EXCL – Trafik Data Tumbuh Signifikan
EXCL mencatatkan pertumbuhan pendapatan 7,9% YoY menjadi IDR 6,7 triliun periode 1Q22, masih didominasi oleh layanan
EXCL mencatatkan pertumbuhan pendapatan 7,9% YoY menjadi IDR 6,7 triliun periode 1Q22, masih didominasi oleh layanan
Volatilitas rupiah jelang RDG BI dan FOMC Meeting Minutes, akan mewarnai pergerakan IHSG empat hari bursa ini.
Bursa Wall Street akhir pekan ditutup mixed, pasca mengalami tekanan terkait kekhawatiran mengenai inflasi. Indeks
AALI membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih 1Q22 sebesar 30,7% YoY dan 197,6% YoY. Penjualan CPO masih menjadi
Bursa Wall Street kembali terkoreksi, seiring tekanan inflasi mulai membebani kinerja perusahaan. Indeks Dow Jones
Kinerja buruk dan tekanan margin sejumlah perusahaan ritel, menekan bursa saham Wall Street. Indeks Nasdaq dan S&P
Pertumbuhan penjualan ritel dan output manufaktur AS April, masing-masing naik +0,9% MoM dan +1,1% MoM, meningkatkan
BI 7DRRR tetap 3,50%. Investor mulai mencermati survei Bloomberg yang memproyeksikan BI akan menahan BI 7DRRR Mei pada
Bursa saham Wall Street mixed, jelang data penjualan ritel. Indeks Nasdaq turun 1,2%; kemudian diikuti oleh S&P 500