XA Update Report | PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) – 1Q26: Performa Operasional Kuat Menjaga Pertumbuhan Stabil Berkelanjutan

 

 

By Leonardo Lijuwardi (Senior Analyst) & Gwenda Deanita (Associate)

18-May-2026

 

 

MTEL menutup 1Q26 dengan pendapatan sebesar IDR 2.29T (+1.4% YoY. -13.6% QoQ). setara dengan 23.5% dari estimasi FY26 kami. EBITDA 1Q26 tercatat sebesar IDR 1.89T (-8.2% QoQ. +0.9% YoY). dengan margin EBITDA yang tetap solid di level 82.7% (1Q25: 83%). Laba bersih 1Q26 tercatat sebesar IDR 545B (-5.38% QoQ. +3.6% YoY). memenuhi 25.2% dari estimasi FY26 kami. didorong oleh penurunan beban keuangan sebesar 19.4% YoY serta margin laba bersih yang tetap solid di level 23.8% (1Q25: 23.3%). Kinerja MTEL turut ditopang oleh ekspansi bisnis segmen fiber optic yang tumbuh signifikan sebesar 8.5% YoY dengan kontribusi meningkat menjadi 6.6% terhadap total pendapatan. Kami mempertahankan estimasi laba FY26F MTEL di level IDR 2.17T. didukung oleh bisnis tower leasing yang stabil. disiplin pengelolaan biaya. serta pertumbuhan permintaan fiber. Kami mempertahankan rekomendasi “Buy” dengan Target Harga sebesar IDR 670/saham.

 

 

 

🔹 Segmen Tower Tetap Datar, Fiber Menjadi Mesin Pertumbuhan

 

Pendapatan tower leasing relatif stabil. Segmen tower leasing membukukan pendapatan sebesar IDR 1.85T pada 1Q26 (1Q25: IDR 1.85T). mencerminkan kinerja yang relatif stabil. Bisnis terkait tower tumbuh menjadi IDR 166B (+12.9% YoY). sementara tower reseller relatif flat di level IDR 128B (+0.8% YoY). Pertumbuhan bisnis terkait tower mencerminkan strategi portofolio yang lebih selektif menuju segmen dengan margin lebih tinggi. sehingga mengoptimalkan pendapatan MTEL. Hingga 1Q26. jumlah tower tercatat mencapai 40.327 unit.

 

 

Pertumbuhan fiber optic terus terakselerasi. Segmen fiber optic mencatat pertumbuhan sebesar +8.5% YoY dan +6.3% QoQ menjadi IDR 152B pada 1Q26 (1Q25: IDR 140B | 4Q25: IDR 143B). MTEL mencatat penambahan jaringan fiber sepanjang 1.080 km. sehingga total jaringan fiber mencapai 58.279 km pada 1Q26 dan ditargetkan mencapai ~x km pada FY26F. Dari sisi komposisi. sekitar 54% jaringan fiber berada di luar Jawa. Meski kontribusi segmen fiber baru mencapai 6.6%. segmen ini tetap menjadi mesin pertumbuhan utama MTEL dan mampu mengimbangi pertumbuhan bisnis tower leasing yang relatif stagnan.

 

 

Telkomsel tetap menjadi tenant operator terbesar. Berdasarkan operator tenant. pendapatan dari Telkomsel meningkat +5.0% YoY menjadi IDR 1.23T pada 1Q26. sehingga kontribusinya meningkat menjadi 54% dari sebelumnya 53%. Sementara itu. pendapatan dari operator lain: EXCL tumbuh +16.8% YoY pasca merger menjadi IDR 324B pada 1Q26 (1Q25: IDR 278B | 4Q25: IDR 512B. basis kuartalan: -36.7% QoQ). sedangkan ISAT mencatat penurunan menjadi IDR 475B pada 1Q26 (-3.5% YoY | 4Q25: IDR 321B. basis kuartalan: +47.9% QoQ).

 

 

 

🔹 Kinerja Operasional: Margin Tetap Stabil di Tengah Pendapatan yang Flat & Profil Leverage Tetap Sehat

 

Disiplin pengelolaan biaya menjaga stabilitas margin. Total beban usaha meningkat 4.4% YoY menjadi IDR 1.3T dengan beban operasional naik menjadi IDR 398B (+3.6% YoY). sementara EBITDA tetap stabil di level IDR 1.89T (+0.9% YoY). MTEL juga mencatat penurunan beban keuangan pada 1Q26 menjadi IDR 243B (-11% QoQ & -19.4% YoY). sejalan dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Secara keseluruhan. biaya tetap terkendali. tercermin dari profitabilitas yang stabil dengan NPM sebesar 23.8% dan margin EBITDA sebesar 82.7%.

 

 

Utang tidak memiliki eksposur nilai tukar. Hingga 1Q26. total utang MTEL tercatat sebesar IDR 18.7T (-2.1% YoY) dengan pelunasan penuh obligasi dan sukuk sebesar IDR 250B. Seluruh utang menggunakan denominasi Rupiah. sehingga memberikan stabilitas di tengah tekanan nilai tukar Rupiah. Rasio leverage tetap sehat dengan DER sebesar 55.7% dan Debt-to-EBITDA sebesar 2.1x.

 

 

 

🔹 MTEL Portfolio: Pertumbuhan Kuat di Luar Jawa Terus Mendorong Tenancy Ratio

 

Tenancy Ratio terus menguat. Data aset operasional MTEL menunjukkan perbaikan dengan jumlah co-location mencapai 23.066 unit pada 1Q26 (+11.7% YoY. +0.7% QoQ) dan jumlah tenancy meningkat +0.4% QoQ serta +5.1% YoY menjadi 63.333 tenant pada 1Q26. sehingga mendorong Tenancy Ratio menjadi 1.57x. naik dari 1.52x pada 1Q25.

 

 

Pertumbuhan tenant di luar Jawa tetap menjadi pendorong utama. Pada periode 1Q26. sekitar 59% portofolio tower berasal dari luar Jawa. setara dengan 23.768 tower. Komposisi ini mencerminkan strategi ekspansi perusahaan untuk memperluas cakupan di luar Jawa seperti Sumatra. Kalimantan. Bali. Maluku. dan Sulawesi. tercermin dari total tenant yang meningkat 7% YoY. Pertumbuhan ini melampaui wilayah Jawa yang hanya tumbuh 3% YoY. menunjukkan potensi pertumbuhan yang lebih besar di luar Jawa.

 

 

🔹 Mempertahankan Proyeksi FY26 Tanpa Perubahan

 

Estimasi FY26 tetap dipertahankan. Untuk FY26. kami memperkirakan pendapatan MTEL mencapai IDR 9.78T (+2.6% YoY) dengan laba bersih sebesar IDR 2.17T (+2.2% YoY). seiring pertumbuhan industri tower yang relatif stagnan. Meski industri tower diperkirakan bertumbuh terbatas. kami menilai MTEL masih mampu mempertahankan neraca yang kuat serta pengelolaan biaya operasional yang baik. Kami memperkirakan NPM FY26F berada di level 22.2%. relatif stabil dibandingkan FY25 sebesar 22.2%.

 

 

 

 

🔹 Rekomendasi “Buy” dengan Target Harga di IDR 670 / Lembar (+ 31.4% Upside Potential)

 

NHKSI Research mempertahankan rekomendasi “Buy” dengan target harga IDR 670. yang merefleksikan 9.2x Forward EV/EBITDA (rata-rata 3 tahun terakhir). Sebagai salah satu sektor defensif. meskipun segmen tower rental memiliki pertumbuhan terbatas pasca konsolidasi operator seluler. MTEL masih memiliki peluang mencatat pertumbuhan di atas rata-rata industri melalui segmen fiber. Selain itu. neraca yang sehat dan leverage yang lebih rendah dibandingkan peers masih membuka peluang untuk melakukan ekspansi anorganik. Risiko bagi MTEL meliputi pertumbuhan tenancy yang lebih lemah serta pertumbuhan segmen fiber yang tidak sesuai ekspektasi.

 

 

Unduh laporanlengkapnya DISINI.

 

 

 

 

NH Korindo Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubuni CS kami via email CSO@nhsec.co.id