Today’s Outlook :
• PASAR AS : Wall Street ditutup melemah pada Selasa akibat aksi jual tajam di sektor teknologi. Penurunan besar di pasar saham Korea Selatan yang dipicu pelemahan sektor teknologi ikut menular ke pasar global, menekan saham chip AS dan perdagangan artificial intelligence (AI).
Indeks S&P 500 turun 1,4% ke 7.365,67 poin, sementara Nasdaq Composite yang berbasis teknologi anjlok 2,2% ke 25.587,04 poin. Dow Jones Industrial Average sempat naik-turun, tapi akhirnya ditutup turun tipis 0,1% di 51.665,43 poin.
Reli besar saham AI sebelumnya jadi salah satu pendorong utama rebound Wall Street pada April–Mei, membantu pasar mengabaikan kekhawatiran konflik Timur Tengah dan lonjakan inflasi akibat harga minyak. Tapi setelah adanya kesepakatan damai sementara AS–Iran dan turunnya harga minyak ke level mendekati sebelum perang, risiko geopolitik berkurang, dan fokus pasar kembali ke sektor teknologi.
Setelah euforia panjang, muncul pertanyaan apakah valuasi yang sangat tinggi masih bisa dibenarkan tanpa hasil nyata dari belanja besar perusahaan di AI. Investor kini menuntut bukti bahwa investasi besar di data center, chip, dan infrastruktur benar-benar bisa menghasilkan pertumbuhan laba.
Selain aksi jual di teknologi, pasar juga menunggu kalender ekonomi dan laporan kinerja kuartalan dari perusahaan besar seperti FedEx dan Micron.
S&P Global melaporkan PMI awal AS untuk Juni naik ke 52,2 dari 51,5 di Mei, tertinggi dalam lima bulan. Sektor jasa naik ke 51,3, sementara sektor manufaktur mencatat 57,7, laju tercepat sejak Juli 2021.
Data lanjutan seperti revisi PDB kuartal pertama dan indeks inflasi PCE akan dirilis Rabu, dan akan jadi perhatian utama karena merupakan indikator inflasi favorit The Fed.
• PASAR EROPA : Saham Eropa turun ke level terendah dalam satu minggu pada Selasa, mengikuti aksi jual global di sektor teknologi serta kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi The Fed akan bertahan lebih lama dan menekan aset berisiko.
Indeks STOXX 600 pan-Eropa turun 0,7%, sementara DAX Jerman melemah 0,8%. CAC 40 Prancis turun 0,7%, FTSE MIB Italia turun 1,5%, sedangkan FTSE 100 Inggris ditutup datar.
Pasar juga masih mencerna dampak politik dari pengunduran diri PM Keir Starmer, meski respons pasar relatif tenang karena investor sudah mulai menerima kandidat terdepan Andy Burnham.
Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi, dengan saham-saham besar seperti ASML anjlok lebih dari 5%, tertekan oleh aksi jual di Asia dan Wall Street.
• PASAR ASIA : Sebagian besar saham Asia turun tajam pada Selasa, dipimpin oleh kejatuhan hampir 10% indeks KOSPI Korea Selatan karena investor ramai-ramai melepas posisi di sektor teknologi setelah reli besar sebelumnya.
Penurunan ini bahkan memicu circuit breaker di Korea Exchange, menghentikan sementara perdagangan untuk kedua kalinya hari itu. KOSPI terakhir turun 8,1% ke 8.375,31, berbalik tajam dari reli berbasis AI yang sebelumnya membuatnya jadi salah satu pasar terbaik tahun ini.
Saham semikonduktor jadi pemberat utama, dengan SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing turun sekitar 12%. Penurunan SK Hynix juga dipicu laporan bahwa perusahaan memperlambat ekspansi HBM4 dan mengalihkan fokus ke produksi DRAM yang marginnya kini lebih tinggi.
Di Jepang, Nikkei 225 turun 3,5% dan TOPIX melemah 2,6%, dipimpin sektor chip dan ekspor yang terkoreksi dari rekor tertinggi sebelumnya. Data PMI Jepang menunjukkan aktivitas manufaktur dan jasa meningkat di Juni, tapi biaya input naik tajam akibat gangguan dari konflik Iran, yang bisa mendorong kebijakan lebih ketat dari Bank of Japan setelah kenaikan suku bunga pekan lalu. Pasar China juga melemah: CSI 300 turun 2,8% dan Shanghai Composite turun 1,4% karena tekanan berlanjut di sektor teknologi. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 1,8%, tertekan saham teknologi besar dan sektor kendaraan listrik.
• KOMODITAS : Harga minyak cenderung stabil pada Selasa, meski sedikit melemah sekitar 1% karena investor memantau ketat aliran minyak melalui Selat Hormuz di tengah tanda kemajuan pembicaraan damai AS–Iran.
Brent crude turun 87 sen atau 1,1% ke USD 77,03 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 73 sen atau 1% ke USD 73,13 per barel pada pukul 12:05 waktu ET (16:06 GMT). Sebelumnya, WTI sempat menyentuh level terendah hampir empat bulan di USD 72,48.
Oman dan Iran juga sepakat untuk melanjutkan pembahasan terkait pengelolaan navigasi di Selat Hormuz, termasuk layanan maritim di jalur strategis tersebut serta biaya yang terkait.
• INDONESIA : IHSG pada perdagangan Selasa ditutup melemah -0.25% ke level 6,101.33, seiring sikap wait-and-see pelaku pasar yang menantikan kepastian terkait posisi Indonesia dalam klasifikasi pasar MSCI.
Pada pagi hari ini, MSCI secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia tetap mempertahankan status sebagai Emerging Market. Namun demikian, MSCI menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama terkait konsistensi implementasi reformasi pasar modal yang telah dijalankan.
MSCI mengapresiasi berbagai inisiatif reformasi yang telah diperkenalkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Beberapa langkah penting tersebut mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih komprehensif, implementasi kerangka High Shareholding Concentration (HSC), hingga roadmap peningkatan batas minimum free float menjadi 15%.
Ke depan, MSCI akan terus memantau cakupan, konsistensi, dan efektivitas implementasi reformasi tersebut, khususnya yang berkaitan dengan metodologi penentuan free float serta peningkatan aksesibilitas dan investabilitas pasar modal Indonesia. Hasil evaluasi ini akan menjadi salah satu faktor utama dalam Index Review MSCI pada November 2026. Apabila progres yang dicapai dinilai belum memenuhi ekspektasi, MSCI membuka kemungkinan untuk memulai konsultasi terkait potensi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.
Dari sisi teknikal, pandangan kami terhadap IHSG masih tetap konstruktif. Selama IHSG mampu menembus dan mempertahankan posisi di atas area 6,250, peluang penguatan lanjutan menuju kisaran 6,375–6,400 tetap terbuka, sebelum menguji area 6,640. Dalam jangka menengah, target penguatan berikutnya berada pada rentang 6,900–7,000. Sebaliknya, kegagalan menembus area resistensi tersebut berpotensi memicu kembali tekanan jual dan membawa IHSG menguji level psikologis 6,000.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

