IPO Structure
Jumlah Saham | Presentase IPO | Nilai Nominal | Harga Penawaran |
3.165.160.000 Lembar | 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum | Rp20 / Lembar | Rp268 – Rp278 / Lembar |
Nilai IPO | Metode IPO | Penjamin Emisi | Jenis Penjamin |
Sebanyak-banyaknya Rp879.914.480.000 | Electronic (e-IPO) | PT Ciptadana Sekuritas Asia | PT Samuel Sekuritas Indonesia | Kesanggupan Penuh (Full Commitment) |
IPO Schedule
Masa Penawaran Awal | : 17 – 24 Januari 2024 |
Perkiraan Tanggal Efektif | : 31 Januari 2024 |
Perkiraan Masa Penawaran Umum Perdana Saham | : 1 – 5 Februari 2024 |
Perkiraan Tanggal Penjatahan | : 5 Februari 2024 |
Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik | : 6 Februari 2024 |
Perkiraan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek | : 7 Februari 2024 |
Company Profile
Perseroan didirikan pada bulan Juli tahun 2019. Perseroan dan Perusahaan Anak bergerak di bidang jasa pengangkutan laut, transshipment, dan Intermediate Stockpile (“ISP”) untuk tambang batu bara. Dalam menjalankan usahanya, Perseroan dan Perusahaan Anak didukung dengan sistem logistik yang terintegrasi dengan pihak afiliasi mulai dari tambang hingga ke ISP dan transshipment area.
Perseroan mengakuisisi saham mayoritas PT Mahakam Coal Terminal (“MCT”) sebesar 70% pada bulan September 2019. MCT bergerak di bidang operasi terminal untuk kepentingan sendiri yang digunakan sebagai ISP untuk mendukung kegiatan usaha Perseroan dan kegiatan pelanggan utamanya yang saat ini merupakan pihak afiliasi. ISP Perusahaan Anak berfungsi sebagai titik perpindahan, pengelolaan, dan penumpukan muatan dari tongkang sungai ke stockpile serta dari stockpile ke tongkang laut.
Dalam menjalankan kegiatan usaha di bidang jasa pengangkutan laut, transshipment, dan ISP, Perseroan dan Perusahaan Anak memiliki kontrak Life of Mine (“LoM”) dengan PT Ade Putra Tanrajeng (“APT”) dan PT Guruh Putra Bersama (“GPB”) untuk pengangkutan dan pengiriman batu bara. Dengan adanya kontrak LoM tersebut, Perseroan dan Perusahaan Anak memiliki sumber pendapatan yang berkesinambungan, sampai seluruh cadangan batu bara yang dimiliki APT dan GPB habis. Perseroan memiliki 36 tongkang sungai dan melakukan freight charter atas 15 set tongkang sungai dan kapal tunda, memiliki 40 kapal tunda dan melakukan time charter atas 12 set tongkang laut dan kapal tunda, memiliki 2 assist tugs dan melakukan time charter atas 2 assist tugs, serta memiliki 1 unit Floating Transhipper Unit (FTU) dengan kapasitas sebesar 20.000 MT PWWD.
Dalam pelaksanaan kegiatan operasionalnya, Perseroan memiliki visi yaitu:
Menjadi penyedia layanan terdepan dari awal hingga akhir untuk logistik dan jasa pertambangan yang mencakup transportasi, transshipment, dan jasa lainnya mulai dari eksplorasi dan produksi hingga ke konsumen akhir, memberikan solusi yang aman, efisien, andal kepada pelanggan, serta menjaga keberlanjutan pertumbuhan nilai bagi pemegang saham.