Today’s Outlook :
• PASAR AS:Wall Street ditutup melemah pada Jumat sekaligus mengakhiri reli dua pekan, dipimpin aksi jual saham teknologi seiring berlanjutnya aksi ambil untung di sektor AI serta meningkatnya ketegangan AS-Iran yang kembali memicu kekhawatiran inflasi.
Indeks NASDAQ turun 1,4% ke 25.520,24, S&P 500 melemah 1,1% ke 7.454,74, dan Dow Jones turun 0,8% ke 52.146,39. Sepanjang pekan, NASDAQ turun 2,9%, S&P 500 melemah 1,6%, dan Dow Jones terkoreksi 0,9%.
Sektor teknologi sempat anjlok lebih dari 3% setelah peluncuran model AI baru dari startup China Moonshot AI memicu kekhawatiran terhadap persaingan AI, ditambah pelemahan saham Netflix usai proyeksi kinerja yang di bawah ekspektasi. Indeks Philadelphia Semiconductor juga resmi memasuki wilayah bear market setelah turun lebih dari 20% dari rekor tertingginya.
Di sisi lain, data awal University of Michigan menunjukkan sentimen konsumen AS naik menjadi 54,4 pada Juli, tertinggi sejak Februari, sementara ekspektasi inflasi satu tahun ke depan turun menjadi 4,2% dari 4,6% pada Juni. Namun, kenaikan harga minyak akibat konflik AS-Iran kembali memicu kekhawatiran inflasi meski data CPI dan PPI Juni sebelumnya menunjukkan perlambatan tekanan harga.
• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa melemah pada Jumat seiring meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kembali kekhawatiran inflasi global. Meski demikian, kuatnya awal musim laporan keuangan, terutama dari sektor perbankan, membantu membatasi pelemahan. Indeks STOXX 600 turun 0,3%, namun masih mencatat kenaikan tipis 0,1% sepanjang pekan.
Data final Eurostat mengonfirmasi inflasi kawasan euro melambat menjadi 2,8% (YoY) pada Juni dari 3,2% pada Mei. Meski menunjukkan tekanan harga yang mereda, sentimen positif dari data tersebut tertutupi oleh meningkatnya risiko geopolitik sehingga respons pasar relatif terbatas.
• PASAR ASIA :Mayoritas bursa saham Asia melemah pada Jumat, dipimpin Jepang, seiring berlanjutnya aksi jual saham teknologi global dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap eskalasi ketegangan AS-Iran yang menopang harga minyak. Nikkei 225 Jepang anjlok 4%, sementara TOPIX turun 2,6%, tertekan oleh pelemahan saham semikonduktor seperti Murata dan Kioxia.
Meski TSMC membukukan laba di atas ekspektasi dan prospek permintaan AI tetap kuat, sahamnya turun 5% setelah perusahaan menaikkan proyeksi belanja modal, memicu kekhawatiran atas tingginya investasi di sektor AI.
Di China, Shanghai Composite melemah 1,6%, CSI 300 turun 2,5%, dan Hang Seng Hong Kong terkoreksi 2%. Sementara itu, bursa Korea Selatan tutup karena hari libur nasional setelah mengalami pelemahan tajam pada awal pekan.
• KOMODITAS :Harga minyak melonjak sekitar 3% pada Senin, dengan Brent menembus USD90 per barel, setelah konflik AS-Iran semakin memanas dan mengganggu pengiriman energi melalui Selat Hormuz.
Kontrak Brent naik USD2,69 (+3,05%) menjadi USD90,79 per barel, level tertinggi sejak 11 Juni, sementara WTI menguat USD2,19 (+2,65%) menjadi USD84,68 per barel, tertinggi sejak 12 Juni. Sepanjang pekan lalu, Brent dan WTI masing-masing melonjak sekitar 16%, mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam beberapa bulan.
Konflik meningkat setelah AS melancarkan serangan ke Iran untuk malam kesembilan berturut-turut, sementara Kuwait dan Bahrain melaporkan serangan Iran. Kedua pihak juga saling menargetkan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.
• INDONESIA : IHSG pada perdagangan Jumat kemarin ditutup di menguat +1.1% di level 6175.54.
Untuk pertama kalinya, setelah tekanan jual yang begitu signifikan asing dalam beberapa kurun waktu belakangan ini asing akhirnya kembali masuk, membukukan net foreign buy di IHSG sejumlah IDR 725B, dipimpin oleh BBCA. Resistance IHSG akan selanjutnya menguji area 6.240 yang akan diuji dengan support area 6000 sebagai bantalan psikologis.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

