XA Update Report | Pakuwon Jati Tbk. (PWON) — Pendapatan Berulang Dorong Pertumbuhan
By Axell Ebenhaezer (Senior Analyst) & Kevin Pratama (Research Associate)
20-Apr-2026
Pakuwon Jati (PWON) laporkan kenaikan pendapatan sebesar 7% YoY pada FY25 menjadi Rp7,11 T dengan margin laba bersih meningkat menjadi 35,4%. Kinerja ini didorong oleh pertumbuhan kuat pada sub-segmen sewa ritel (retail leasing) yang mencatat kenaikan pendapatan sebesar 14% YoY menjadi Rp 3,93 T. Sementara itu, pada segmen pengembangan property, pra-penjualan residensial tercatat turun 16,3% YoY menjadi Rp1,30 T pada FY25, seiring perusahaan masih menghadapi kondisi pasar real estat domestik yang menantang.
🔹 Pendapatan berulang tetap jadi andalan utama
• PWON mencatat kenaikan pendapatan dari operasi berulang sebesar 8% YoY pada FY25 menjadi Rp5,62 triliun.
• Kinerja kuat dari segmen sewa ritel, serta pertumbuhan stabil sebesar 2% YoY pada sub-segmen hotel & serviced apartment, lebih dari cukup untuk mengimbangi penurunan sebesar 26% YoY pada pendapatan sewa perkantoran.
• Pertumbuhan sewa ritel pada FY25 didorong oleh Pakuwon Mall Bekasi yang mencatat tahun operasional penuh pertamanya, serta kenaikan tarif sewa di berbagai lokasi ritel.
• Kami memperkirakan pendapatan dari sewa ritel akan terus meningkat pada FY26 dengan pertumbuhan moderat sebesar 5–6%, seiring Park Shanghai mencatat tahun operasional penuh pertamanya setelah diresmikan pada Juli 2025.
• Selain itu, kami juga memproyeksikan pendapatan dari sub-segmen hotel akan mengalami peningkatan signifikan pada FY26 setelah mencapai Rp1,42 miliar pada tahun lalu. Dengan peresmian tiga hotel pada FY25, termasuk Fairfield Bekasi, Aloft Surabaya, dan Four Points Bekasi, kami melihat kontribusi dari sub-segmen ini akan meningkat sebesar 7–8% YoY.
🔹 Permintaan residensial masih lesu
• Pendapatan pemasaran PWON alami penurunan pada FY25 di tengah kondisi pasar property domestik yang menantang.
• Rendahnya kepercayaan konsumen menekan permintaan secara signifikan, sementara pasokan properti residensial meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Insentif PPN dari pemerintah membantu menjaga permintaan tetap relatif stabil, namun kami tidak melihat adanya lonjakan besar dalam waktu dekat tanpa adanya katalis ekonomi yang bersifat struktural.
• Kami memperkirakan penjualan pemasaran PWON akan mengalami pemulihan terbatas pada FY26. Strategi perusahaan yang menyasar segmen produk kelas menengah tetap menjadi faktor kunci dalam menjaga kinerja, mengingat permintaan dari kelas menengah cenderung lebih tahan terhadap tekanan ekonomi.
• Secara keseluruhan, pertumbuhan PWON pada FY26 akan didorong oleh kelanjutan pengembangan proyek
Bekasi Superblock serta penyelesaian fase 3 Pakuwon City Mall Surabaya.
🔹 Rekomendasi BUY dengan target harga Rp 500
• Kami memberikan rekomendasi BUY untuk PWON dengan TP Rp 500. Target ini mencerminkan rasio P/E forward FY26 sebesar 9,95x, aedikit di bawah rata-rata P/E dalam 3 tahun terakhir. Saat ini, saham diperdagangkan pada P/E sebesar 7,14x.
• Risiko: 1) Pelemahan nilai tukar Rupiah 2) Oversupply property 3) Kenaikan biaya material konstruksi
Unduh laporan lengkapnya DISINI.
NH Korindo Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubuni CS kami via email CSO@nhsec.co.id

