Today’s Outlook:
• PASAR AS :Wall Street ditutup mixed pada Senin setelah sempat bergerak volatil, dipengaruhi meredanya aksi jual obligasi global serta masih berlanjutnya kebuntuan negosiasi AS-Iran. S&P 500 turun tipis 0,1% ke 7.402,81 poin, NASDAQ Composite melemah 0,5% ke 26.090,73 poin, sementara Dow Jones naik 0,3% ke 49.686,12 poin. Tekanan pasar terutama datang dari sektor teknologi menjelang laporan keuangan NVIDIA pekan ini, yang menjadi ujian penting bagi keberlanjutan reli saham AI.
Laporan media menyebut AS dan Iran sama-sama merevisi proposal perdamaian, namun belum mendekati kesepakatan. Harga minyak sempat naik akibat ketegangan baru di Timur Tengah sebelum memangkas penguatan setelah Presiden Donald Trump menunda rencana serangan militer terhadap Iran.
Trump mengatakan penundaan dilakukan setelah permintaan dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, serta menyebut negosiasi serius sedang berlangsung. Namun, ia menegaskan militer AS tetap siap melancarkan serangan besar jika kesepakatan gagal tercapai.
Ketegangan meningkat setelah serangan drone menghantam pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab, sementara Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat tiga drone dari Irak. Fokus pasar kini tertuju pada laporan keuangan NVIDIA pada Rabu untuk melihat kekuatan tren AI yang selama ini menopang pasar saham AS.
• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Senin setelah sempat bergerak volatil, memantul dari pelemahan pekan sebelumnya. Investor mencermati perkembangan konflik Timur Tengah di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak dapat memicu inflasi dan menekan pertumbuhan ekonomi global.
Indeks STOXX 600 Eropa naik 0,5% ke level 610,17 poin setelah sebelumnya sempat turun hampir 0,9% di awal sesi. Meski menguat, pasar masih dibayangi kebuntuan negosiasi antara AS dan Iran serta penutupan Selat Hormuz yang berpotensi memperbesar tekanan inflasi berbasis energi terhadap ekonomi global.
Ekspektasi bahwa bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga juga mendorong aksi jual di pasar obligasi. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun bahkan mencapai level tertinggi dalam 15 tahun, sementara pasar mulai memperkirakan European Central Bank (ECB) berpotensi menaikkan suku bunga setidaknya 50 basis poin hingga akhir tahun.
• PASAR ASIA :Mayoritas bursa saham Asia melemah pada Senin, dipimpin penurunan saham teknologi menjelang rilis laporan keuangan NVIDIA pekan ini. Sentimen pasar juga tertekan oleh kenaikan harga minyak serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Pelaku pasar kini menantikan laporan keuangan NVIDIA pada Rabu untuk melihat apakah reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) masih dapat berlanjut dan menopang penguatan pasar global.
Investor juga mencermati data ekonomi China yang menunjukkan perlambatan pada April. Produksi industri China hanya tumbuh 4,1% YoY, lebih rendah dari ekspektasi 6,0%, sementara penjualan ritel naik tipis 0,2%, jauh di bawah perkiraan 2,0%, menandakan permintaan konsumen masih lemah.
Di kawasan Asia, indeks Nikkei 225 Jepang turun 1% dan TOPIX melemah 0,8%. Hang Seng Hong Kong terkoreksi 1,7%, dengan indeks Hang Seng TECH anjlok 2,5%. Sementara itu, indeks CSI 300 China turun 1% dan Shanghai Composite melemah 0,5%.
• KOMODITAS :Harga minyak turun lebih dari 2% pada perdagangan awal Asia Selasa setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan telah menunda rencana serangan terhadap Iran guna memberi ruang bagi negosiasi untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Brent kontrak Juli turun USD3,01 atau 2,7% ke USD109,09 per barel pada pukul 00:01 GMT, sementara West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juni melemah USD1,38 atau 1,3% ke USD107,28 per barel. Pada sesi sebelumnya, kedua acuan minyak tersebut sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Mei dan 30 April.
Kontrak WTI Juni akan jatuh tempo pada Selasa, sedangkan kontrak Juli yang lebih aktif diperdagangkan turun USD2,06 atau 2% ke USD102,32 per barel.
• INDONESIA :IHSG ditutup melemah -1,85% ke level 6.599,24, tertekan aksi jual saham konglomerasi dan outflow asing seiring antisipasi pasar terkait rebalancing MSCI Mei 2026. DSSA masih mengalami tekanan jual signifikan, sementara BREN dan AMMN mulai menunjukkan perlawanan di sesi kedua perdagangan.
– Di tengah tekanan pasar, beberapa saham blue chip seperti ASII dan TLKM berhasil menguat, disusul ITMG sebagai USD earner yang turut menguat di tengah kekhawatiran pelemahan Rupiah terhadap USD. Penguatan tersebut membantu IHSG membentuk pola hammer pada penutupan perdagangan.
– Sentimen USD/IDR masih menjadi perhatian utama pasar. Jika tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji area 6.500. Untuk jangka pendek, pelaku pasar dapat mencermati saham-saham yang masih mampu bertahan di area support dengan fundamental solid dan valuasi menarik.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

