Today’s Outlook :

 

 

• PASAR AS :Saham AS ditutup menguat pada Selasa, mengakhiri perdagangan kuartal II dan semester I dengan kinerja positif. Penguatan didorong oleh data pasar tenaga kerja yang solid serta berlanjutnya rebound sektor teknologi. Investor juga melakukan penyesuaian portofolio setelah periode yang diwarnai ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap besarnya belanja untuk kecerdasan buatan (AI).

 

 

Indeks S&P 500 naik 0,8% ke 7.496,51, Nasdaq Composite menguat 1,5% ke 26.213,72, sementara Dow Jones bertambah 0,3% dan kembali mencetak rekor penutupan di 52.317,81.

 

 

Fokus pasar kini tertuju pada rangkaian data ketenagakerjaan AS minggu ini sebagai petunjuk arah kebijakan The Fed. Inflasi yang sempat meningkat akibat lonjakan harga minyak selama konflik Iran mulai mereda seiring turunnya kembali harga minyak. Namun, jika data tenaga kerja tetap kuat, ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter akan semakin terbatas.

 

 

Data JOLTS menunjukkan jumlah lowongan kerja pada Mei mencapai 7,594 juta, lebih tinggi dari ekspektasi 7,296 juta dan menjadi level tertinggi sejak Mei 2024.

 

 

Di antara saham yang aktif diperdagangkan, Strategy anjlok 6,2% setelah perusahaan milik Michael Saylor mengubah kebijakan yang sebelumnya tidak pernah menjual Bitcoin. Sementara itu, Philadelphia Semiconductor Index mencatat kenaikan kuartalan sebesar 87,8%, menjadi performa kuartalan terbaik sepanjang sejarah, mencerminkan kuatnya reli saham semikonduktor yang didorong oleh tren AI.

 

 

• PASAR EROPA:Bursa saham Eropa ditutup cenderung melemah pada Senin seiring investor mencermati Bursa saham Eropa ditutup di level rekor tertinggi pada Selasa dan berada di jalur mencatat kinerja kuartalan yang solid. Sentimen positif didorong oleh optimisme investor menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting serta pidato para pejabat bank sentral global.

 

 

Indeks STOXX 600 sempat melonjak hingga 1,2% sebelum ditutup naik 0,9%, dengan potensi membukukan kenaikan sekitar 10,3% sepanjang kuartal II. DAX Jerman menguat 1,4%, FTSE 100 Inggris naik 0,2%, CAC 40 Prancis bertambah 0,4%, dan FTSE MIB Italia menguat 1,1%.

 

 

Perhatian pasar juga tertuju pada forum tahunan Bank Sentral Eropa (ECB) di Sintra, Portugal. Investor mencermati pernyataan Kepala Ekonom ECB Philip Lane, anggota Dewan Eksekutif Isabel Schnabel dan Frank Elderson, guna mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Zona Euro.

 

 

Forum tersebut akan ditutup dengan panel kebijakan yang sangat dinantikan, menghadirkan Ketua baru The Fed, Kevin Warsh, dalam penampilan internasional pertamanya, bersama Gubernur Bank of England, Andrew Bailey.

 

 

• PASAR ASIA:Mayoritas bursa saham Asia menguat pada Selasa, didorong data aktivitas bisnis China yang melampaui ekspektasi serta penguatan saham teknologi.CSI 300 naik 1,1%, Shanghai Composite menguat 0,5%, Nikkei 225 naik lebih dari 1%, dan KOSPI bertambah 1%. PMI Manufaktur China kembali ke zona ekspansi di 50,3 pada Juni, sementara PMI Non-Manufaktur dan PMI Komposit masing-masing naik ke 50,2 dan 50,6. Data ini menunjukkan ekspor, khususnya sektor teknologi tinggi, masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi China.

 

 

Sepanjang kuartal II, Nikkei 225 berada di jalur kenaikan lebih dari 36%, sedangkan KOSPI melonjak hampir 65%, didorong optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI).

 

 

 

• KOMODITAS:Harga minyak dunia menguat pada Rabu setelah Iran menyatakan tidak akan bertemu langsung dengan utusan Amerika Serikat, sehingga meningkatkan ketidakpastian terhadap keberlangsungan gencatan senjata sementara antara kedua negara. Brent naik 0,69% ke USD 73,45 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,91% ke USD 70,13 per barel. Meski utusan AS telah tiba di Doha untuk melakukan pembicaraan tingkat tinggi, Iran dan Qatar menyatakan bahwa pertemuan hanya akan dilakukan melalui mediator, bukan secara langsung dengan pihak Iran.

 

 

 

• INDONESIA : IHSG pada perdagangan Selasa kemarin kembali terkoreksi sejauh -3.05% menuju level 5,643.19. Pasar masih cukup wait and see serta cukup fragile terkait dengan kondisi Indonesia saat ini.

 

 

Untuk perdagangan hari ini ditinjau dari sisi teknikal masih tetap sama stancenya. Jika IHSG tidak kembali menguat di atas 6000, potensi untuk koreksi kembali ada di support 5300-5400. Jika break 6000, potensi selanjutnya menguat terlebih dahulu ke 6100 dan 6240.

 

 

 

Unduh Laporan Lengkapnya DISINI.