SUN Benchmark Mixed Ditengah Inflasi Tinggi
SUN Benchmark Mixed, ditengah inflasi tinggi. Manufaktur Indonesia yang kembali berekspansi, dengan S&P Global
SUN Benchmark Mixed, ditengah inflasi tinggi. Manufaktur Indonesia yang kembali berekspansi, dengan S&P Global
Technical Rebound buka Wall Street 4Q22, ditengah manufaktur AS yang menuju ke arah kontraksi. Wall Street menguat lebih
Sentimen eksternal, investor menghadapi Hawkish lanjutan atau kenaikan FFR November +75Bps dan Desember +50Bps, menutup
Strong Dollar berdampak negatif pada emiten berorientasi ekspor, investor juga mengantisipasi sejumlah emiten ritel,
Pasar Bearish tutup Wall Street 3Q22, penurunan lebih dari 20% mulai terjadi pada Nasdaq (April), kemudian S&P500
SUN Benchmark mixed ditengah depresiasi rupiah, yang sempat mendekati level USD15.300/USD. Pelaku pasar juga mencermati
Good news is bad news. Data Initial Jobless Claims AS mingguan yang berakhir 24 September sebanyak 193K (-8% WoW) klaim,
SUN Benchmark mixed, ditengah minimnya sentimen pekan ini. FR91 catatkan kenaikan yield 4Bps ke level 7,30%, ditengah
Saham teknologi MegaCaps Rebound, seiring yield UST10Y kembali dibawah level psikologis 4%, membuat Nasdaq pimpin