Today’s Outlook :
• PASAR AS : Wall Street ditutup mayoritas melemah pada Jumat setelah pidato hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole mengurangi optimisme investor. S&P 500 turun 0,3% ke 7.709,18, Nasdaq Composite melemah 0,5% ke 26.402,42, sementara Dow Jones hampir flat di 53.559,34. Secara mingguan, S&P 500 dan Dow masing-masing naik 0,5%, sedangkan Nasdaq menguat 0,9%.
Warsh menegaskan inflasi AS belum menunjukkan perbaikan berarti dan masih berada di atas target The Fed sebesar 2%. Data Juli menunjukkan PCE naik 3,7% YoY dan core PCE 3,3% YoY. Pernyataan tersebut mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga 25 bps pada September menjadi lebih dari 59%, dari sekitar 35% sehari sebelumnya.
Secara mingguan, Wall Street mencatat kenaikan untuk pekan keempat dari lima pekan, terutama didorong lonjakan Nvidia hampir 9% pada Kamis setelah mencatat pendapatan US$92,22 miliar, naik 106% YoY, serta memberikan outlook pendapatan US$108 miliar untuk kuartal berjalan. Nvidia turun 4,6% pada Jumat, namun saham Magnificent Seven lainnya seperti Meta, Apple, Microsoft, Alphabet, dan Amazon menguat 1,2–4%.
• PASAR EROPA : Bursa Eropa menguat pada Jumat, dengan STOXX 600 naik 0,5% dan membukukan kenaikan mingguan sekitar 0,2%. Saham Prancis rebound 1% setelah sebelumnya turun ke level terendah dalam sebulan. Namun, penguatan pasar masih terbatas oleh kekhawatiran terhadap suku bunga tinggi, volatilitas harga energi, dan data ekonomi regional yang mixed. Investor juga cenderung berhati-hati menjelang pidato Kevin Warsh di Jackson Hole.
• PASAR ASIA: Bursa Asia bergerak terbatas pada Jumat, dengan KOSPI Korea Selatan menjadi yang terburuk dan turun 1,8% akibat aksi jual saham semikonduktor. SK Hynix dan Samsung Electronics masing- masing melemah lebih dari 3%. Sentimen saham teknologi kembali tertekan oleh kekhawatiran valuasi AI yang tinggi dan ketidakpastian arah suku bunga AS.
Sebaliknya, Nikkei 225 dan TOPIX Jepang naik masing-masing 0,3% dan 0,8%, didukung data inflasi Tokyo yang masih sejalan dengan ekspektasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan. Di China, CSI 300 turun 0,1%, Shanghai Composite naik 0,1%, dan Hang Seng menguat 0,3%.
• KOMODITAS : Harga minyak melonjak lebih dari 2% pada Senin setelah pasukan AS menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz, pada Minggu. Brent naik 2,52% menjadi US$90,32 per barel, sementara WTI menguat 2,41% menjadi US$85,41 per barel.
• INDONESIA : IHSG pada perdagangan Jumat kemarin ditutup relatif flat dengan koreksi tipis -0.06% ke level 6,518.12. Market masih cenderung konsolidatif setelah rebound sebelumnya, dengan investor mulai memperhatikan rotasi sektor untuk melihat ke mana flow berikutnya bergerak. Saham-saham dengan eksposur data center, khususnya ekosistem pick-and-shovel, masih menunjukkan momentum yang cukup kuat dan tetap menarik untuk dipantau.
Di sisi lain, investor perlu mencermati rotasi flow pada saham-saham konglomerasi, khususnya apakah momentum mulai berpindah menuju Bakrie Group maupun Jhonlin Group. Pergerakan flow tersebut dapat menjadi indikasi penting untuk menentukan trading theme berikutnya.
Secara teknikal, area 6,400 tetap menjadi base support utama, sementara 6,200 menjadi support berikutnya. Selama IHSG mampu bertahan di atas 6,400, struktur market masih relatif konstruktif dan peluang untuk melanjutkan penguatan tetap terbuka.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

