Weekly Report | 1 Agustus 2022
Ekonomi tumbuh impresif, BI tetap Dovish. GDP Indonesia 2Q22 YoY tumbuh ekspansif hingga 5,44% (Vs. Surv. 5,17%; 1Q22
Ekonomi tumbuh impresif, BI tetap Dovish. GDP Indonesia 2Q22 YoY tumbuh ekspansif hingga 5,44% (Vs. Surv. 5,17%; 1Q22
Inversi yield UST hingga 36Bps, gap terlebar sejak tahun 2000. Kekhawatiran resesi kembali meningkat, di tengah kenaikan
Supply Bottlenecks mereda, industri jasa kembali ekspansif seiring Factory Orders meningkat solid. ISM Services Index AS
Kunjungan Pelosi menempatkan posisi AS membela kemerdekaan Taiwan. Sikap Politik Biden menentang prinsip One China
Data manufaktur di atas ekspektasi, sempat menopang saham ke zona hijau, sebelum akhirnya Wall Street ditutup melemah
Big Cap. Earning Results dan melambatnya Hawkish the Fed, menopang IHSG mendekati level psikologis 7.000. Selain inflasi
Kebangkitan saham Teknologi di tengah nada Dovish the Fed. Sektor Teknologi relatif berkinerja baik selama lockdown,
Resesi ekonomi AS membuat Hawkish the Fed melambat dan mengarah Dovish pada tahun 2023. Kemarin, Wall Street menguat
Sektor Teknologi berkinerja baik selama Lockdown; Nasdaq menguat lebih dari 4%. Valuasi Sektor Teknologi dan Growth