Daily Report | 21 November 2022
Saham defensif menopang S&P 500, mengabaikan spekulasi kenaikan FFR +75Bps kelima kalinya untuk bulan Desember. Di
Saham defensif menopang S&P 500, mengabaikan spekulasi kenaikan FFR +75Bps kelima kalinya untuk bulan Desember. Di
Klaim pengangguran turun 2% sepekan, kembali memberikan ruang Hawkish the Fed. Data menunjukkan, Initial Jobless Claims
Resilient Consumer menjaga inflasi tetap tinggi. Akumulasi penghematan selama pandemi Covid-19, dan kenaikan upah di
Inflasi AS kembali melandai, saham teknologi lanjutkan penguatan, dengan Nasdaq terapresiasi 1% atau pimpin penguatan
Coal Average Selling Price Increase MYOR membukukan penjualan 3Q22 sebesar Rp7,8 triliun (+15,7% QoQ; +16,6% YoY) serta
Pudarnya efek inflasi rendah AS, dan minimnya sentimen baru, membuat Wall Street awal pekan kompak melemah dengan Nasdaq
Inflasi AS melandai. Basis tinggi inflasi 2021 dan disinflasi sejumlah barang serta jasa, menekan Inflasi Headline AS
Optimisme inflasi telah mencapai puncaknya, Nasdaq menguat 200 poin atau pimpin penguatan Wall Street. Selain saham
Inflasi dibawah 8% jelang libur akhir tahun, Dow naik 1.000 poin. Basis tinggi inflasi 2021 dan disinflasi sejumlah