Today’s Outlook :

 

• PASAR AS :Wall Street kehilangan momentum pada Kamis dan ditutup melemah setelah harapan tercapainya kesepakatan damai AS-Iran memudar akibat pernyataan yang saling bertentangan dari Teheran. Sentimen pasar juga tertekan setelah muncul laporan bahwa Washington mempertimbangkan kembali operasi pengawalan kapal dagang di Selat Hormuz. Menjelang penutupan pasar, media pemerintah Iran melaporkan AS menyerang sebuah kapal tanker minyak Iran, semakin membebani pasar.

 

 

Indeks S&P 500 turun 0,4% ke 7.335,66 poin, NASDAQ Composite melemah 0,1% ke 25.806,20 poin, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,6% menjadi 49.596,60 poin.

 

 

AS dan Iran dilaporkan tengah menyusun kerangka awal kesepakatan damai dengan bantuan mediator, dan pembicaraan diperkirakan dimulai pekan depan di Pakistan. Namun, perbedaan utama terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi masih belum terselesaikan.

 

 

Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan berjalan “sangat baik” dan mengklaim AS telah “memenangkan” perang. Namun, Iran memberi sinyal campuran. Media pemerintah menyebut proposal AS masih ditinjau, sementara pejabat Iran lain menyebut proposal tersebut hanya “daftar keinginan” Amerika.

 

 

Militer AS juga mengatakan pihaknya melakukan tindakan bela diri setelah Iran menyerang tiga kapal perang AS yang melintasi Selat Hormuz. Trump memperingatkan Iran akan menghadapi serangan yang lebih keras jika tidak segera mencapai kesepakatan dengan Washington.

 

 

Ketegangan baru di Hormuz serta potensi dimulainya kembali operasi pengawalan kapal dagang membuat optimisme pasar terhadap akhir konflik Timur Tengah kembali melemah.

 

 

 

• PASAR EROPA :Saham Eropa melemah pada Kamis setelah reli tajam di sesi sebelumnya, seiring investor mengevaluasi perkembangan menuju kesepakatan damai antara AS dan Iran yang sebelumnya sempat menekan harga minyak secara signifikan.

 

 

Indeks pan-Eropa STOXX Europe 600 ditutup turun 1,1% setelah melonjak lebih dari 2% pada Rabu. Mayoritas bursa regional, termasuk di Prancis, Jerman, dan Inggris, juga bergerak melemah.

 

 

Saham Eropa masih tertinggal dibanding pasar global sejak konflik dimulai, karena tingginya biaya energi akibat gangguan pasokan setelah penutupan Selat Hormuz memicu kekhawatiran inflasi dan membayangi prospek pertumbuhan ekonomi.

 

 

 

• PASAR ASIA :Saham Asia melonjak pada Kamis, dengan pasar Jepang kembali dibuka di level rekor tertinggi seiring meningkatnya optimisme terhadap kesepakatan damai AS-Iran yang mendorong reli aset berisiko.

 

 

Pasar regional juga mendapat sentimen positif dari penguatan Wall Street semalam, sementara saham-saham chip mencatat kenaikan kuat setelah laba fantastis dari Advanced Micro Devices (AMD).

 

 

Pasar Jepang menjadi yang berkinerja terbaik hari itu, dengan Nikkei 225 melonjak hampir 6% ke rekor tertinggi 62.958 poin. TOPIX juga naik 3,4%. Jepang juga mengalami reli dalam perdagangan “catch-up” setelah libur panjang sejak Jumat. Nikkei turut terdorong oleh penguatan saham teknologi yang kembali reli berkat optimisme baru terhadap perkembangan AI. Saham produsen chip dan perusahaan terkait chip mencatat kenaikan signifikan mengikuti tren global, sementara SoftBank Group melesat lebih dari 16%.

 

 

Di Korea Selatan, pasar sedikit tertinggal setelah sebelumnya mencetak serangkaian rekor tertinggi berkat reli saham chip. KOSPI turun 0,2%, namun masih mencatat kenaikan luar biasa sebesar 71% sejak awal tahun, menjadikannya indeks dengan performa terbaik di Asia tahun ini.

 

 

Pasar Asia lainnya juga mayoritas menguat, dengan penurunan harga minyak turut memberikan sedikit kelegaan bagi kawasan. Fokus investor kini tertuju pada meredanya ketegangan antara AS dan Iran.

 

 

 

• KOMODITAS:Harga minyak mentah AS sempat melonjak hingga 3% pada awal perdagangan Jumat setelah kembali pecahnya konflik antara AS dan Iran. Harga West Texas Intermediate (WTI) crude naik 2,58% atau USD 2,45 menjadi USD 97,26 per barel pada pukul 22:33 GMT, setelah sebelumnya sempat menguat lebih dari 3%.

 

 

Militer AS mengatakan pihaknya melakukan serangan balasan terhadap Iran pada Kamis dengan menargetkan lokasi yang dianggap bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan AS. Sementara itu, militer Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata antara kedua negara, dengan menyebut AS menyerang dua kapal di Selat Hormuz serta menargetkan wilayah sipil.

 

 

Kontrak WTI sebelumnya ditutup turun 27 sen ke level USD 94,81 per barel pada sesi perdagangan sebelumnya.

 

 

 

• INDONESIA :IHSG berhasil kembali menguat ke zona hijau sejauh +1.15% ke level 7174.32. Pasar selanjutnya akan menguji resistance 7200 dan jika tidak berhasil breakout dari sana, potensi meretest area 7000 sembari panasnya geopolitik antara US – Iran serta penguatan harga minyak sekaligus hari terakhir perdagangan di minggu ini.

 

 

Perdagangan terakhir, pasar didukung dengan kenaikan rotasi ke saham perbankan yang cukup menguat dan saham konglomerasi dari Barito yang terkoreksi menuju Sinarmas (DSSA, MORA dan EXCL).

 

 

Tetap berjaga – jaga dari selling pressure big banks, walaupun secara valuasi atraktif, namun tekanan jual masih sangat besar mengiringi kontraksi makro Indonesia. Terlepas komoditas masih terkena sentimen negatif pajak windfall, jika komoditas masih menguat dapat dijadikan peluang buy on weakness.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.