Today’s Outlook :

 

 

• PASAR AS :Wall Street pada Senin memulai pekan perdagangan penuh pertama di bulan Juli dengan kinerja positif, didorong oleh rebound saham semikonduktor setelah mengalami pelemahan selama dua pekan berturut-turut. Investor kembali bertransaksi usai libur panjang Hari Kemerdekaan AS. Pasar juga masih ditopang penguatan pekan lalu, yang sekaligus menjadi kuartal terbaik dalam enam tahun. Fokus investor kini tertuju pada risalah rapat terbaru The Fed dan dimulainya musim laporan keuangan.

 

 

Indeks S&P 500 naik 0,7% ke 7.536,54, Nasdaq Composite menguat 1,1% ke 26.121,16, sementara Dow Jones naik 0,3% ke rekor baru 53.056,74, sekaligus pertama kalinya ditutup di atas level 53.000.

 

 

Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan turunnya harga minyak membuat perhatian pasar kembali tertuju pada sektor kecerdasan buatan (AI). Saham semikonduktor yang sempat tertekan akibat aksi ambil untung dan kekhawatiran valuasi AI yang terlalu tinggi berhasil rebound, dengan Philadelphia Semiconductor Index (SOX) naik 2,2%. Saham memori seperti Western Digital, Sandisk, Micron, SK Hynix, dan Samsung Electronics juga menguat. Sebelumnya, investor sempat melakukan rotasi dana keluar dari sektor teknologi.

 

 

Sentimen pasar juga didukung data ketenagakerjaan AS yang sedikit menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Pertumbuhan nonfarm payrolls Juni yang lebih lemah dari perkiraan, disertai penurunan tipis tingkat pengangguran, dinilai menunjukkan pasar tenaga kerja masih solid namun tidak terlalu kuat, sehingga memberi ruang bagi The Fed untuk menahan suku bunga. Ketua The Fed Kevin Warsh kembali menegaskan bahwa bank sentral tidak lagi akan memberikan forward guidance dan akan fokus pada pengendalian inflasi. Investor kini menantikan risalah rapat The Fed bulan Juni yang akan dirilis pada Rabu.

 

 

Di sisi emiten, saham Dell Technologies melonjak lebih dari 4% setelah Presiden Donald Trump mendorong masyarakat membeli komputer Dell. Sementara itu, Strategy ditutup stagnan setelah melaporkan kerugian aset digital sebesar USD8,32 miliar pada kuartal II dan menjual Bitcoin untuk membayar dividen saham preferen.

 

 

 

• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada Senin seiring investor mengambil jeda setelah penguatan yang solid pekan lalu, sambil mengalihkan perhatian pada sejumlah pernyataan bank sentral dan data ekonomi penting yang akan dirilis pekan ini. Indeks STOXX 600 turun 0,4%. Penguatan pasar sebelumnya didorong oleh rotasi sektor secara luas, setelah tanda-tanda inflasi yang mulai mereda dan melemahnya pasar tenaga kerja AS meningkatkan optimisme bahwa tekanan suku bunga global akan berkurang. Indeks DAX Jerman naik 0,2%, sementara CAC 40 Prancis dan FTSE 100 Inggris masing-masing turun 0,3%.

 

 

Dari sisi makroekonomi, investor akan mencermati data penjualan ritel dan indeks harga produsen (PPI) Zona Euro untuk Mei, serta data produksi industri Jerman. Data tersebut akan memberikan gambaran apakah sektor manufaktur kawasan mulai pulih dan apakah permintaan konsumen mulai stabil..

 

 

 

• PASAR ASIA:Bursa saham yang didominasi sektor teknologi di Jepang dan Korea Selatan melemah tajam pada Senin seiring investor melakukan aksi ambil untung pada saham-saham semikonduktor setelah reli pekan lalu. Sementara itu, penurunan harga minyak dan meredanya ketegangan geopolitik mendukung penguatan terbatas di sejumlah pasar kawasan.

 

 

Korea Selatan dan Jepang kembali menjadi penentu sentimen regional, dengan investor mengurangi eksposur pada saham semikonduktor setelah rebound tajam pada Jumat lalu menyusul aksi jual sektor AI pada pekan sebelumnya. Investor teknologi di Asia juga cenderung mengambil jeda setelah reli tersebut, sambil mengalihkan perhatian ke musim laporan keuangan untuk menilai apakah besarnya investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mulai menghasilkan peningkatan laba perusahaan.

 

 

Indeks KOSPI Korea Selatan memangkas pelemahannya dan ditutup turun 0,5%, sementara Nikkei 225 Jepang melemah 0,3%. Di China, CSI 300 dan Shanghai Composite masing-masing turun 0,6%, mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap saham teknologi meski sentimen risiko global membaik. Aksi ambil untung kembali terjadi pada sebagian besar saham semikonduktor Asia, meski beberapa saham masih mencatat penguatan. Samsung Electronics turun 0,9%, sedangkan SK Hynix melemah 4,3%.

 

 

 

• KOMODITAS:Harga minyak ditutup relatif stabil pada Senin di kisaran level sebelum perang Iran, setelah Arab Saudi memangkas harga jual resmi minyak, OPEC+ kembali menaikkan target produksi mulai Agustus, dan ekspor melalui Selat Hormuz terus pulih. Brent turun 0,2% ke USD 71,99 per barel, sementara WTI melemah 0,2% ke USD 68,55 per barel. Pekan lalu, harga minyak juga bergerak relatif datar setelah turun ke level sebelum konflik Iran.

 

 

Di sisi geopolitik, Presiden Donald Trump menyatakan AS akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau mengambil tindakan lebih lanjut. Meski perundingan tidak langsung AS-Iran pekan lalu belum menunjukkan kemajuan berarti, gencatan senjata selama 60 hari masih berlangsung. Sementara itu, Uni Emirat Arab meningkatkan produksi minyaknya hingga di atas 3,8 juta barel per hari pada Juni setelah keluar dari OPEC.

 

 

 

• INDONESIA :IHSG pada perdagangan Senin kemarin ditutup menguat +0.69% menuju level 5916.07. Kondisi pasar masih cukup saat ini menunjukkan potensi adanya peluang rebound yang berkelanjutan, potensi membentuk cup and handle pattern terlepas volume perdagangan relatif sepi.

 

 

Dari sisi teknikal masih tetap sama fondasi pijakan yang harus dilewati untuk menujukkan penguatan. Jika IHSG tidak kembali menguat di atas 6000, potensi untuk koreksi kembali ada di support 5300-5400. Jika break  6000, potensi selanjutnya menguat terlebih dahulu ke 6100 dan 6240.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.