Today’s Outlook :

 

 

• PASAR AS :Wall Street ditutup melemah pada Kamis, tertekan oleh saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor, setelah TSMC menaikkan proyeksi belanja modal (capex). Sentimen juga terbebani oleh pernyataan pejabat The Fed yang mendukung suku bunga sedikit lebih tinggi. Pelemahan pasar tertahan oleh penguatan saham sektor kesehatan dan consumer staples. Indeks S&P 500 turun 0,5% ke 7.533,61, NASDAQ Composite merosot 1,5% ke 25.881,95, dan Dow Jones melemah 0,2% ke 52.553,62.

 

 

TSMC membukukan laba bersih kuartalan melonjak 77% menjadi T$706,6 miliar (USD22 miliar), melampaui ekspektasi, mencerminkan kuatnya investasi global di sektor AI. Namun, investor tetap khawatir terhadap tingginya valuasi AI setelah TSMC menaikkan proyeksi belanja modal 2026 menjadi USD60–64 miliar serta mengumumkan tambahan investasi USD100 miliar di Arizona.

 

 

Di sisi lain, sektor kesehatan menguat lebih dari 2%, didorong kenaikan saham UnitedHealth sebesar 1,2% setelah membukukan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi dan perbaikan rasio biaya medis.

 

 

Dari data ekonomi, penjualan ritel AS naik 0,2% (MoM) pada Juni sesuai ekspektasi, meski melambat dari kenaikan 1,0% pada Mei akibat turunnya penjualan bensin. Sementara itu, klaim pengangguran awal turun menjadi 208 ribu, lebih baik dari perkiraan 216 ribu, menunjukkan konsumsi masyarakat dan pasar tenaga kerja AS masih tetap solid.

 

 

 

 

• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa bergerak bervariasi pada Kamis, seiring kekhawatiran investor terhadap meningkatnya ketegangan militer antara Washington dan Teheran yang mendorong harga minyak bertahan di level tertinggi dalam satu bulan, tertutupi oleh data inflasi AS yang lebih rendah.

 

 

Indeks STOXX 600 pan-Eropa naik 0,2%. Indeks DAX Jerman dan CAC 40 Prancis masing-masing turun 0,5% dan 0,1%. Sementara itu, FTSE MIB Italia melemah 0,1%, sedangkan FTSE 100 Inggris menguat 0,5%.

 

 

 

 

• PASAR ASIA : Bursa saham Asia melemah pada Kamis, dipimpin Korea Selatan, seiring aksi jual saham semikonduktor dan meningkatnya kembali ketegangan AS-Iran yang memicu kekhawatiran terhadap Selat Hormuz. KOSPI anjlok lebih dari 6% hingga sempat mengalami trading halt, dengan SK Hynix dan Samsung Electronics turun 8%–11%. Bank of Korea juga menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 2,75%. Di Jepang, Nikkei 225 turun 2,7% dan TOPIX melemah 1,1%. Sementara itu, Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing turun 0,5%, sedangkan Hang Seng Hong Kong menguat 1,7%.

 

 

 

 

• KOMODITAS :Harga minyak bergerak stabil pada Kamis setelah melonjak lebih dari 11% sepanjang pekan. Pasar tetap mencermati serangan AS ke Iran yang berlanjut untuk malam kelima berturut-turut serta gangguan pelayaran di Selat Hormuz. Brent turun tipis 0,1% ke USD84,90 per barel, sementara WTI melemah 0,2% ke USD79,44 per barel. Meski terkoreksi, keduanya masih bertahan di level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.

 

 

 

• INDONESIA : IHSG pada perdagangan Kamis kemarin ditutup di level 6108.28. Dari sisi teknikal, pandangan kami belum berubah. Area 6.000 masih menjadi level konfirmasi utama untuk mengembalikan momentum bullish. Selama IHSG belum mampu bertahan di atas level tersebut, pergerakan diperkirakan masih akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguji area support di 5.300–5.400 apabila tekanan jual kembali meningkat. Sebaliknya, apabila IHSG berhasil menembus dan bertahan di atas 6.000, maka peluang penguatan menuju 6.100 hingga 6.240 akan kembali terbuka.

 

 

Terlepas IHSG sudah mulai mencoba stabil di atas 6000 dan hari ini merupakan hari perdagangan terakhir di minggu ini, tetap wait and see mengingat tekanan jual yang masih ada.

 

 

 

Unduh dokumen lengkapnya DISINI.