Today’s Outlook :
• PASAR AS : Wall Street ditutup menguat pada Selasa, dengan indeks acuan S&P 500 makin dekat ke rekor penutupan. Sentimen didorong harapan lanjutan pembicaraan gencatan senjata Timur Tengah, kenaikan saham growth, dan data inflasi produsen AS yang jauh lebih baik dari perkiraan.
S&P 500 naik 1,2% ke 6.966,51 (hanya sekitar 12 poin dari rekor). NASDAQ melonjak 2% ke 23.639,08, sementara Dow Jones naik 0,7% ke 48.535,81.
Presiden Donald Trump menyebut Iran ingin “membuat kesepakatan” dan menegaskan Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Pembicaraan lanjutan disebut bisa terjadi dalam dua hari ke depan di Pakistan. Meski ketegangan AS–Iran masih berlanjut, kedua pihak dilaporkan mulai menunjukkan kemajuan menuju gencatan senjata permanen. AS meminta Iran tidak memperkaya uranium selama 20 tahun, sementara Pakistan menjadi mediator dan menawarkan putaran kedua negosiasi.
Dari sisi data, inflasi produsen (PPI) AS Maret naik 0,5% bulanan dan 4,0% tahunan—di bawah ekspektasi. Core PPI naik 0,1% bulanan dan 3,8% tahunan. Kenaikan tahunan terbesar sejak Feb 2023 didorong lonjakan harga energi 8,5%. Dampak perang Iran terutama terasa di angka utama, bukan core.
IMF memperkirakan pertumbuhan global melambat ke 3,1% tahun ini dan 3,2% pada 2027.
• PASAR EROPA :Saham Eropa menguat pada Selasa, sementara harga minyak turun di bawah USD 100 per barel, seiring munculnya tanda-tanda kemajuan negosiasi AS–Iran.
Indeks Stoxx 600 naik 1%, DAX Jerman +1,2%, CAC 40 Prancis +1,1%, dan FTSE 100 Inggris +0,2%. Penguatan ini mengikuti sentimen positif dari Asia, di mana indeks MSCI di luar Jepang dan Nikkei Jepang juga naik.
Dari sisi emiten, LVMH (induk Dior) menyebut konflik Timur Tengah memangkas setidaknya 1% dari total penjualan, menekan harapan pemulihan sektor luxury. Sementara itu, laporan keuangan Kering akan dirilis setelah penutupan pasar Eropa hari ini.
• PASAR ASIA :Pasar saham Asia menguat pada Selasa, didorong kenaikan besar di saham teknologi dan chip, meski investor juga mencermati data perdagangan China yang lebih lemah dari perkiraan.
KOSPI Korea Selatan melonjak 3,4% ke level tertinggi enam minggu, dengan SK Hynix naik hampir 9% ke rekor baru dan Samsung Electronics naik lebih dari 4%. Nikkei 225 Jepang naik 2,5%, TOPIX juga menguat, dan saham SoftBank Group melonjak lebih dari 10%.
Namun, sentimen tertahan oleh data China: ekspor Maret hanya naik 2,5% (di bawah ekspektasi 8,3% dan jauh melambat dari 21,8% sebelumnya). Sebaliknya, impor melonjak 27,8%, menandakan permintaan domestik masih kuat. Surplus perdagangan menyusut ke sekitar USD 51 miliar, jauh di bawah perkiraan.
Indeks Shanghai Composite naik 0,8%, CSI 300 +0,6%, dan Hang Seng Hong Kong naik tipis 0,4%.
• KOMODITAS :Harga minyak turun pada Selasa karena harapan Iran akan melanjutkan negosiasi dengan AS dan Israel untuk mengakhiri konflik yang menutup Selat Hormuz—jalur utama pengiriman minyak dunia.
Brent ditutup di USD 94,79 per barel (turun USD 4,57 atau 4,6%), sementara WTI di USD 91,20 (turun USD 7,80 atau 7,87%). Sebelumnya, keduanya sempat naik setelah militer AS memblokade pelabuhan Iran. Badan Energi Internasional (IEA) menyebut gangguan ini sebagai yang terbesar dalam sejarah, dengan pasokan hilang mencapai 10,1 juta barel per hari pada Maret.
Militer AS memperluas blokade hingga Teluk Oman dan Laut Arab. Data pelayaran menunjukkan ada kapal yang berbalik arah, meski beberapa tanker terkait Iran tetap diizinkan lewat karena tujuan bukan pelabuhan Iran. Iran mengancam akan membalas dengan menyerang pelabuhan negara-negara di sekitar Teluk. Sementara itu, negosiasi AS–Iran berpotensi dilanjutkan minggu ini di Islamabad, dengan kedua pihak masih berupaya mencapai kesepakatan.
• INDONESIA : IHSG ditutup kembali menguat +2.34% di zona hijau berada di angka 7675.95 dimana berhasil break resistance selanjutnya yang berada di kisaran 7200-7300. Pasar Indonesia saat ini sudah mulai kebal dengan sentimen geopolitik US-Iran, dan selanjutnya agenda reformasi IHSG yang sudah terlihat mulai dari perilisan HCL memberikan angin segar bagi bursa IHSG. Hal agenda yang ditunggu selanjutnya adalah bagaimana kelanjutan dari inklusi dan rebalancing MSCI di Bulan Mei 2026, perhatian pelaku pasar terutama tentang BREN dan DSSA yang masuk ke dalam HCL (High Concentration List). Flow di market nampaknya masih berkonsentrasi pada saham konglomerasi, tetap perhatikan rotasi antar konglomerasi menjadi peluang trading.- Adapun perdagangan hari ini, IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan dan flow nampaknya masih masuk ke saham konglomerasi, manfaatkan momentum rotasi antar konglo sebagai peluang trading.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

