Today’s Outlook :

 

 

• PASAR AS:Wall Street pada Rabu memangkas sebagian kerugiannya menjelang penutupan perdagangan sehingga ditutup bervariasi. Sentimen pasar sempat tertekan oleh meningkatnya premi risiko geopolitik setelah serangan terbaru antara AS dan Iran serta pernyataan keras Presiden Donald Trump terhadap Teheran. Namun, suasana membaik setelah Trump mengatakan ia tidak memperkirakan perang dengan Iran akan kembali terjadi, saham semikonduktor dan sektor teknologi menguat, serta risalah rapat Federal Reserve menunjukkan pandangan yang terbagi mengenai prospek kebijakan moneter.

 

 

Indeks S&P 500 turun 0,3% ke 7.481,46, Dow Jones melemah 1,1% ke 52.348,09, sementara NASDAQ Composite naik 0,2% ke 25.870,65 setelah sempat merosot hingga 1,1%.

 

 

AS dan Iran menandatangani perjanjian damai sementara bulan lalu yang mencakup penghentian pertempuran, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan pencabutan sanksi atas penjualan minyak Iran. Namun, kesepakatan itu terancam setelah eskalasi terbesar sejak penandatanganannya. Menyusul laporan serangan terhadap tiga kapal tanker minyak di sekitar Selat Hormuz, militer AS menyerang lebih dari 80 target di Iran sebagai balasan. CENTCOM menyatakan serangan menyasar sistem pertahanan udara, jaringan komando, radar pantai, rudal antikapal, serta lebih dari 60 kapal kecil IRGC. Iran kemudian membalas dengan menyerang 85 instalasi militer di Kuwait dan Bahrain serta menembak jatuh sebuah drone AS, menurut media pemerintah.

 

 

Dalam KTT NATO di Ankara, Turki, Trump memperkeras retorikanya terhadap Iran. Ia mengatakan perang dengan Iran kemungkinan telah berakhir, tetapi menegaskan AS siap kembali melancarkan serangan jika diperlukan. Trump juga menyebut AS dapat memberlakukan kembali blokade laut terhadap pelabuhan Iran dan bahkan mengisyaratkan kemungkinan mengambil alih Pulau Kharg, terminal utama ekspor minyak Iran. Meski demikian, sentimen pasar membaik setelah Trump kemudian mengatakan ia tidak memperkirakan perang akan kembali dimulai, sehingga kenaikan harga minyak mereda.

 

 

Di luar isu Timur Tengah, saham semikonduktor pulih, dengan Philadelphia Semiconductor Index naik lebih dari 2% setelah anjlok hampir 14% dalam empat sesi sebelumnya.

 

 

 

• PASAR EROPA : Bursa saham Eropa merosot tajam pada Rabu setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan kerangka kerja yang menjadi dasar gencatan senjata dengan Iran telah resmi “berakhir”. Indeks STOXX 600 yang sebelumnya hanya turun 0,4% pada pertengahan sesi akhirnya ditutup melemah 1,6%. Gagalnya kesepakatan tersebut memupus harapan investor akan penyelesaian konflik secara terstruktur, sehingga memicu aksi jual besar-besaran di berbagai kelas aset. Indeks DAX Jerman turun 2,4%, CAC 40 Prancis melemah 2,2%, FTSE 100 Inggris turun 1,7%, dan FTSE MIB Italia terkoreksi 1,2%.

 

 

 

• PASAR ASIA:Sebagian besar bursa saham Asia ditutup melemah pada Rabu seiring berlanjutnya aksi jual saham semikonduktor, yang memperpanjang koreksi valuasi saham berbasis kecerdasan buatan (AI) pekan ini. Kondisi tersebut membuat indeks KOSPI Korea Selatan berada di ambang memasuki bear market meski sempat menguat di awal perdagangan.

 

 

Pemulihan awal saham semikonduktor di Asia tidak bertahan lama karena investor kembali melepas saham-saham AI yang sebelumnya melonjak tinggi. KOSPI anjlok hampir 5% dan berpotensi masuk bear market jika tetap ditutup turun lebih dari 20% dari rekor tertingginya pada 19 Juni. Saham SK Hynix turun 6,8% dan LG Innotek merosot 7,4%, mencerminkan aksi ambil untung di rantai pasok AI Korea Selatan. Di Jepang, aksi jual juga meluas ke saham teknologi. Murata turun sekitar 1%, TDK melemah 1,1%, Sony turun 0,3%, sementara Nikkei 225 dan TOPIX masing-masing terkoreksi 1,5% dan hampir 1%.

 

 

Sementara itu, pasar saham China bergerak terbatas menjelang rilis data inflasi Juni pada Kamis. Indeks CSI 300 turun 0,1%, Shanghai Composite relatif tidak berubah, sedangkan Hang Seng Hong Kong menguat hampir 3%, berlawanan dengan tren kawasan.

 

 

 

• KOMODITAS:Harga minyak memangkas sebagian kenaikannya pada Rabu setelah sempat melonjak lebih dari 8%, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan ia tidak memperkirakan perang dengan Iran akan kembali terjadi. Meski demikian, eskalasi terbesar antara Washington dan Teheran sejak penandatanganan perjanjian damai sementara tetap membuat pasar waspada dan menopang harga minyak di level tinggi.

 

 

Sebelumnya, Trump menyatakan gencatan senjata antara kedua negara telah “berakhir” dan AS kemungkinan akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah aksi balasan militer pada Selasa. Media pemerintah Iran menyatakan Teheran akan menutup Selat Hormuz jika kembali diserang AS. Hingga pukul 15.55 ET (19.55 GMT), kontrak berjangka minyak Brent pengiriman September naik 5,9% menjadi USD 78,55 per barel, setelah sempat menembus USD 80 untuk pertama kalinya sejak 22 Juni. Sementara itu, kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Agustus naik 5,1% menjadi USD 74,05 per barel.

 

 

 

• INDONESIA :IHSG pada perdagangan Rabu kemarin ditutup terkoreksi -1.89% menuju level 5873.37. Market terkoreksi akibat sentimen negatif terkait lembaga perating lain yaitu S&P Dow memberikan outlook yang sama dengan MSCI terkait peluang potensi penurunan status Indonesia ke Frontier Market. Saat ini, pasar akan cenderung sideways – berkonsolidasi dari area 5300-5900 sembari menunggu katalis yang lebih optimal.

 

 

Dari sisi teknikal masih tetap sama fondasi pijakan yang harus dilewati untuk menujukkan penguatan. Jika IHSG tidak kembali menguat di atas 6000, potensi untuk koreksi kembali ada di support 5300-5400. Jika break  6000, potensi selanjutnya menguat terlebih  dahulu ke 6100 dan 6240.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.