Today’s Outlook :

 

• PASAR AS :Saham AS ditutup menguat pada Selasa, didorong sentimen yang membaik setelah pernyataan dari Washington meredakan ketegangan yang sempat meningkat dengan Iran. Kenaikan di sektor material dan teknologi, serta musim laporan keuangan perusahaan yang solid, turut menopang pasar. Indeks S&P 500 naik 0,8% ke 7.259,91, NASDAQ Composite bertambah 1% ke 25.326,13—keduanya mencetak rekor baru—sementara Dow Jones menguat 0,7% ke 49.298,34.

 

 

Situasi di Timur Tengah sempat memanas cepat sejak akhir pekan hingga Senin, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan inisiatif “Project Freedom” untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang tersendat. Jalur vital yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia itu praktis tertutup akibat konflik, memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah. Iran merespons dengan menembakkan rudal ke kapal perusak AS yang mendekat, bahkan mengklaim berhasil mengenai satu target. Namun, Komando Pusat AS membantah klaim tersebut dan menyatakan tidak ada kapal yang terkena, bahkan dua kapal dagang AS berhasil melintasi selat. Ketegangan juga sedikit mereda berkat pernyataan positif dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menegaskan bahwa krisis politik tidak memiliki solusi militer dan mendorong kelanjutan diplomasi. Di sisi lain, pejabat Iran tetap mengkritik langkah AS, menyebutnya sebagai ancaman terhadap keamanan jalur energi.

 

 

Dari sisi ekonomi, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan aktivitas sektor jasa AS masih berekspansi pada April dengan indeks di 53,6—sedikit di bawah ekspektasi 53,7 dan turun dari 54,0 pada Maret. Menariknya, indeks harga yang dibayar sektor jasa stagnan di 70,7, jauh lebih rendah dari perkiraan lonjakan besar akibat kenaikan harga minyak.

 

 

Memasuki musim laporan keuangan, AMD dijadwalkan merilis kinerja setelah penutupan pasar, dengan perhatian investor tertuju pada perkembangan persaingannya melawan Nvidia di sektor chip AI. Sementara itu, saham Intel melonjak sekitar 13% setelah laporan Bloomberg menyebut Apple sempat menjajaki kerja sama dengan Intel dan Samsung untuk memproduksi prosesor utama perangkatnya.

 

 

 

• PASAR EROPA :Saham Eropa bergerak campuran pada Selasa, di tengah munculnya tanda-tanda bahwa gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran mulai goyah dan berpotensi kembali memicu konflik.

 

 

Indeks pan-Eropa Stoxx 600 naik 0,7%, sementara DAX Jerman menguat 1,7% dan CAC 40 Prancis naik 1,1%—ketiganya berhasil berbalik naik setelah sempat dibuka melemah di awal sesi. Sebaliknya, FTSE 100 Inggris tertinggal, turun 1,4%.

 

 

Pergerakan yang tidak searah ini mencerminkan pasar yang masih “deg-degan”: sebagian investor memanfaatkan momentum kenaikan, tapi sebagian lain tetap berhati-hati karena risiko geopolitik yang belum reda.

 

 

 

• PASAR ASIA :Pasar Asia melemah pada Selasa karena minat risiko investor terpukul oleh meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Sementara itu, pasar Australia ikut turun setelah bank sentralnya menaikkan suku bunga sesuai ekspektasi. Bursa di Jepang, China, dan Korea Selatan tutup, sehingga volume perdagangan di kawasan cenderung sepi.

 

 

Sentimen negatif juga datang dari Wall Street yang melemah pada Senin, setelah Iran melancarkan serangan sebagai respons atas operasi AS untuk membuka kembali jalur di Selat Hormuz.

 

 

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,4%, tertekan oleh pelemahan saham-saham teknologi lokal yang mengikuti penurunan sektor serupa di Wall Street. Selain itu, saham teknologi juga terkena aksi ambil untung, setelah sebelumnya sempat reli kuat didorong optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan dalam beberapa pekan terakhir.

 

 

 

• KOMODITAS :Harga minyak melanjutkan penurunan dalam perdagangan Asia pada Rabu, seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menutupi kekhawatiran pasokan. Investor juga mencermati penurunan tajam persediaan minyak mentah AS.

 

 

Per pukul 20:23 ET (00:23 GMT), kontrak Brent Oil Futures untuk pengiriman Juli turun 1,2% ke USD 108,60 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) crude melemah 1,4% ke USD 100,88 per barel. Keduanya sebelumnya sudah ditutup anjlok sekitar 4% pada sesi sebelumnya.

 

 

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington akan menghentikan sementara operasi untuk memulihkan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz, memicu harapan akan terobosan diplomatik dengan Iran. Langkah ini mengikuti eskalasi awal pekan, ketika inisiatif “Project Freedom” memicu respons militer dari Iran, termasuk peningkatan serangan terhadap kapal dan infrastruktur energi regional yang sempat memicu kekhawatiran gangguan pasokan.

 

 

Meski demikian, penurunan harga minyak tertahan oleh indikasi pasokan AS yang semakin ketat. Data dari American Petroleum Institute menunjukkan stok minyak mentah turun 8,1 juta barel dalam sepekan terakhir—jauh lebih besar dari perkiraan. Penurunan tajam ini menandakan permintaan yang kuat dan pasokan yang terbatas, sehingga memberi sedikit penopang bagi harga di tengah meredanya premi risiko geopolitik.

 

 

 

• INDONESIA :IHSG berhasil bertahan dari support 6900-6950, menguat +1.22% di zona hijau ke level 7057.11. Pasar memantul di perdagangan kemarin menguat seraya dengan kenaikan serempak dari saham Grup Barito yang dipimpin oleh BRPT, dimana jika berhasil break 7200, IHSG nampaknya masih bisa mengalami kenaikan didukung saham konglomerasi. Dikarenakan situasi yang masih belum kondusif, lebih baik lakukan scalping terlebih dahulu.

 

 

Tetap berjaga – jaga dari selling pressure big banks, walaupun secara valuasi atraktif, namun tekanan jual masih sangat besar mengiringi kontraksi makro Indonesia. Terlepas komoditas masih terkena sentimen negatif pajak windfall, jika komoditas masih menguat dapat dijadikan peluang buy on weakness.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.