XA Update Report | PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) – Defensive and Steady Performance in a Challenging Landscape – Compelling Valuation Signals Opportunity

 

By Leonardo Lijuwardi (Senior Research Analyst)

17-Mar-2026

 

 

BBCA menutup FY25 dengan membukukan laba bersih sebesar IDR 57.5T (+4.9% YoY) di FY25. Performa ini didukung oleh Net Interest Income (NII) yang tumbuh sebesar +4.1% YoY menjadi IDR 85.4T per FY25 (FY24: IDR 82.0T & Quarterly Basis: +0.9% QoQ | 3Q25: IDR 21.4T & 4Q25: IDR 21.6T). Di sisi lain, Non Interest Income tercatat sebesar IDR 25.6T (+16% YoY) ditopang oleh fees & commissions yang tumbuh +10.7% YoY. NIM (Net Interest Margin) BBCA pada FY25 bertengger di level 5.7% (FY24: 5.6%). Beban operasional BBCA naik termoderasi stabil +1.5% YoY menjadi IDR 35.8T di FY25 (FY24: IDR 35.3T & Quarterly Basis: +7.8% QoQ | 3Q25: IDR 8.8T & 4Q25: IDR 9.5T), menjadikan PPOP (Pre-Provision Operating Profit) BBCA tetap tumbuh +7.4% YoY menjadi IDR 75.3T (FY24: IDR 70.4T & Quarterly Basis: -7.8% QoQ | 3Q25: IDR 19.6T & 4Q25: IDR 18.1T). CIR (Cost to Income Ratio) BBCA turun ke level 30.7% (FY24: 31.3%) didukung oleh efisiennya pengelolaan beban operasionalSecara kinerja, hasil laba bersih FY25 BBCA mencapai 97% ekspektasi kami (NHKSI Estimate of BBCA Net Profit in FY25 : IDR 59.4T), didukung oleh likuiditas yang masih bertumbuh dan masih optimalnya laju penyaluran kredit di tengah iklim makroekonomi yang sangat menantang.

 

 

 

🔹 Sisi Lending: Segmen Korporasi Masih Menjadi Kunci Sepanjang FY25

 

Penyaluran Kredit BBCA masih bertumbuh sesuai ekspektasi. BBCA mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar +7.7% YoY dan +5.2% QoQ menjadi IDR 992.9T di FY25 (FY24: IDR 921.9T | 9M25: IDR 944.1T). Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut selaras dengan guidance manajemen untuk periode FY25 (FY25 Loan Growth: 6-8%). Adapun untuk tahun FY26, rentang pertumbuhan penyaluran kredit diindikasikan berada di angka 8-10%. Kami mengekspektasikan penyaluran kredit untuk FY26 masih cukup tetap termoderasi sejalan dengan guidance manajemen tersebut.

 

 

Kredit Korporasi Masih Tetap Memimpin Pertumbuhan. Sebesar 48% porsi penyaluran kredit BBCA disumbang oleh segmen korporasi yang bertumbuh +11.5% YoY & +9.6% QoQ menjadi IDR 478.9T di FY25 (FY24: IDR 429.5T | 9M25: IDR 436.9T). Pertumbuhan kredit korporasi tersebut memitigasi lemahnya laju kredit di segmen menengah yang cukup lesu sejalan dengan penyaluran kredit dari segmen SME hingga komersial, dimana Segmen komersial mencatatkan pertumbuhan +8.5% YoY sebesar IDR 146.8 T di FY25 (FY24: IDR 135.3 T | 9M25: IDR 142.9T). Adapun kredit SME mengalami pertumbuhan +5.7% YoY ke IDR 130.9 T (FY24: IDR 123.7 T | 9M25: IDR 129.3T), diatas rata-rata industri yang hanya tumbuh 3%.

 

 

•  Kredit Konsumer Melemah Sejalan dengan Tren Laju Perlemahan Konsumsi. Kredit kendaraan yang menyusut -13.3% YoY membawa kredit consumer FY25 flat dengan pertumbuhan +0.2% YoY di IDR 224.1 T (FY24: IDR 223.8 T | 9M25: IDR 223.7T). Adapun segmen kredit konsumer ditopang oleh personal loans dan KPR (+9.8% YoY dan +5% YoY).

 

 

 

🔹 Sisi Funding: Defensif dan Memumpuk CASA Sepanjang FY25

 

Likuiditas Lebih Solid – Pertumbuhan CASA yang Kuat. Nada positif juga ditunjukkan oleh sisi funding dan likuiditas, dimana BBCA masih mencatat pertumbuhan DPK yang kuat. Pertumbuhan DPK berada di level +10.2% YoY dan +3.7% QoQ menjadi IDR 1,249T di FY25 (FY24: IDR 1,134T & 3Q25: IDR 1,205T). BBCA juga mengalami pertumbuhan CASA yang kuat, dimana CASA BBCA masih bertumbuh +13.1% YoY & +4.6% QoQ menjadi IDR 1,045T, dengan Deposito Berjangka turun -2.8% YoY & -1.0% QoQ menjadi IDR 204T di FY25 (FY24: IDR 242T & 9M25: 321T). CASA Ratio BBCA menguat ke level 83.7% di periode FY25 (FY24: 81.5% | 9M25: 82.9%).

 

 

 

🔹 Kualitas Aset BBCA: Aset Stabil & Penurunan Provisi di 4Q25

 

Kualitas Aset Tetap Terjaga Baik dan Provisi yang Diturunkan di 4Q25. Level NPL (Non-Performing Loan) turun ke 1.7% di FY25 (FY24: 1.8% | 3Q25: 2.1%), dengan level LAR (Loan at Risk) yang juga mengalami penurunan ke level 4.8% di FY25 (FY24: 5.3% | 3Q25: 5.5%). Level CoC BBCA berada di 0.5% di FY25 (FY24: 0.3%). Adapun NPL coverage dan LAR coverage pada 4Q25 masing-masing tumbuh +17% QoQ dan +2.1% QoQ. Biaya provisi menyusut di 4Q25 sebesar -44.6% QoQ menjadi IDR 0.8T, membawa total provisi di FY25 menjadi IDR 4.3T (+67.7% YoY).

 

 

 

🔹 Estimasi Kinerja FY26: Bernada Konservatif – Mode Defensif

 

Guidance on FY26: Manajemen menargetkan penyaluran kredit tetap tumbuh 8-10% sedikit lebih ekspansif daripada FY25 dengan NIM di FY26 berada pada level 5.4 – 5.6%. CIR (Cost to Income) Ratio tetap dijaga pada kisaran level 31-33%, dimana tahun – tahun sebelumnya manajemen umumnya memberi target di 32-34%. Manajemen mengindikasikan untuk CoC (Cost of Credit) akan berada di 40-60 Bps untuk FY26. Mengacu pada guidance tersebut, kami menargetkan penyaluran kredit akan tumbuh termoderasi dengan guidance, dimana BBCA akan mampu mencapai NIM 5.6% di FY26, dengan mencetak laba bersih sejauh IDR 60.7T di FY26 (Perumbuhan di +5.5% YoY), sejalan dengan resiliensinya BBCA dalam menghadapi tekanan dan iklim kondisi makroekonomi yang kurang baik.

 

 

 

🔹 Rekomendasi “Buy” di Level IDR 8,800 (Potensi Upside +30.4%)

 

NHKSI Research merekomendasikan “Buy” dengan TP di level IDR 8,800, yang mencerminkan Forward 26F P/BV sebesar 3.5x (-1 STD Last 3 Years). Terlepas kami menurunkan level TP, koreksi pasar akibat risiko pasar (Regulatory risk) dan kondisi makro yang menantang menyebabkan BBCA diperdagangkan pada valuasi yang cukup terdiskon secara historis dan cukup atraktif dimana umumnya BBCA diperdagangkan cukup premium di rentang 4x PBV-nya.

 

 

•  Katalis positif yang bisa menjustifikasi BBCA adalah performa operasional solid yang didukung dengan pertumbuhan penyaluran loan dan NIM yang lebih ekspansif. Adapun yang menjadi risiko untuk rekomendasi ini adalah kondisi situasi makro dan politik yang kurang pasti dan stabil, persaingan di industri bank yang semakin kompetitif, ekspetasi growth loan dan NIM yang terkontraksi yang kurang sesuai harapan.

 

 

Unduh dokumen lengkapnya DISINI.

 

 

 

 

NH Korindo Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubuni CS kami via email CSO@nhsec.co.id