Today’s Outlook:
MARKET AS: Futures Fed Fund Rate menunjukkan peluang 52,6% untuk pemangkasan pada bulan Juni, dengan probabilitas 35,5% tanpa pemangkasan ; sebuah pembalikan tajam dari taruhan pada 1 Februari dengan peluang 62% untuk pemangkasan pada bulan Maret, menurut FedWatch Tool CME Group. Sementara itu, Imbal Hasil US Treasury bertenor dua tahun, yang mencerminkan ekspektasi suku bunga, turun 2,2 basis poin menjadi 4,692%, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun turun 7,5 basis poin menjadi 4,252%. Obligasi 10 tahun mencapai level tertinggi tiga bulan di 4,3540% semalam.

MARKET EROPA: Sentimen bisnis Jerman pun turun secara tak terduga di negara dengan ekonomi terbesar di Eropa ini pada bulan Desember, seperti ditunjukkan oleh German Ifo Business Climate Index. Imbal hasil obligasi Jerman berada di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut karena data ekonomi dan pejabat bank sentral terus mengurangi harapan investor untuk penurunan suku bunga yang cepat oleh Bank Sentral Eropa tahun ini.

MARKET ASIA : Data menunjukkan pada hari Jumat bahwa harga rumah baru di China turun untuk bulan ketujuh di bulan Januari, membuat sentimen rapuh karena upaya para pembuat kebijakan untuk memulihkan kepercayaan di sektor property yang dililit utang ini berjuang untuk mendapatkan daya tarik.

Dollar Index siap untuk mencatat penurunan mingguan untuk pertama kalinya pada tahun 2024 karena investor mengkonsolidasikan posisi dan mencari panduan lebih lanjut tentang ekonomi global. Indeks dolar naik 0,029%, dengan euro turun 0,03% menjadi USD 1,082.

KOMODITAS : MINYAK mentah berjangka AS turun USD 2,12 menjadi USD 76,49 per barel dan Brent turun USD 2,05 menjadi USD 81,62. Harga EMAS ditetapkan untuk kenaikan mingguan, didukung oleh dolar yang lebih lemah. Emas berjangka AS ditutup 0,9% lebih tinggi pada USD 2.049,40 per ons.

Corporate News
Waskita Karya (WSKT): Seluruh Kreditur Bank Setuju Restrukturisasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) melaporkan seluruh kreditur perbankan telah menyetujui secara prinsip usulan skema restrukturisasi utang bank yang diusulkan perseroan. Selain itu, Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dari emiten BUMN konstruksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) memberikan restu restrukturisasi atas skema penyelesaian pokok dan bunga obligasi nonpenjaminan. Direktur Utama Waskita Karya Hanugroho menyatakan persetujuan atas restrukturisasi menjadi capaian penting bagi pemulihan kondisi keuangan Waskita untuk dapat melakukan manajemen cash flow secara optimal, guna menghasilkan siklus kegiatan operasional yang lebih berkelanjutan. Sejalan dengan persetujuan dari pemegang obligasi, seluruh kreditur perbankan juga telah menyetujui secara prinsip usulan skema restrukturisasi utang bank yang diusulkan Waskita. Waskita menggelar rapat pada 21-22 Februari 2024 di Jakarta. Hasilnya, RUPO yang disetujui adalah Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2018 dengan persentase persetujuan 77,91%, sedangkan Obligasi Berkelanjutan IV tahap I tahun 2020 mencapai 92,38%. Adapun, Obligasi Berkelanjutan III Tahap II tahun 2018 meraih persetujuan 79,19%. Sebagaimana diketahui hasil minimal persetujuan adalah sebesar 75% dari kuorum kehadiran RUPO. (Bisnis)

Domestic Issue
Laris IDR 23.9 Triliun, Kemenkeu: Penjualan ORI025 Terdampak Pemilu Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) menyampaikan realisasi penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI025 tembus IDR 23,9 triliun hingga akhir masa penawaran Kamis (22/2/2024). Di sisi lain, penjualan ORI025 terdampak adanya Pemilu 2024. Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu, Deni Ridwan mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan rekonsiliasi data penjualan ORI025 dengan pihak-pihak terkait. “Pemesanan ORI025 telah mencapai IDR 23,9 triliun, dengan tenor 3 tahun sebesar IDR 19,38 triliun dan tenor 6 tahun sebesar IDR 4,53 triliun. Angka finalnya akan diumumkan setelah penetapan penerbitan ORI025 pada tanggal 26 Februari 2024,” ujar Deni kepada Bisnis, dikutip Jumat (23/2/2024). Lebih lanjut dia mengatakan, capaian penjualan ORI025 itu telah melampaui seri sebelumnya yakni ORI024 yang terjual IDR 14,5 triliun pada tahun 2023 lalu. Namun, penjualan ORI025 masih di bawah kuota awal yang ditetapkan sebesar IDR 25 triliun. Alasannya, masyarakat wait and see terkait Pemilu 2024. “Pada awal masa penawaran sampai dengan menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden dan legislatif, pemesanan ORI025 relatif lambat karena masyarakat sepertinya cenderung bersikap wait and see atas dinamika politik Tanah Air,” katanya. (Bisnis)

Recommendation

US10YT tengah mencobai Support MA20 pada level 4.208% setelah mulai melemah ke bawah MA10 , menjadikan 4.278% sebagai Resistance terdekat saat ini. Konsolidasi diperkirakan masih dapat berlanjut, at least being Sideways while waiting for US PCE price index, atau malah jebol lebih lanjut ke Support berikut sekitar 4.10%. ADVISE : kurangi posisi, WAIT & SEE.

ID10YT juga akhirnya semakin terbenam ke bawah ketiga Moving Average (menjadikan level 6.608% sebagai Resistance terdekat saat ini), most likely konsolidasi akan menghampiri Support dari level previous Low sekitar yield 6.516%. ADVISE : WAIT & SEE untuk kemungkinan Buy on Weakness.

Download full report HERE.