Today’s Outlook :
• PASAR AS :Wall Street ditutup menguat pada Kamis, didorong oleh berlanjutnya pemulihan saham semikonduktor di tengah sejumlah perkembangan positif di sektor teknologi. Sementara itu, harga minyak melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran telah menghubungi Washington untuk menyatakan keinginannya mencapai kesepakatan pasca serangan terbaru AS terhadap negara tersebut.
Indeks S&P 500 naik 0,8% ke 7.541,83, NASDAQ Composite melonjak 1,3% ke 26.206,89, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,3% ke 52.487,44.
Setelah anjlok hampir 14% dalam empat sesi sebelumnya, Philadelphia Semiconductor Index bangkit lebih dari 5% dalam dua hari terakhir. Saham semikonduktor memimpin penguatan di NASDAQ, dipimpin oleh Arm, Sandisk, dan Lam Research. Rebound ini terjadi setelah aksi ambil untung sejak pertengahan Juni dan kekhawatiran bahwa reli saham AI telah melaju terlalu cepat.
Sentimen sektor teknologi turut didorong laporan Reuters yang menyebut Meta Platforms akan mulai memproduksi chip AI buatannya sendiri pada September serta berencana menggandakan kapasitas komputasinya menjadi 14 gigawatt tahun depan.
Selain itu, antusiasme pasar meningkat menjelang IPO SK Hynix di AS yang dikabarkan mengalami kelebihan permintaan lebih dari tujuh kali lipat. Perusahaan diperkirakan menetapkan harga IPO sebesar USD149 per saham, yang berpotensi menghimpun dana lebih dari USD26 miliar.
Di sisi lain, Bloomberg melaporkan Starbucks tengah mengembangkan perangkat lunak berbasis AI secara internal untuk menggantikan aplikasi dari vendor eksternal seperti Microsoft dan IBM. Meski sempat menekan saham perangkat lunak pada pra-pembukaan, sektor tersebut berbalik menguat, dengan iShares Expanded Tech-Software Sector ETF naik 1,7%.
• PASAR EROPA : Bursa saham Eropa mayoritas ditutup menguat pada Kamis setelah mengalami penurunan harian terbesar dalam hampir empat bulan pada sesi sebelumnya. Pemulihan didorong oleh rebound saham teknologi global, meski pasar masih dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sempat memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran inflasi.
Indeks STOXX 600 naik 0,8% setelah sehari sebelumnya anjlok 1,6%, yang merupakan penurunan harian terdalam sejak pertengahan Maret. Indeks DAX Jerman menguat 0,8%, CAC 40 Prancis naik 0,9%, dan FTSE MIB Italia bertambah 1,1%, sementara FTSE 100 Inggris turun tipis 0,2%.
Saham semikonduktor memimpin penguatan seiring pulihnya sektor teknologi global. Soitec melonjak 5%, sedangkan ASML menguat 4%.
• PASAR ASIA :Sebagian besar bursa saham Asia ditutup menguat pada Kamis setelah data inflasi China yang beragam memperkuat ekspektasi adanya stimulus lanjutan dari pemerintah. Namun, sentimen pasar masih dibayangi serangan militer terbaru AS ke Iran serta kekhawatiran terhadap valuasi tinggi saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI).
Di Korea Selatan, saham Samsung Electronics turun 1,7% dan LG Innotek melemah lebih dari 4%. Sebaliknya, SK Hynix melonjak hampir 3% setelah permintaan atas rencana IPO senilai USD28 miliar di AS mencapai lebih dari tujuh kali jumlah saham yang ditawarkan. Indeks KOSPI naik sekitar 0,6%, tetapi masih berada di wilayah bear market setelah terkoreksi lebih dari 20% dari rekor tertingginya bulan lalu.
Jepang mencatat kinerja terbaik di kawasan. Indeks Nikkei 225 naik hampir 1,9% dan TOPIX menguat 0,2%, didorong pembelian kembali saham semikonduktor. Murata Manufacturing melonjak hampir 4%, TDK naik lebih dari 2%, sementara Kioxia Holdings melesat lebih dari 7% setelah Bain Capital mengonfirmasi telah melepas seluruh investasinya.
Di China, data inflasi Juni memperkuat harapan akan stimulus tambahan untuk mendorong permintaan domestik. Indeks CSI 300 naik sekitar 1,8% dan Shanghai Composite menguat hampir 0,9%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun sekitar 0,8%, memangkas sebagian penguatan pada sesi sebelumnya.
• KOMODITAS:Harga minyak turun sekitar 2% pada Kamis di tengah kekhawatiran bahwa meningkatnya inflasi dan perlambatan ekonomi dapat menekan permintaan minyak global, meski pasokan masih terbatas akibat konflik AS-Iran yang menunda pembukaan penuh Selat Hormuz. Sebelum konflik, sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut.
Kontrak berjangka Brent turun USD1,72 atau 2,2% ke USD76,30 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah USD1,44 atau 2,0% ke USD72,08 per barel. Pada sesi sebelumnya, Brent ditutup di level tertinggi sejak 19 Juni dan WTI mencapai level tertinggi sejak 22 Juni.
Di sisi geopolitik, militer Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer AS di negara-negara Teluk pada Kamis sebagai respons atas serangan AS ke wilayah pesisir selatan dan provinsi timur Iran, yang semakin membebani perjanjian gencatan senjata yang baru berlangsung sekitar tiga pekan.
• INDONESIA :IHSG pada perdagangan Kamis kemarin ditutup menguat +0.67% menuju level 5912.44. Secara jangka menengah pasar akan cenderung sideways – berkonsolidasi dari area 5300-5900 sembari menunggu katalis yang lebih optimal.
Dari sisi teknikal masih tetap sama fondasi pijakan yang harus dilewati untuk menujukkan penguatan. Jika IHSG tidak kembali menguat di atas 6000, potensi untuk koreksi kembali ada di support 5300-5400. Jika break  6000, potensi selanjutnya menguat terlebih  dahulu ke 6100 dan 6240.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

