktivitas nuklir Teheran. Secara terpisah, Presiden Donald Trump juga menyampaikan nada optimistis terkait potensi berakhirnya perang dengan Iran.
Awal pekan ini, Trump menghentikan sementara operasi militer yang bertujuan membuka kembali jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz. Harga minyak pun turun tajam akibat sentimen tersebut, sementara aset-aset berisiko mengalami reli.
• PASAR EROPA :Saham Eropa melonjak pada Rabu, seiring investor mencermati meningkatnya harapan bahwa kesepakatan damai antara AS dan Iran semakin dekat. Indeks pan-Eropa Stoxx Europe 600 melesat 2,2%, sementara DAX Jerman naik 2,1%, CAC 40 Prancis menguat 2,9%, dan FTSE 100 Inggris bertambah 2,2%. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz akan “terbuka untuk semua pihak” apabila Iran menyetujui tuntutan AS. Pernyataan tersebut memperkuat optimisme pasar bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah semakin mendekati kenyataan.
• PASAR ASIA :Saham Asia menguat pada Rabu, didorong meningkatnya harapan akan meredanya perang antara AS dan Iran. Sementara itu, reli saham teknologi yang didorong tren AI membawa pasar Korea Selatan mencetak rekor tertinggi baru.
Pasar Asia secara umum bergerak positif, dengan saham China kembali dibuka menguat setelah libur panjang, sementara saham Australia berhasil pulih setelah sebelumnya mengalami serangkaian penurunan akibat sikap hawkish bank sentralnya.
Pasar Jepang tutup pada hari itu. Di Asia, indeks CSI 300 dan Shanghai Composite Index masing-masing naik lebih dari 1% saat perdagangan kembali dibuka pasca libur panjang. Data indeks PMI swasta April yang lebih kuat dari perkiraan—menunjukkan peningkatan aktivitas sektor jasa—turut menopang sentimen. Sementara itu, Hang Seng Index Hong Kong naik 0,9%, didukung penguatan saham teknologi.
KOSPI Korea Selatan menjadi pasar dengan kinerja terbaik di Asia, melonjak hampir 7% ke rekor tertinggi 7.411,62 poin. Penguatan ini terutama didorong reli saham produsen chip setelah Advanced Micro Devices (AMD) membukukan laba kuat dan memberikan prospek industri yang optimistis.
• KOMODITAS :Harga minyak mentah AS naik sekitar USD 1 pada awal perdagangan Kamis, bangkit dari pelemahan tajam sehari sebelumnya, seiring investor menilai prospek kesepakatan damai di Timur Tengah.
Kontrak West Texas Intermediate (WTI) crude naik 80 sen atau 0,8% menjadi USD 95,88 per barel pada pukul 22:23 GMT, setelah sempat menyentuh USD 96,33 di awal sesi. Sebelumnya, kontrak acuan tersebut anjlok sekitar 7% pada Rabu akibat optimisme bahwa perang di Timur Tengah mungkin segera berakhir, setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan damai awal.
Iran pada Rabu mengatakan tengah meninjau proposal perdamaian dari AS yang, menurut sumber, akan secara resmi mengakhiri perang namun belum menyelesaikan tuntutan utama AS agar Iran menghentikan program nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang dikutip kantor berita ISNA menyatakan Teheran akan segera menyampaikan respons resminya. Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya yakin Iran menginginkan sebuah kesepakatan damai.
• INDONESIA :IHSG berhasil kembali menguat +0.5% di zona hijau ke level 7092.47. Pasar selanjutnya akan menguji resistance 7200, IHSG nampaknya masih bisa mengalami kenaikan didukung saham konglomerasi. Dikarenakan situasi yang masih belum kondusif, lebih baik lakukan scalping terlebih dahulu walaupun pasar memiliki peluang untuk ke zona hijau mengikuti euforia Wall Street dan meredanya tensi US-Iran.
Tetap berjaga – jaga dari selling pressure big banks, walaupun secara valuasi atraktif, namun tekanan jual masih sangat besar mengiringi kontraksi makro Indonesia. Terlepas komoditas masih terkena sentimen negatif pajak windfall, jika komoditas masih menguat dapat dijadikan peluang buy on weakness.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

