INTP – Penjualan Domestik Sedikit Tertekan
Sepanjang 1Q22, pendapatan INTP naik tipis 3,5% YoY, namun laba turun hingga 48,0% YoY. Penghematan biaya, seiring
Sepanjang 1Q22, pendapatan INTP naik tipis 3,5% YoY, namun laba turun hingga 48,0% YoY. Penghematan biaya, seiring
Sinyal kenaikan suku bunga ECB meningkatkan kekhawatiran investor jelang data CPI AS. ECB akan mengakhiri quantitative
BSDE mencatatkan laba bersih senilai IDR 347,9 miliar pada 1Q22, dibandingkan 1Q21 senilai IDR 599,9 miliar. Tekanan ini
UST10Y kembali diperdagangkan dengan yield 3%, seiring harga Brent crude oil di level USD 120/barrel kembali tertembus,
Inflasi inti terjaga, dan kenaikan FFR Juni price in, dorong Wall Street kembali menguat. Survei menunjukkan inflasi
Yield UST10Y Kembali 3%, jelang data CPI MoM AS Mei yang diproyeksikan kembali tinggi (Cons. 0,7%; Vs. Apr. 0,3%), Jumat
Pasar tenaga kerja kuat, ekonomi AS siap untuk kenaikan FFR lebih agresif. Bursa Wall Street ditutup melemah, dengan
SMGR membukukan pendapatan senilai IDR 8,1 triliun pada 1Q22 atau tumbuh 0,7% YoY. Penjualan semen sebagai kontributor
Growth stock megacap pimpin penguatan Wall Street, dengan indeks Nasdaq menguat hingga 2,7%. Investor merespon positif